GEBRAK.ID; JAKARTA – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) kembali menegaskan komitmennya dalam memperkuat ketahanan siber di sektor pendidikan dengan meluncurkan Program Bug Bounty 2026. Program tahunan yang kini memasuki tahun kelima itu resmi dibuka pada Senin, 6 April 2026, dengan mengusung tema “Build Cyber Resilience”.
Melalui Pusat Data dan Teknologi Informasi (Pusdatin), Kemendikdasmen mengajak siswa, mahasiswa, guru, hingga dosen untuk terlibat aktif menguji keamanan sistem digital pendidikan nasional. Inisiatif ini merupakan bagian dari implementasi Peraturan Sekretaris Jenderal Nomor 11 Tahun 2022 tentang Sistem Manajemen Keamanan Informasi (SMKI) dalam kerangka Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE).
Kepala Pusdatin Kemendikdasmen, Wibowo Mukti, menjelaskan bahwa Bug Bounty bukan sekadar kompetisi, melainkan wadah kolaboratif untuk membangun budaya keamanan siber di lingkungan pendidikan.
“Program Bug Bounty ini menjadi ruang aman atau sandbox bagi peserta untuk menguji kerentanan sistem tanpa mengganggu layanan utama. Kami ingin passion di bidang keamanan siber bisa bertransformasi menjadi prestasi,” ujar Wibowo.
Kompetisi ini terbuka bagi empat kategori peserta: siswa SMA/SMK/MA minimal usia 17 tahun, mahasiswa, guru, dan dosen. Pendaftaran berlangsung pada 6–30 April 2026 melalui platform Aman Bersama di laman resmi Kemendikdasmen. Tahap pengujian dijadwalkan pada 1–22 Mei 2026.
Penilaian dilakukan dalam dua tahap. Tahap pertama menitikberatkan aspek teknis dengan bobot 70 persen, mengacu pada standar internasional CVSS v3.1, serta kualitas pelaporan 30 persen.
Selanjutnya, lima finalis terbaik di tiap kategori akan mengikuti sesi wawancara dengan komposisi penilaian teknik pengujian (60 persen), kemampuan komunikasi (20 persen), dan orisinalitas temuan (20 persen). Puncaknya, Anugerah Bug Bounty 2026 akan digelar pada 19 Juni 2026.
Wibowo menyoroti urgensi penguatan keamanan digital di tengah meningkatnya ancaman siber global. Sepanjang 2025, serangan ransomware dan phishing berbasis kecerdasan artifisial (AI) tercatat mengalami peningkatan signifikan di berbagai sektor, termasuk pendidikan.
Sejumlah laporan lembaga keamanan siber internasional juga menunjukkan bahwa institusi pendidikan menjadi salah satu target empuk serangan digital karena besarnya volume data yang dikelola.
Karena itu, kolaborasi antara pemerintah dan komunitas keamanan siber dinilai menjadi strategi penting untuk mencegah kebocoran data dan gangguan sistem.
Para pemenang Bug Bounty 2026 akan memperoleh uang pembinaan, sertifikat yang tercatat di Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas), serta kesempatan bergabung dalam komunitas keamanan siber Manggala Edu.
Dengan pendekatan partisipatif ini, Kemendikdasmen berharap ekosistem pendidikan Indonesia semakin tangguh menghadapi ancaman siber yang kian kompleks.
(BKHM Setjen Kemendikdasmen)

Posting Komentar untuk "Bug Bounty 2026 Resmi Dibuka: Kemendikdasmen Ajak Siswa hingga Dosen Perkuat Keamanan Siber"