GEBRAK.ID; BANDA ACEH – Perpustakaan sekolah yang dulu sepi kini berubah menjadi ruang paling ramai di SDN 54 Banda Aceh. Kehadiran buku bacaan bermutu dari pemerintah sukses menarik minat siswa untuk datang, membaca, dan belajar dengan cara yang menyenangkan.
Program penguatan literasi ini digagas oleh Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa di bawah Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen). Melalui bantuan buku berkualitas, pemerintah berupaya membangun kebiasaan membaca sejak dini di berbagai daerah, termasuk di Aceh.
Kepala Badan Bahasa, Hafidz Muksin, turun langsung meninjau pemanfaatan buku di sekolah tersebut. Dalam kunjungannya, ia mengapresiasi pengelolaan perpustakaan yang dinilai berhasil menghidupkan budaya literasi di kalangan siswa.
“Buku bacaan bermutu memiliki peran penting dalam menumbuhkan minat baca serta meningkatkan kemampuan literasi anak sejak dini,” ujar Hafidz, Senin (27/4/2028).
Hafidz menilai, meningkatnya kunjungan siswa ke perpustakaan menjadi indikator nyata keberhasilan program ini. Anak-anak tidak hanya datang, tetapi juga menikmati proses membaca dengan penuh antusias.
Suasana tersebut terlihat jelas saat koleksi buku baru diserahkan ke perpustakaan “Cerdas Ceria” milik sekolah. Para siswa langsung mengerubungi rak buku, membuka halaman demi halaman dengan rasa ingin tahu yang tinggi. Buku-buku bergambar warna-warni dan cerita yang sesuai usia menjadi daya tarik utama.
Kepala Balai Bahasa Provinsi Aceh, Umar Solikhan, menyebut SDN 54 Banda Aceh sebagai contoh praktik baik dalam pengelolaan literasi sekolah. Menurutnya, buku-buku tersebut tidak hanya digunakan dalam kegiatan belajar mengajar, tetapi juga menjadi bagian dari aktivitas harian siswa.
“Sekolah ini menunjukkan bahwa bahan bacaan yang tepat bisa mendorong kebiasaan membaca secara alami,” kata Umar.
Sementara itu, Kepala Sekolah, Teuku Muthalla, mengungkapkan bahwa bantuan buku dari pemerintah membawa perubahan signifikan. Ia menyebut minat baca siswa meningkat seiring bertambahnya koleksi buku yang menarik.
“Anak-anak sekarang lebih sering datang ke perpustakaan. Mereka senang membaca karena bukunya menarik dan sesuai dengan usia mereka,” ujar Muthalla.
Program bantuan buku bacaan bermutu ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang pemerintah dalam membangun generasi pembelajar sepanjang hayat. Dukungan buku berkualitas, pengelolaan perpustakaan yang aktif, serta peran guru dan orang tua dinilai menjadi kunci utama dalam memperkuat budaya literasi di Indonesia.
Keberhasilan di Banda Aceh ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi sekolah lain untuk menghidupkan perpustakaan sebagai pusat belajar yang menyenangkan dan inklusif.
(BKHM Setjen Kemendikdasmen)

Posting Komentar untuk "Diserbu Murid, Buku Bermutu Sulap Perpustakaan SD di Banda Aceh Jadi Ruang Favorit"