Geger! BRIN: Waspada Wabah Pes Mengintai, 'Masa Sunyi' Bisa Berakhir Kapan Saja!

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengeluarkan peringatan serius: ancaman wabah pes yang berasal dari tikus dan ditakuti zaman kolonial itu masih mengintai dan bisa meletus kapan saja. (Foto ilustrasi: Freepik)
Editor: M Zuhro AH

GEBRAK.ID; JAKARTA – Selama lebih dari satu dekade, Indonesia terbebas dari laporan kasus pes pada manusia. Namun, jangan dulu bernapas lega! Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengeluarkan peringatan serius: ancaman wabah pes yang ditakuti zaman kolonial itu masih mengintai dan bisa meletus kapan saja.

Peneliti BRIN, Ristiyanto, mengungkapkan fenomena mengerikan yang disebut silent period (masa sunyi). Ini adalah periode ketika penyakit tidak terdeteksi dalam waktu lama, namun sumbernya masih ada dan berpotensi meledak kembali kapan saja.

"Ada istilah silent period, yaitu masa ketika suatu penyakit tidak terdeteksi dalam waktu lama, tetapi sebenarnya masih berpotensi muncul kembali," kata Ristiyanto dalam keterangan di Jakarta, Senin (13/4/2026).

Tikus dan Pinjal Masih Berkeliaran di Zona Ini

Yang mengkhawatirkan, Ristiyanto menegaskan bahwa bakteri Yersinia pestis, serta vektor (pinjal) dan reservoir (tikus) penyakit, masih ditemukan di sejumlah wilayah enzootik di Indonesia. Kabar buruknya, beberapa daerah di Pulau Jawa masih dikategorikan sebagai wilayah fokus, yaitu Kabupaten Pasuruan, Boyolali, Sleman, dan Bandung.

"Ini adalah bom waktu. Perubahan lingkungan, alih fungsi lahan, dan deforestasi telah mengusir tikus dari habitat alaminya hingga masuk ke permukiman manusia," jelas Ristiyanto.

Perubahan Iklim dan Lingkungan Jadi Pemicu

Ancaman itu semakin nyata karena dua faktor besar yang terjadi saat ini, yakni perubahan iklim dan kerusakan lingkungan. Peneliti BRIN lainnya, Muhammad Choirul Hidajat, menambahkan bahwa perubahan iklim telah meningkatkan populasi pinjal sebagai vektor penyakit.

"Kombinasi perubahan lingkungan, keberadaan vektor dan reservoir, serta meningkatnya interaksi dengan manusia, menjadi faktor risiko utama yang perlu diwaspadai," ucap Choirul.

Deforestasi dan perluasan pemukiman tanpa perencanaan matang telah menciptakan urban jungle yang nyaman bagi tikus. Semakin dekat tikus dengan manusia, semakin besar peluang penularan penyakit melalui gigitan pinjal.

Peringatan Keras: Jangan Anggap Enteng!

BRIN mengingatkan agar ketiadaan kasus dalam satu dekade ini tidak membuat kita lengah. Sejarah mencatat, pes adalah salah satu pandemi paling mematikan dalam sejarah manusia. Karena itu, BRIN merekomendasikan penguatan sistem surveilans terpadu yang mencakup pemantauan pada manusia, hewan, dan vektor penyakit secara bersamaan.

"Kita harus waspada, tingkatkan sanitasi lingkungan dan pantau terus wilayah bekas endemis," pungkas Choirul.

Ini bukan saatnya panik, tapi saatnya bertindak. Pemerintah dan masyarakat harus bergerak cepat sebelum wabah yang pernah mematikan jutaan orang di Eropa itu kembali merebak di Nusantara.

(Siaran Pers)

Posting Komentar untuk "Geger! BRIN: Waspada Wabah Pes Mengintai, 'Masa Sunyi' Bisa Berakhir Kapan Saja!"