Hari Pertama TKA SMP 2026, Wamen Fajar Dengar Langsung Cerita Azra: “Soalnya Melatih Logika, Dekat dengan Kehidupan”

Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Fajar Riza Ul Haq turun langsung meninjau pelaksanaan TKA SMP 2026 di SMP Negeri 18 Jakarta, Senin (6/4/2026). (Foto: BKHM Setjen Kemendikdasmen)
Editor: Endro Yuwanto


GEBRAK.ID; JAKARTA – Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) jenjang SMP tahun 2026 resmi dimulai. Di hari pertama, Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Fajar Riza Ul Haq turun langsung meninjau pelaksanaan ujian di SMP Negeri 18 Jakarta, Senin (6/4/2026).

Dalam kunjungan tersebut, Wamen Fajar tidak hanya memantau teknis pelaksanaan, tetapi juga berdialog hangat dengan para siswa. Ia mendengarkan pengalaman mereka mengerjakan soal, menanyakan cita-cita, sekaligus memberi motivasi agar TKA dimaknai sebagai langkah awal meraih masa depan.

Azra: Soal Cerita TKA Latih Logika dan Relevan dengan Kehidupan


Salah satu siswi kelas IX, Azra Zahira, mengaku menikmati model soal yang diujikan, terutama soal berbasis cerita.

“Dari soal yang saya kerjakan tadi, semuanya menuntut logika. Saya justru menikmati soal-soal cerita karena dekat dengan kehidupan sehari-hari. Itu membuat saya lebih semangat dan optimistis dengan nilai TKA,” ujar Azra di hadapan Wamen Fajar.

Azra yang bercita-cita menjadi psikolog menilai TKA bukan sekadar ujian, tetapi juga momentum untuk menghidupkan kembali semangat belajar generasi muda di tengah derasnya arus teknologi.

Hal senada disampaikan Raka Afandi. Ia merasa TKA menjadi sarana penting untuk mengukur kemampuan akademik sebelum melanjutkan pendidikan ke Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).

“Waktu mengerjakan matematika tadi, saya optimistis bisa dapat nilai bagus. TKA ini seperti pemacu untuk berprestasi dan tahu sejauh mana kemampuan kita selama di SMP,” kata Raka.

Sekolah Siapkan 242 Siswa, Dua Kali Simulasi

Kepala SMP Negeri 18 Jakarta, Lina Puspasari, menjelaskan tahun ini sekolahnya mengikutsertakan 242 siswa dalam TKA. Berbagai persiapan telah dilakukan jauh hari, mulai dari pengecekan perangkat komputer dan jaringan internet hingga sosialisasi kepada guru dan orang tua.

“Kami juga mengadakan pendalaman materi dan dua kali simulasi TKA. Alhamdulillah, hari pertama berjalan lancar. Anak-anak terlihat senang karena banyak soal yang kontekstual dan dekat dengan keseharian mereka,” jelas Lina.

Menurut Lina, TKA diharapkan menjadi jembatan bagi siswa untuk lebih siap menghadapi jenjang pendidikan berikutnya.

TKA Bukan Sekadar Kejar Nilai

Menanggapi kesan positif para siswa, Wamen Fajar menegaskan bahwa tujuan utama TKA bukan hanya mengejar angka.

“Pelaksanaan TKA ini tidak semata-mata soal nilai. Yang lebih penting adalah melatih kemampuan literasi dan logika berpikir siswa. Dari dialog tadi, saya melihat antusiasme mereka sangat baik dan waktu pengerjaan juga dirasa cukup,” ungkap Wamen Fajar.

Wamen Fajar juga menyampaikan apresiasi kepada jajaran Suku Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta serta panitia sekolah yang telah memastikan pelaksanaan berjalan tertib dan lancar.

Berdasarkan pemantauan di lapangan dan keterangan resmi dari Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat (BKHM) Sekretariat Jenderal Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), pelaksanaan TKA hari pertama berlangsung kondusif. Pemerintah berharap pelaksanaan di gelombang berikutnya, baik di Jakarta maupun daerah lain di Indonesia, berjalan tanpa hambatan.

Dengan model soal yang menekankan pemahaman dan penalaran, TKA 2026 diharapkan menjadi instrumen evaluasi akademik yang lebih adaptif terhadap kebutuhan zaman sekaligus membangun karakter berpikir kritis peserta didik.

(BKHM Setjen Kemendikdasmen)


Posting Komentar untuk "Hari Pertama TKA SMP 2026, Wamen Fajar Dengar Langsung Cerita Azra: “Soalnya Melatih Logika, Dekat dengan Kehidupan”"