![]() |
| Ilustrasi angkatan kerja Indonesia. (Foto: tangkapan layar) |
GEBRAK.ID JAKARTA– Badan Pusat Statistik (BPS) mengungkap rata-rata upah atau gaji buruh di Indonesia per Februari 2026 mencapai Rp 3,29 juta per bulan. Data tersebut berasal dari hasil Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) yang dirilis BPS pada 5 Mei 2026.
Angka ini menggambarkan kondisi terbaru pendapatan pekerja di Indonesia di tengah situasi ekonomi dan ketenagakerjaan nasional. Meski mengalami peningkatan dibanding beberapa tahun sebelumnya, besaran gaji rata-rata tersebut masih menjadi sorotan karena dinilai belum merata di berbagai sektor pekerjaan.
BPS mencatat, jumlah angkatan kerja Indonesia pada Februari 2026 mencapai 154,91 juta orang. Dari jumlah itu, sebanyak 147,67 juta orang tercatat bekerja. Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) berada di level 4,68 persen atau turun dibanding Februari 2025.
Gaji Pekerja Laki-Laki Lebih Tinggi
Dalam laporan tersebut, BPS juga mengungkap adanya perbedaan rata-rata upah berdasarkan jenis kelamin.
Rata-rata upah pekerja laki-laki tercatat sebesar Rp 3,55 juta per bulan. Sementara pekerja perempuan rata-rata menerima Rp 2,80 juta per bulan. Perbedaan ini menunjukkan kesenjangan pendapatan masih terjadi di pasar kerja Indonesia.
Selain gender, tingkat pendidikan juga sangat memengaruhi besaran penghasilan pekerja.
Pekerja lulusan Diploma IV hingga S3 memiliki rata-rata gaji tertinggi. Sebaliknya, pekerja dengan pendidikan SD ke bawah memperoleh pendapatan paling rendah. BPS mencatat lulusan perguruan tinggi bisa memperoleh gaji hampir dua kali lebih besar dibanding lulusan pendidikan dasar.
Sektor dengan Gaji Tertinggi
Besaran gaji pekerja di Indonesia juga berbeda-beda tergantung sektor usaha tempat mereka bekerja.
Data BPS menunjukkan sektor aktivitas keuangan dan asuransi menjadi salah satu bidang dengan rata-rata gaji tertinggi, mencapai sekitar Rp 5 juta per bulan. Selain itu, sektor pertambangan, informasi dan komunikasi, serta penyediaan listrik dan gas juga masuk kategori dengan upah tinggi.
Sebaliknya, sektor jasa lainnya, pertanian, hingga penyediaan akomodasi dan makan minum masih menjadi kelompok dengan rata-rata gaji terendah di Indonesia.
BPS menyebut perbedaan gaji antar sektor dipengaruhi kebutuhan keahlian, tingkat pendidikan tenaga kerja, produktivitas industri, hingga kemampuan finansial perusahaan.
Usia Juga Pengaruhi Besaran Gaji
Survei BPS juga menemukan bahwa usia pekerja berpengaruh terhadap tingkat pendapatan.
Kelompok usia muda 15-19 tahun menjadi kelompok dengan rata-rata upah paling rendah, sedangkan pekerja usia mendekati pensiun memiliki penghasilan lebih tinggi karena pengalaman kerja yang lebih panjang.
Gambaran Kondisi Pekerja Indonesia
Meski rata-rata gaji nasional berada di angka Rp 3,29 juta per bulan, kondisi pekerja Indonesia masih didominasi sektor informal dan pekerjaan padat karya.
Lapangan usaha yang paling banyak menyerap tenaga kerja hingga Februari 2026 masih sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan dengan jumlah mencapai 42,49 juta pekerja atau sekitar 28,78 persen dari total pekerja nasional.
Data ini menunjukkan bahwa sebagian besar masyarakat Indonesia masih bekerja di sektor dengan tingkat pendapatan relatif rendah dibanding sektor industri modern atau jasa keuangan.
BPS menegaskan data rata-rata upah tersebut merupakan gambaran umum nasional sehingga kondisi penghasilan setiap daerah dan jenis pekerjaan bisa berbeda-beda.
(berbagai sumber)

Posting Komentar untuk "BPS Ungkap Rata-Rata Gaji Orang Indonesia hanya Rp 3,29 Juta per Bulan"