![]() |
| HEY minyak kita berpotensi naik. Kemendag sedang mengkaji lebih dalam. (Foto:istimewa) |
Editor: Dinar Kencana
GEBRAK.ID; JAKARTA---Pemerintah membuka peluang penyesuaian Harga Eceran Tertinggi (HET) minyak goreng rakyat Minyakita setelah lebih dari dua tahun diberlakukan. Usulan kenaikan harga ini muncul di tengah kondisi harga di lapangan yang kerap melampaui batas HET yang telah ditetapkan.
Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan mengatakan pemerintah masih melakukan penghitungan ulang sebelum memutuskan kenaikan harga tersebut. Ia menekankan bahwa keputusan tidak akan diambil secara terburu-buru.
“Masih dihitung ulang, kita minta audit dulu. Jangan sampai memberatkan masyarakat,” ujar Zulkifli Hasan dalam keterangannya di Jakarta, dikutip Rabu (22/4/2026).
Menurut dia, evaluasi ini penting mengingat HET Minyakita telah berlaku selama dua tahun tanpa penyesuaian, sementara biaya produksi dan harga bahan baku terus mengalami perubahan.
Harga di Lapangan Sudah Melampaui HET
Di sisi lain, kondisi di pasar menunjukkan harga Minyakita kerap dijual di atas HET resmi pemerintah yang saat ini berada di kisaran Rp15.700 per liter.
Berdasarkan data Badan Pangan Nasional (Bapanas), harga rata-rata nasional bahkan sempat mencapai Rp17.492 per liter atau lebih tinggi sekitar 11 persen dari HET.
Kelangkaan pasokan di sejumlah daerah juga turut mendorong kenaikan harga di tingkat konsumen. Di beberapa pasar tradisional, harga Minyakita dilaporkan tembus hingga Rp22.500 per liter.
Faktor Global Jadi Pertimbangan
Pemerintah mengakui bahwa kenaikan harga minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) global menjadi salah satu faktor utama yang mendorong wacana penyesuaian HET.
Sekretaris Utama Badan Pangan Nasional, Sarwo Edhy, menyebut kajian dilakukan untuk menjaga keseimbangan antara biaya produksi dan daya beli masyarakat.
“Masih dalam kajian. Jangan sampai kita menaikkan tapi akan memberatkan masyarakat,” kata Sarwo dalam keterangan yang dikutip dari Antara, Rabu (4/3/2026), di Jakarta.
Ia menambahkan, pemerintah juga mempertimbangkan kondisi distribusi serta pasokan dalam negeri sebelum mengambil keputusan final.
Pemerintah Jaga Stabilitas Harga
Selain wacana kenaikan HET, pemerintah tetap berupaya menjaga stabilitas harga melalui pengawasan distribusi dan penertiban penjualan di atas ketentuan.
Kementerian Perdagangan menegaskan akan menindak pelaku usaha yang menjual Minyakita melebihi HET, sembari memperkuat sistem distribusi melalui BUMN pangan seperti Perum Bulog.
Ke depan, keputusan terkait kenaikan HET Minyakita akan sangat bergantung pada hasil evaluasi menyeluruh, termasuk dampaknya terhadap inflasi dan daya beli masyarakat.
Dengan kondisi harga yang sudah melampaui batas di lapangan, kebijakan penyesuaian HET dinilai menjadi opsi yang tengah dipertimbangkan pemerintah untuk menjaga keberlanjutan pasokan sekaligus stabilitas pasar.
(berbagai sumber)

Posting Komentar untuk "HET Minyakita Diusulkan Naik, Pemerintah Masih Hitung Dampaknya ke Masyarakat"