GEBRAK.ID; MANADO – Wajah baru TK Negeri 10 Manado menjadi simbol komitmen pemerintah dalam membenahi pendidikan dari jenjang paling dasar. Sekolah yang sebelumnya kerap kebanjiran saat hujan itu kini berdiri lebih layak, aman, dan ramah anak setelah direvitalisasi oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).
Peresmian Revitalisasi Satuan Pendidikan di Provinsi Sulawesi Utara dipusatkan di sekolah tersebut, Selasa (21/4/2026). Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, menyatakan bahwa pembenahan infrastruktur sekolah merupakan amanat langsung Presiden RI Prabowo Subianto agar tidak ada lagi bangunan pendidikan yang rusak atau membahayakan siswa.
“Arahan Bapak Presiden sangat jelas, tidak boleh ada sekolah yang atapnya runtuh dan tidak memiliki fasilitas dasar yang layak. Karena itu, kita mulai dari pendidikan anak usia dini. Dari sinilah masa depan bangsa dibentuk,” ujar Abdul Mu’ti di Manado.
Revitalisasi Lampaui Target Nasional
Secara nasional, program revitalisasi menunjukkan capaian signifikan. Pada 2025, realisasi mencapai 16.167 satuan pendidikan atau 154,9 persen dari target awal 10.440 sekolah.
Tahun 2026, program ini berlanjut dengan target awal 11.744 satuan pendidikan dan berpotensi meningkat hingga 71.744 sekolah, menyusul arahan Presiden untuk memperluas sasaran hingga sekitar 60 ribu satuan pendidikan tambahan.
Di Sulawesi Utara, revitalisasi menyentuh 248 satuan pendidikan yang terdiri atas 247 sekolah dan satu Unit Sekolah Baru dengan total anggaran Rp231 miliar. Dari jumlah tersebut, 151 sekolah diresmikan dalam rangkaian kegiatan yang dimulai di Manado.
Menteri Mu’ti juga menandatangani empat prasasti secara simbolis yang mewakili tiap jenjang pendidikan: TK Negeri 10 Manado, SD Inpres Kalagheng, SMP Negeri 5 Tomohon, dan SMK Muhammadiyah Manado. Sementara 147 prasasti lainnya ditandatangani bersama jajaran pimpinan daerah.
58 Persen Bangunan TK dan SD Masih Rusak
Gubernur Sulawesi Utara, Yulius Selvanus, menyebut program revitalisasi ini menjawab kondisi riil di lapangan. Berdasarkan data pemerintah daerah, sekitar 58 persen bangunan TK dan SD, 56 persen SMP, serta 46 persen SMA di Sulut masih dalam kondisi rusak.
“Revitalisasi ini adalah langkah percepatan yang sangat kami butuhkan. Harapannya, dalam beberapa tahun ke depan kondisi sarana pendidikan di Sulawesi Utara jauh lebih baik,” ujarnya.
“Kalau Hujan, Air Masuk Sampai ke Kelas”
Kepala TK Negeri 10 Manado, Meity Linda Paat, mengaku bersyukur atas perubahan besar yang dirasakan sekolahnya. Ia mengenang kondisi sebelum revitalisasi, ketika proses belajar kerap terganggu oleh bangunan yang tak lagi layak.
“Kalau hujan, air masuk sampai ke dalam kelas dan menggenang seperti kolam. Anak-anak jadi takut datang ke sekolah karena khawatir terpeleset. Atap, plafon, sampai dinding banyak yang sudah rusak,” tutur Meity.
Selain itu, keterbatasan ruang kelas menjadi persoalan serius. Dengan jumlah murid mencapai 111 anak, sekolah harus berjuang mengatur ruang belajar. Bahkan kini, setelah direnovasi, daftar tunggu sudah mencapai 30 anak.
Pada 2025, TK Negeri 10 Manado menerima anggaran revitalisasi lebih dari Rp1 miliar. Pembangunan ruang kelas baru, ruang administrasi, perbaikan sanitasi, hingga penyediaan toilet ramah difabel membuat lingkungan belajar jauh lebih nyaman.
“Sekarang anak-anak datang dengan semangat, guru lebih nyaman mengajar, dan orang tua makin percaya menyekolahkan anaknya di sini,” jelas Meity.
Transformasi Digital Ikut Diperkuat
Revitalisasi tidak hanya menyasar perbaikan fisik bangunan, tetapi juga transformasi pembelajaran berbasis teknologi. Pada 2025, distribusi Interactive Flat Panel (IFP) secara nasional mencapai 288.865 unit dan diproyeksikan meningkat menjadi sekitar 886.595 unit pada 2026.
Di Sulawesi Utara sendiri, sebanyak 3.760 unit IFP telah disalurkan, dengan Kota Manado menerima 506 unit dan salah satu kabupaten menerima 512 unit.
Langkah ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah untuk memastikan penguatan pendidikan dilakukan secara menyeluruh—mulai dari sarana fisik hingga pemanfaatan teknologi pembelajaran.
Revitalisasi TK Negeri 10 Manado menjadi bukti bahwa investasi pada pendidikan anak usia dini bukan sekadar membangun gedung, tetapi membangun fondasi masa depan generasi Indonesia.
(BKHM Setjen Kemendikdasmen)

Posting Komentar untuk "Dulu Kebanjiran Saat Hujan, Kini TK Negeri 10 Manado Tampil Baru Usai Revitalisasi Kemendikdasmen"