GEBRAK.ID; PARIS – Pemerintah Indonesia tidak main-main dalam memperjuangkan warisan budaya di kancah global. Melalui Kementerian Kebudayaan, Indonesia resmi mencalonkan diri sebagai anggota Intergovernmental Committee for the Safeguarding of the Intangible Cultural Heritage (Komite Warisan Budaya Takbenda) UNESCO untuk periode 2026–2030.
Langkah strategis ini disampaikan dalam Sidang Executive Board ke-224 UNESCO yang berlangsung di Kantor Pusat UNESCO, Paris, pada Rabu (22/4/2026). Indonesia memanfaatkan momen ini untuk menggalang dukungan internasional sekaligus memperkenalkan visi kebudayaan nasional.
Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, yang hadir langsung memaparkan pencalonan tersebut. Ia mengusung platform bernama Living Heritage, Shared Future.
"Indonesia berkomitmen memperkuat pelindungan warisan budaya takbenda dunia berbasis komunitas, mendorong kerja sama yang lebih setara, serta memperluas akses terhadap dukungan internasional bagi negara-negara berkembang," ujar Fadli Zon dalam forum yang dihadiri sekitar 300 delegasi dari negara anggota dan sekretariat UNESCO.
Tak sekadar pidato, Indonesia juga menghadirkan pertunjukan Tari Pendet dan Gamelan. Kedua warisan budaya ini telah diakui UNESCO. Tari Pendet merupakan bagian dari Tiga Genre Tari Tradisional Bali yang diinskripsi pada 2015, sementara Gamelan menyusul pada 2021.
Lebih dari itu, Fadli Zon juga mempresentasikan proposal pembentukan Asia-Pacific Center for Community-Based Safeguarding of Intangible Cultural Heritage di Indonesia. Pusat ini direncanakan sebagai Category 2 Centre UNESCO.
"Ini adalah kontribusi nyata Indonesia bagi kawasan Asia-Pasifik dalam penguatan kapasitas, pertukaran pengetahuan, dan pelestarian warisan budaya takbenda," jelas Fadli Zon.
Turut mendampingi Menteri dalam pertemuan bilateral itu antara lain Dirjen Diplomasi, Promosi, dan Kerja Sama Kebudayaan, Endah T.D. Retnoastuti; Direktur Diplomasi, Raden Usman Effendi; serta Kepala Museum dan Cagar Budaya, Esti Nurjadin.
Dengan kekayaan budaya takbenda yang luar biasa, Indonesia terus menunjukkan komitmen menjadikan budaya sebagai pilar pembangunan berkelanjutan. Kini, dukungan negara anggota UNESCO menjadi kunci agar langkah ini membuahkan hasil.
(Humas Kementerian Kebudayaan)

Posting Komentar untuk "Indonesia Maju Jadi Kandidat Anggota Komite Warisan Budaya Takbenda UNESCO 2026-2030"