GEBRAK.ID; JAKARTA — Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) kembali menegaskan komitmennya dalam membangun tata kelola pemerintahan yang bersih dan profesional dengan memberikan penghargaan kepada unit kerja dan satuan kerja berprestasi sepanjang 2025.
Apresiasi tersebut diberikan dalam enam kategori strategis, mulai dari Nilai Kinerja Anggaran (NKA), Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP), Keterbukaan Informasi Publik (KIP), pengawasan kearsipan, pengadaan barang dan jasa, hingga pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas Korupsi dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (ZI WBK/WBBM).
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu'ti, menyampaikan bahwa capaian tersebut merupakan hasil kerja kolektif seluruh jajaran kementerian dalam memperkuat tata kelola yang akuntabel dan berorientasi pelayanan publik.
“Prestasi yang diraih menunjukkan kerja sama yang solid dan mulai memberikan hasil nyata. Ini harus menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas kinerja ke depan,” ujar Mendikdasmen Mu'ti di Jakarta, Kamis (23/4/2026).
Dorong Budaya Kerja RAMAH dan SANTUN
Menteri Mu’ti menekankan pentingnya membangun budaya birokrasi yang lebih sederhana, transparan, dan berdampak. Ia mengajak seluruh aparatur untuk mengedepankan prinsip kerja RAMAH (Responsif, Akuntabel, Melayani, Adaptif, dan Harmoni) dan SANTUN (Setia, Amanah, Negarawan, Teladan, Unggul, dan Ngemong) dalam memberikan layanan kepada masyarakat.
“Kita harus memastikan setiap kinerja dapat dipertanggungjawabkan, sekaligus memberikan manfaat nyata bagi publik,” tegas dia.
Capaian Kinerja Terus Meningkat
Sekretaris Jenderal Kemendikdasmen, Suharti, mengungkapkan bahwa tren kinerja tata kelola kementerian terus menunjukkan peningkatan signifikan.
Pada aspek NKA, Kemendikdasmen berhasil menempati peringkat keempat secara nasional, mencerminkan perbaikan dalam pengelolaan anggaran. Sementara itu, jumlah satuan kerja dengan predikat tertinggi SAKIP (AA) meningkat dari 28 menjadi 48 unit.
Di bidang keterbukaan informasi, sebanyak 85 satuan kerja mengikuti penilaian dan 18 di antaranya meraih predikat informatif. Hal ini menandakan semakin kuatnya komitmen transparansi di lingkungan kementerian.
Selain itu, penguatan tata kelola kearsipan dilakukan bersama Arsip Nasional Republik Indonesia guna memastikan tertib administrasi dan pengelolaan dokumen negara.
Zona Integritas Makin Meluas
Kemajuan juga terlihat dalam pembangunan Zona Integritas. Dari 48 satuan kerja yang diusulkan pada 2025, sebanyak 14 berhasil meraih predikat WBK dan lima lainnya meraih WBBM. Angka ini meningkat dibanding tahun sebelumnya.
“Ini menunjukkan komitmen kuat seluruh unit kerja dalam membangun birokrasi yang bersih dan melayani,” kata Suharti.
Apresiasi dari Pemerintah Pusat
Penghargaan tersebut juga mendapat respons positif dari Kementerian PANRB. Menteri PANRB, Rini Widyantini, menilai transformasi tata kelola di Kemendikdasmen berjalan konsisten dan berdampak langsung bagi masyarakat.
Hal senada disampaikan Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa. Ia menegaskan bahwa tata kelola yang baik menjadi kunci pengelolaan anggaran yang efektif.
“Ini bukan sekadar penghargaan, tetapi validasi bahwa anggaran dikelola dengan benar dan hasilnya dirasakan masyarakat,” ujar Purbaya.
Dengan capaian tersebut, Kemendikdasmen berharap seluruh unit kerja dapat terus mempertahankan kinerja dan meningkatkan kualitas layanan pendidikan di Indonesia secara berkelanjutan.
(BKHM Setjen Kemendikdasmen)

Posting Komentar untuk "Kemendikdasmen Apresiasi Kinerja Terbaik 2025 demi Perkuat Birokrasi RAMAH dan SANTUN"