Editor: Damar Pratama
Timnas sepak bola Iran. (Foto: Iran)
GEBRAK.ID – Sepak bola dan politik memang sulit dipisahkan. Namun, kali ini urusan gurun pasir dan gedung putih memanas setelah Amerika Serikat (AS) disebut-sebut mengusulkan penggantian tim nasional (timnas) Iran dengan Italia di ajang Piala Dunia.
Kedutaan Besar Iran di Italia merespons keras wacana tersebut. Dalam pernyataannya pada Kamis (23/4/2026), mereka mengecam AS yang dinilai mengalami "kebangkrutan moral" lantaran berusaha mengecualikan Iran dari turnamen sepak bola paling bergengsi di dunia.
"Sepak bola adalah milik rakyat, bukan politisi. Italia telah mencapai kejayaan di lapangan, bukan berkat keuntungan politik," demikian pernyataan resmi kedutaan.
Lebih lanjut, pihak Kedutaan Iran menyindir keras sikap Washington.
"Upaya untuk mengecualikan Iran dari Piala Dunia hanya menunjukkan kebangkrutan moral Amerika Serikat, yang bahkan takut akan kehadiran 11 pemain muda Iran di atas lapangan," sindir mereka.
Wacana kontroversial ini berawal dari pernyataan Utusan Khusus AS untuk kemitraan global, Paolo Zampolli, kepada surat kabar Financial Times. Zampolli mengaku telah mengusulkan agar Italia menggantikan Iran di tengah ketegangan geopolitik yang melibatkan para pemimpin kedua negara Barat tersebut.
Artikel Terkait: FIFA Bantah Isu Pemindahan Laga Iran ke Meksiko di Piala Dunia 2026: "Kami Tunggu Semua Tim di Amerika"
Namun, langkah itu langsung mendapat penolakan dari dalam negeri Italia sendiri. Presiden Komite Olimpiade Italia, Luciano Buonfiglio, menilai laporan tentang penggantian Iran sebagai sesuatu yang menyinggung. Ia menegaskan bahwa hak untuk lolos ke Piala Dunia harus diraih di lapangan, bukan melalui meja perundingan.
Ironisnya, Italia sendiri gagal lolos ke Piala Dunia untuk ketiga kalinya secara beruntun setelah dikalahkan oleh Bosnia dan Herzegovina pada 31 Maret 2026 lalu. Sementara Iran berhasil mengamankan tiket melalui babak kualifikasi.
Dilaporkan bahwa Presiden AS Donald Trump disebut-sebut sedang mengejar diplomasi sepak bola untuk memulihkan hubungan dengan sekutu NATO-nya, Italia, setelah sebelumnya terjadi konflik terkait pangkalan militer dan kritik Trump terhadap Paus Leo XIV.
Hingga saat ini, FIFA selaku induk sepak bola dunia belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait wacana kontroversial yang dinilai melanggar integritas olahraga ini.
(Sumber: Sputnik)
Posting Komentar untuk "Iran Hardik AS: Usul Ganti Tim di Piala Dunia 2026 Bukti Kebangkrutan Moral"