
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa dalam Rapat Kerja bersama Komisi XI DPR RI di Jakarta, Senin (6/4/2026). (Foto: Tangkapan layar Youtube DPR RI)
Editor: Zaky AH
GEBRAK.ID; JAKARTA – Di tengah meningkatnya kekhawatiran masyarakat akibat melonjaknya harga minyak dunia pascaeskalasi konflik AS-Israel melawan Iran, Menteri Keuangan (Menkeu) RI Purbaya Yudhi Sadewa memberikan kabar yang menenangkan. Pemerintah secara tegas memastikan bahwa harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi tidak akan naik hingga akhir tahun 2026.
Pernyataan ini disampaikan langsung oleh Menkeu Purbaya dalam Rapat Kerja bersama Komisi XI DPR RI di Jakarta, Senin (6/4/2026). Ia memastikan bahwa pihaknya telah melakukan perhitungan matang terhadap ketahanan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) di tengah gejolak energi global.
“Kami siap tidak menaikkan harga sampai akhir tahun untuk BBM bersubsidi, dengan asumsi harga minyak 100 dolar AS per barel sampai akhir tahun, sudah dihitung rata-rata,” ujar Purbaya.
Beda Nasib BBM Subsidi dan Nonsubsidi
Meski BBM subsidi dipastikan aman, Purbaya tidak dapat memberikan jaminan serupa untuk BBM nonsubsidi seperti Pertamax, Pertamax Turbo, dan Dexlite. Komoditas tersebut tidak mendapatkan keringanan harga dari pemerintah sehingga harganya sangat dinamis mengikuti mekanisme pasar dan harga keekonomian.
“Kami siap tidak menaikkan sampai akhir tahun untuk BBM bersubsidi. Untuk non-subsidi, itu tidak bisa kami jamin karena itu tergantung harga pasar,” jelas Purbaya.
Hingga saat ini, harga BBM nonsubsidi di SPBU Pertamina masih terpantau sama seperti periode Maret 2026. Di wilayah Jakarta misalnya, Pertamax masih dibanderol Rp 12.300 per liter, Pertamax Turbo Rp 13.100 per liter, dan Dexlite Rp 14.200 per liter.
'Amunisi' Fiskal yang Siap Digelontorkan
Untuk menjaga ketahanan fiskal, Purbaya mengungkapkan pemerintah telah menyiapkan tambahan anggaran belanja subsidi energi sebesar Rp90 triliun hingga Rp100 triliun pada tahun ini.
Selain itu, pemerintah masih memiliki sumber dana cadangan berupa Sisa Anggaran Lebih (SAL) yang mencapai Rp420 triliun, termasuk Rp200 triliun yang ditempatkan di perbankan. Dana ini akan menjadi bantalan (cushion) jika tekanan harga minyak dunia terus meningkat.
“Yang penting adalah dananya ada, cushion kita masih ada. Nanti juga Pak Menteri ESDM menjanjikan pendapatan yang lebih dari kenaikan harga minyak dan harga batubara di pasar dunia,” cetus Purbaya.
Bantah Isu Miring: “Uang Saya Kata Orang Tinggal 2 Minggu”
Menkeu Purbaya juga membantah keras isu liar yang menyebut APBN hanya akan bertahan dua minggu jika harga BBM subsidi tidak segera dinaikkan. Ia mengaku heran karena isu tersebut justru disebut-sebut berasal dari internal kementeriannya sendiri.
“Uang saya katanya tinggal dua minggu saja sudah habis. Saya baru tahu, padahal menterinya saya sendiri. Jadi saya agak bingung, kok bisa isu ini malah menyebar dari dalam,” ungkap Purbaya dengan nada sarkas. “Jadi, masyarakat di luar nggak usah ribut, nggak usah takut, kami sudah hitung anggaran subsidinya masih cukup.”
Dengan berbagai simulasi yang telah disiapkan, pemerintah optimistis dapat menjaga stabilitas ekonomi dan daya beli masyarakat hingga akhir tahun. Masyarakat pun diimbau untuk tetap tenang dan bijak dalam menggunakan BBM.
(Sumber: DPR RI)
Posting Komentar untuk "Jaminan dari Menkeu, Harga BBM Subsidi Aman hingga Akhir 2026, Masyarakat tak Perlu Panik!"