![]() |
| KAI buka posko tanggap darurat selama 14 hari pasca kecelakaan kereta api di Stasiun Bekasi Timur. (Foto: Gebrak.id/AI) |
Editor: Devona R
GEBRAK.ID; JAKARTAJakarta, – PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI resmi memperpanjang masa layanan pos tanggap darurat selama 14 ke depan pascakecelakaan maut antara KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4) malam.
Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin menyampaikan bahwa pos tanggap darurat akan ditempatkan di Stasiun Gambir dan Stasiun Bekasi Timur. Langkah ini diambil untuk memudahkan keluarga korban memperoleh informasi, bantuan, serta layanan pengaduan.
"Kami akan extend pos tanggap darurat ini selama dua minggu ke depan, 14 hari, dan itu akan ada di Stasiun Gambir dan di Stasiun Bekasi Timur," ujar Bobby dalam konferensi pers di Stasiun Bekasi Timur, Selasa (28/4).
Selain pos fisik, layanan call center 121 juga tetap siaga 24 jam untuk menerima pertanyaan dan laporan dari masyarakat terdampak.
Evakuasi Rampung, Jalur Hilir Beroperasi Normal
Bobby memastikan proses evakuasi rangkaian kereta yang terlibat tabrakan telah selesai 100 persen. Seluruh gerbong KA Argo Bromo Anggrek yang terdampak sudah dipindahkan dari lokasi kejadian.
"Evakuasi dari kereta Argo Anggrek sudah kami bisa lakukan 100 persen. Jalur hilirnya dari tadi malam juga sudah kita buka dan bisa beroperasi normal," ujarnya.
Meski begitu, operasional KRL lintas Bekasi Timur masih ditutup sementara hingga batas waktu yang belum ditentukan. Untuk sementara, layanan Commuter Line hanya beroperasi sampai Stasiun Bekasi sambil menunggu evaluasi keselamatan lanjutan.
Barang Korban Diamankan, Investigasi Berlanjut
Barang-barang milik penumpang yang ditemukan di lokasi kecelakaan saat ini diamankan melalui layanan lost and found dan didata bersama kepolisian untuk mendukung proses identifikasi.
(berbagai sumber)

Posting Komentar untuk "KAI Perpanjang Pos Tanggap Darurat 14 Hari di Bekasi dan Gambir, Korban Meninggal Kecelakaan KRL-KA Argo Bromo 14 Jiwa"