GEBRAK.ID; JAKARTA – Upaya menyiapkan generasi unggul Indonesia di kancah global terus diperkuat. Kali ini, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Pusat Prestasi Nasional menggelar Pembinaan Tahap II bagi calon delegasi ajang International Geography Olympiad (iGeo) 2026.
Program ini menjadi fase krusial sebelum penentuan empat siswa terbaik yang akan mewakili Indonesia di ajang bergengsi yang digelar di Istanbul, Turki, pada 7–11 Agustus 2026.
Kepala Pusat Prestasi Nasional Kemendikdasmen, Maria Veronica Irene Herdjiono, mengatakan bahwa pembinaan ini dirancang untuk memastikan para siswa tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga siap menghadapi tantangan kompetisi internasional.
“Kami ingin memastikan para murid mendapatkan fasilitasi terbaik hingga ke ajang internasional. Jadi tidak hanya unggul secara teori, tetapi juga matang dalam praktik,” ujar Maria Veronica.
Sebanyak 14 siswa terbaik hasil seleksi Olimpiade Sains Nasional (OSN) cabang geografi mengikuti pembinaan tahap ini. Mereka berasal dari berbagai daerah di Indonesia, mulai dari Jakarta, Pekanbaru, Jombang, hingga Kalimantan Selatan dan Batam.
Selama dua pekan, para peserta menjalani pelatihan intensif yang mencakup pendalaman teori hingga praktik lapangan. Materi yang diberikan meliputi Written Response Test (WRT), Multimedia Test (MMT), serta Fieldwork Test (FWT) yang menjadi komponen utama dalam kompetisi iGeo.
Pendampingan dilakukan langsung oleh tim pembina yang terdiri dari akademisi dan praktisi geografi berpengalaman. Hal ini bertujuan untuk memberikan pemahaman komprehensif, sekaligus membekali peserta dengan kemampuan analisis dan pemecahan masalah berbasis kondisi nyata.
Salah satu peserta, Luminaire Tribuana Celmira, mengaku merasakan peningkatan tantangan dalam tahap pembinaan kali ini. Ia menyebut kegiatan praktik lapangan menjadi bagian yang paling menantang sekaligus berharga.
“Pembinaan tahap kedua ini jauh lebih padat dan melelahkan. Kami langsung terjun ke lapangan, jadi pengalaman yang didapat jauh lebih nyata,” ungkap Luminaire.
Meski demikian, Luminaire merasa bersyukur dapat menjadi bagian dari program ini. Ia berharap pembinaan yang dijalani dapat meningkatkan kemampuannya di bidang geografi secara lebih mendalam.
Hal serupa disampaikan peserta lainnya, Fremmunizar Syahel Akbar, yang menilai pembinaan ini tidak hanya memperkaya pengetahuan, tetapi juga memperluas jaringan pertemanan antar peserta dari seluruh Indonesia.
“Kami bisa bertemu dan bertukar pengalaman dengan sesama peraih OSN. Ini jadi motivasi untuk memberikan yang terbaik bagi Indonesia,” ujar Fremmunizar.
Dari 14 peserta tersebut, hanya empat siswa yang akan dipilih untuk menjadi delegasi resmi Indonesia di iGeo 2026. Namun demikian, seluruh peserta tetap mendapatkan manfaat besar dari proses pembinaan ini, baik dari sisi akademik maupun pengalaman.
Program ini juga menjadi bagian dari strategi jangka panjang pemerintah dalam membangun talenta unggul di bidang sains. Pembinaan berkelanjutan dinilai penting agar siswa Indonesia mampu bersaing di tingkat global.
Selain itu, keikutsertaan dalam ajang internasional seperti iGeo tidak hanya mengharumkan nama bangsa, tetapi juga membuka peluang bagi siswa untuk mengembangkan wawasan global dan jejaring internasional.
Dengan pembinaan yang terstruktur dan intensif, Indonesia optimistis dapat kembali mencatatkan prestasi membanggakan di ajang International Geography Olympiad 2026.
Langkah ini sekaligus menegaskan komitmen pemerintah dalam mencetak generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga adaptif, kompetitif, dan siap menghadapi tantangan dunia.
(BKHM Setjen Kemendikdasmen)

Posting Komentar untuk "Menuju Geography Olympiad 2026 Istanbul: 14 Siswa Terbaik Indonesia Digembleng Lewat Pembinaan Intensif"