Editor: Damar Pratama
Masih ada jutaan anak Indonesia yang harus membagi waktu antara belajar dan mencari nafkah. (Foto ilustrasi: Freepik)
GEBRAK.ID; JAKARTA – Angka mengejutkan datang dari hasil riset lembaga ternama. Di tengah gencarnya program perlindungan anak, ternyata masih ada jutaan anak Indonesia yang harus membagi waktu antara belajar dan mencari nafkah.
Laporan terbaru dari Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LPEM FEB UI) mengungkap data yang memprihatinkan. Tercatat sebanyak 1,83 juta anak di tanah air diketahui masih aktif bekerja.
Lebih miris lagi, dari jumlah tersebut, 72 persen di antaranya ternyata masih bersekolah. Sisanya, 26 persen sudah tidak bersekolah, dan 2 persen lainnya tidak pernah mengenyam pendidikan sama sekali.
Temuan ini tertuang dalam laporan bertajuk "Keterlibatan Anak dalam Aktivitas Ekonomi: Antara Strategi Rumah Tangga dan Tantangan Perlindungan Anak". Laporan ini merupakan bagian dari Labor Market Brief Volume 7, Nomor 3, Maret 2026, dan ditulis oleh dua peneliti LPEM FEB UI, Muhammad Hanri, Ph.D., serta Nia Kurnia Sholihah, ME.
Angka ini bukan sekadar statistik. Di balik 1,83 juta anak tersebut, ada mimpi yang tertunda, masa kecil yang hilang, dan tekanan ekonomi yang memaksa mereka dewasa sebelum waktunya.
Para peneliti menyebut bahwa fenomena ini seringkali merupakan strategi rumah tangga miskin untuk bertahan hidup. Anak-anak dilibatkan dalam aktivitas ekonomi bukan karena pilihan, melainkan karena kebutuhan.
Yang paling tragis, anak-anak yang bekerja sambil sekolah berisiko mengalami kelelahan kronis, prestasi belajar menurun, hingga putus sekolah di tengah jalan. Mereka terjebak dalam lingkaran yang sulit diputus: bekerja karena miskin, dan tetap miskin karena tidak sempat belajar optimal.
Pemerintah dan berbagai pihak kini dituntut untuk tidak hanya menyediakan sekolah gratis, tetapi juga jaring pengaman sosial yang mampu mencegah anak-anak jatuh ke dalam pekerjaan anak. Karena tanpa intervensi serius, angka 1,83 juta ini bisa terus membayangi masa depan generasi bangsa.
(Sumber: LPEM FEB UI)
Posting Komentar untuk "Miris! LPEM FEB UI: 1,83 Juta Anak Indonesia Terpaksa Bekerja, Mayoritas Justru Masih Sekolah"