Momen Kritis di Perlintasan: Pakar Ungkap Cara Ampuh Agar Mobil Listrik Tak Mati Saat Melintasi Rel Kereta

 

Ilustrasi mobil melintas di perlintasan sebidang rel kereta api ( Foto: Gebrak.id/ AI) 

Editor: Dinar Kencana

GEBRAK.ID; JAKARTA — Tragedi kecelakaan maut yang melibatkan taksi listrik Green SM dengan Commuter Line di Bekasi pada Senin (27/4) lalu menyisakan duka mendalam sekaligus alarm keras bagi seluruh pengguna kendaraan listrik di Indonesia. Belasan nyawa melayang dalam insiden beruntun tersebut, yang diduga dipicu oleh mobil listrik yang tiba-tiba mati di tengah perlintasan kereta.

Peristiwa itu sontak memunculkan pertanyaan besar: mengapa mobil listrik rentan mogok saat melintasi rel, dan bagaimana cara pencegahannya? Para peneliti otomotif dan pakar transportasi dari institusi terkemuka Tanah Air memberikan jawaban ilmiah dan solusi praktis yang wajib diketahui setiap pemilik kendaraan listrik.

Medan Elektromagnetik: Ancaman Tak Terlihat di Perlintasan

Peneliti senior Pusat Sistem Transportasi Berkelanjutan Institut Teknologi Bandung (ITB), Agus Purwadi, menjelaskan inti permasalahan bukanlah pada kualitas mobil listrik semata, melainkan pengaruh fisik dari infrastruktur rel itu sendiri.

"Sistem kontrol atau sensor pada mobil listrik bisa terpengaruh atau terganggu oleh medan magnet kuat akibat adanya arus listrik kereta yang lintasannya juga mengalir di jalur aliran atas serta relnya," ujar Agus saat dihubungi, Rabu (29/4).

Kereta listrik seperti KRL menghasilkan medan elektromagnetik yang sangat masif. Ketika sebuah mobil listrik—yang sarat dengan komponen elektronik seperti Power Control Unit (PCU) dan Vehicle Control Unit (VCU)—melewati area tersebut, medan magnet dari rel dapat menginduksi sistem kelistrikan mobil. Akibatnya, terjadi gangguan sinyal atau bahkan kerusakan komponen sesaat yang membuat kendaraan mendadak mati.

Langkah Pencegahan Kunci: Jaga Jarak dan Jangan Memaksa

Menghadapi risiko ini, Agus Purwadi menekankan bahwa perilaku pengemudi menjadi faktor penentu keselamatan. Bukan hanya soal teknik berkendara, tetapi kedisiplinan dalam menjaga jarak aman.

"Agar lebih aman, maka jaga jarak aman dari lintasan rel kereta dan pastikan jangan memaksakan lewat di atas rel bila diketahui akan ada kereta listrik yang segera lewat," tegasnya.

Artinya, ketika palang pintu sudah mulai ditutup atau tanda peringatan berbunyi, pengemudi mobil listrik disarankan untuk tidak mencoba menerobos atau bahkan berhenti terlalu dekat dengan rel. Jarak minimal 5-10 meter dari lintasan aktif bisa menjadi buffer zone untuk mengurangi intensitas paparan medan elektromagnetik.

Selain itu, pengendara tidak boleh buru-buru melewati rel jika ada kereta yang melintas dalam waktu dekat. Medan elektromagnetik terkuat justru terjadi beberapa detik sebelum kereta benar-benar tiba.

Solusi Jangka Panjang: Hilangkan Perlintasan Sebidang

Lebih jauh, Agus menyoroti akar masalah infrastruktur. Menurutnya, solusi paling ideal adalah menghilangkan perlintasan sebidang (level crossing) antara jalur kereta api dan jalan raya, khususnya pada jalur kereta listrik padat.

"Ke depannya, untuk meminimalisasi pengaruh medan elektromagnetik, maka memang untuk jalur kereta listrik sebaiknya diupayakan tidak ada perlintasan yang sebidang," ucap Agus.

Dengan konstruksi flyover atau underpass, risiko interaksi antara medan magnet kereta dan sistem elektronik mobil listrik dapat ditekan secara signifikan.

Penjelasan Ilmiah: Mengapa Mobil Listrik Lebih Rentan?

Kepala Peneliti Kendaraan Listrik Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Muhammad Nur Yuniarto, memberikan penjelasan lebih teknis. Ia menegaskan bahwa radiasi elektromagnetik dapat saling menginduksi.

"Elektromagnetik bisa saling menginduksi. Jadi kalau bersentuhan dengan yang bisa terinduksi, nanti menimbulkan medan magnet dan bisa merusak komponen elektronika," jelas Nur.

Meskipun mobil konvensional juga memiliki ECU (Engine Control Unit) yang rentan, mobil listrik memiliki potensi kerusakan lebih tinggi karena mayoritas sistem kendalinya berbasis elektronik dan tegangan tinggi.

Namun, ini bukan berarti mobil listrik cacat desain. Nur menjelaskan bahwa sebenarnya ada metode pelindung, seperti penggunaan isolator aluminium foil yang berfungsi mendefleksikan (membelokkan) radiasi elektromagnetik. Sayangnya, tidak semua mobil listrik dipasangi pelindung semacam itu secara standar pabrik.

Nur juga mengingatkan bahwa saat ini produsen mobil listrik, termasuk untuk jenis UNR 100 dan motor listrik UNR 136, mulai melakukan pengujian EMC (Electro Magnetic Compatibility). Uji ini bertujuan memastikan sistem kontrol mobil tidak mengganggu dan tidak terganggu oleh medan elektromagnetik dalam ambang batas tertentu.

Rekomendasi untuk Pengendara dan Pemerintah

Menyikapi kejadian berulang di perlintasan sebidang, berikut rekomendasi praktis yang bisa segera diterapkan:

1. Bagi Pengemudi Mobil Listrik:

   · Jaga jarak minimal 10 meter dari rel saat kereta akan lewat.

   · Matikan sementara sistem hiburan atau perangkat elektronik non-esensial saat akan melewati rel untuk mengurangi potensi interferensi.

   · Jangan panik jika mobil tiba-tiba mati di tengah rel. Segera turunkan penumpang dan hubungi petugas atau gunakan emergency brake jika ada.

   · Lakukan pengecekan berkala pada sistem shielding elektromagnetik di bengkel resmi.

2. Bagi Pemerintah dan Operator Kereta:

   · Mempetakan titik-titik perlintasan sebidang dengan frekuensi tinggi dan lalu lintas kendaraan listrik padat.

   · Mempercepat program grade separation (pemisahan perlintasan) di jalur padat.

   · Memasang peringatan jarak aman khusus untuk kendaraan listrik di perlintasan yang tersisa.

Kewaspadaan adalah Kunci

Teknologi mobil listrik memang masa depan mobilitas yang lebih hijau. Namun, tanpa pemahaman memadai tentang interaksinya dengan lingkungan, khususnya infrastruktur kereta listrik, risiko keselamatan tetap mengintai. Insiden di Bekasi bukanlah vonis mati bagi kendaraan listrik, melainkan panggilan darurat untuk meningkatkan kewaspadaan, kedisiplinan berkendara, dan akselerasi pembenahan infrastruktur perlintasan.

Seperti diingatkan para peneliti, menjaga jarak dan tidak memaksakan lewat bukanlah tindakan takut berlebihan, melainkan langkah cerdas yang bisa menyelamatkan nyawa. 

( berbagai sumber

Posting Komentar untuk "Momen Kritis di Perlintasan: Pakar Ungkap Cara Ampuh Agar Mobil Listrik Tak Mati Saat Melintasi Rel Kereta"