GEBRAK.ID; BANJARNEGARA – Semangat emansipasi perempuan di Hari Kartini tahun 2026 ini mendapat dorongan konkret melalui peluncuran program Digital Empowerment for Women and Youth (DEWY) 3.0 di Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah. Program ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat kapasitas perempuan pelaku usaha mikro agar lebih adaptif terhadap transformasi digital.
Inisiatif ini merupakan hasil kolaborasi antara Kedutaan Besar Inggris di Jakarta melalui Digital Access Programme (DAP), BRI Research Institute, serta Pusat Inkubator Bisnis LPPM Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed). Peluncuran perdana digelar pada 21 April 2026 di Kecamatan Batur, dilanjutkan ke Purbalingga pada 23 April, dan ditutup di PLUT Banjarnegara pada 25 April 2026.
Program DEWY 3.0 dirancang untuk mendorong inklusi digital sekaligus memperkuat daya saing usaha mikro, khususnya yang dikelola perempuan dan generasi muda. Sebanyak 150 pelaku usaha dari Banjarnegara, Batur, dan Purbalingga menjadi sasaran awal program ini.
Perwakilan Kedutaan Besar Inggris, Rita Damayanti, menyoroti pentingnya percepatan transformasi digital UMKM di Indonesia. Ia menyebut, indeks digitalisasi UMKM nasional pada 2023 baru mencapai 48,7 persen.
“Adopsi digital masih tergolong moderat. Padahal penetrasi internet cukup tinggi. Tantangan kita saat ini bukan hanya mendorong UMKM go online, tetapi bagaimana mengoptimalkan seluruh ekosistem digital, mulai dari pemasaran hingga operasional,” ujar Rita dalam siaran persnya, Senin (27/4/2026).
Dalam pelatihan, peserta dibekali berbagai keterampilan praktis seperti pengembangan inovasi produk, penggunaan sistem pencatatan keuangan digital, aplikasi Point of Sales (POS), hingga strategi pemasaran melalui e-commerce dan media sosial. Peserta juga diminta melakukan evaluasi mandiri melalui platform PerempuanCerdasDigital.id untuk mengukur kesiapan digital usaha mereka.
Kegiatan ini turut melibatkan berbagai pemangku kepentingan, termasuk Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM Banjarnegara, Drs. Adi Cahyono Purwo Saputro, serta para akademisi dan praktisi dari Unsoed.
Sebagai upaya keberlanjutan, program ini juga mendorong pembentukan “Digital Corner”, ruang kolaboratif bagi pelaku UMKM untuk terus belajar dan mengembangkan keterampilan digital secara praktis.
Peluncuran DEWY 3.0 di momen Hari Kartini diharapkan menjadi titik awal kebangkitan perempuan daerah dalam menguasai teknologi dan memperluas peluang ekonomi. Perempuan tidak hanya menjadi pelaku usaha, tetapi juga motor penggerak transformasi digital di tingkat lokal.
(Siaran Pers)



Posting Komentar untuk "Momentum Hari Kartini, Program DEWY 3.0 Resmi Diluncurkan untuk Perkuat Perempuan Digital di Banjarnegara"