| Menteri Sosial, Saifullah Yusuf. (Foto: Kemensos RI) |
Editor: Devona R
GEBRAK.ID; JAKARTA---Pemerintah melalui Kementerian Sosial (Kemensos) terus mendorong penguatan budaya literasi di Indonesia melalui pembangunan Sekolah Rakyat. Salah satu terobosan yang disiapkan adalah menghadirkan perpustakaan berkonsep modern yang dapat diakses selama 24 jam, tidak hanya untuk siswa, tetapi juga masyarakat umum.
Menteri Sosial, Saifullah Yusuf, menyampaikan bahwa perpustakaan di Sekolah Rakyat akan menjadi ruang terbuka yang inklusif dan produktif. Kebijakan ini diharapkan mampu menjadikan perpustakaan sebagai pusat aktivitas positif, terutama bagi anak-anak usia sekolah.
“Perpustakaan tidak hanya menjadi tempat belajar, tetapi juga ruang alternatif bagi siswa untuk beraktivitas secara positif. Maka itu ke depan perpustakaan ini tidak hanya untuk siswa Sekolah Rakyat, tetapi juga bisa diakses masyarakat umum dan sekolah lain dengan pengaturan yang baik,” ujar Saifullah Yusuf dalam kegiatan peningkatan kapasitas pengelola perpustakaan di Serpong, Tangerang, dikutip dari Antara, Rabu (15/4/2026).
Perpustakaan Jadi Wajah Depan Sekolah
Dalam konsep yang dirancang pemerintah, perpustakaan akan ditempatkan di bagian paling depan kawasan Sekolah Rakyat. Penempatan ini bukan tanpa alasan, melainkan sebagai simbol kuat bahwa literasi menjadi fondasi utama pendidikan.
Dengan desain tersebut, setiap orang yang memasuki lingkungan sekolah akan langsung disambut oleh ruang literasi. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat pesan bahwa membaca dan belajar adalah pintu utama menuju kemajuan.
Alternatif Destinasi Liburan Edukatif
Kebijakan operasional 24 jam juga membuka peluang baru bagi masyarakat, khususnya orang tua, untuk menjadikan perpustakaan sebagai destinasi alternatif saat waktu luang atau liburan.
Saifullah Yusuf mencontohkan, di sejumlah negara maju, perpustakaan telah menjadi tujuan utama keluarga untuk menghabiskan waktu berkualitas, terutama di tengah pembatasan penggunaan gawai pada anak.
“Sudah mulai ada masyarakat yang membawa anak-anaknya ke perpustakaan sebagai alternatif rekreasi. Ini yang ingin kita dorong agar semakin luas,” ungkapnya. Tren tersebut mulai terlihat di Indonesia, meski belum merata.
Dengan hadirnya perpustakaan Sekolah Rakyat yang terbuka bagi publik, pemerintah berharap minat kunjungan ke perpustakaan akan meningkat signifikan.
Ribuan Buku Disiapkan Sesuai Jenjang
Kepala Perpustakaan Nasional, Aminudin Aziz, menjelaskan bahwa pemerintah telah mendistribusikan ribuan buku ke perpustakaan Sekolah Rakyat.
“Sebanyak 1.500 buku untuk jenjang SD, 1.500 buku untuk jenjang SMP, dan 1.000 buku untuk tingkat SMA telah disalurkan. Ke depan akan terus ditingkatkan sesuai kebutuhan siswa,” jelas Aminudin.
Ia menegaskan bahwa pengadaan koleksi buku akan disesuaikan dengan minat dan kebutuhan peserta didik, sehingga perpustakaan benar-benar menjadi ruang yang hidup dan diminati.
Dorong Budaya Literasi Nasional
Hadirnya perpustakaan Sekolah Rakyat yang buka 24 jam menjadi langkah strategis dalam membangun budaya literasi sejak dini. Tidak hanya sebagai tempat membaca, perpustakaan juga diposisikan sebagai ruang interaksi sosial, edukasi, dan rekreasi yang sehat.
Dengan akses yang lebih luas dan fasilitas yang memadai, pemerintah berharap perpustakaan dapat kembali menjadi pusat peradaban dan aktivitas intelektual masyarakat.
Langkah ini sekaligus menjadi sinyal kuat bahwa literasi bukan sekadar program, melainkan gerakan nasional yang melibatkan seluruh lapisan masyarakat.
Pembangunan Sekolah Rakyat Terus Digenjot
Program Sekolah Rakyat sendiri saat ini tengah dibangun di lebih dari 100 titik di berbagai daerah di Indonesia. Setiap lokasi memiliki nilai pembangunan berkisar antara Rp250 miliar hingga Rp300 miliar.
Proyek ini ditangani oleh Kementerian Pekerjaan Umum dengan melibatkan tenaga profesional guna memastikan kualitas infrastruktur tetap terjaga.
“Kami tidak ingin program ini terganggu oleh kepentingan proyek. Karena itu semuanya diserahkan kepada ahlinya agar hasilnya optimal,” tegas Saifullah Yusuf.
Untuk wilayah perkotaan dengan keterbatasan lahan, konsep bangunan akan disesuaikan, termasuk menggunakan desain vertikal.
(Berbagai Sumber)
Posting Komentar untuk "Perpustakaan Sekolah Rakyat Buka 24 Jam, Jadi Simbol Literasi dan Destinasi Edukatif Baru bagi Anak"