Editor: Endro Yuwanto
GEBRAK.ID; BANYUMAS -- Program revitalisasi satuan pendidikan yang digulirkan pemerintah mulai menunjukkan dampak nyata di daerah. Di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, peresmian 30 sekolah hasil pembenahan infrastruktur menghadirkan perubahan signifikan—mulai dari ruang kelas yang lebih representatif hingga fasilitas sanitasi yang kini bersih dan layak.
Program ini merupakan bagian dari kebijakan pemerintahan Presiden RI Prabowo Subianto yang berfokus pada peningkatan kualitas pendidikan dasar dan menengah. Peresmian dilakukan pada 26 April 2026 dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan, termasuk Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.
Kepala TK Pertiwi 2 Tipar, Siti Nurhidayati, mengungkapkan perubahan besar yang dirasakan sekolahnya setelah menerima dana revitalisasi lebih dari Rp530 juta pada 2025. Salah satu yang paling terasa adalah perbaikan toilet.
“Sekarang toilet jauh lebih bersih dan nyaman. Anak-anak juga jadi lebih terjaga kebersihannya,” ujarnya.
Tak hanya itu, skema pembangunan swakelola turut memberikan dampak ekonomi bagi warga sekitar. Proyek revitalisasi membuka lapangan kerja sekaligus memperkuat hubungan antara sekolah dan masyarakat.
Hal serupa dirasakan Kepala SMK Ma’arif NU 1 Ajibarang, Tosirin. Ia menyebut keterbatasan ruang kelas yang sebelumnya menjadi kendala kini telah teratasi dengan hadirnya dua ruang baru.
“Sekarang pembelajaran jauh lebih nyaman. Murid juga lebih antusias mengikuti kegiatan belajar,” katanya.
“Dulu kami harus kerja bakti membersihkan kelas sebelum belajar. Sekarang kondisi jauh lebih baik, aman, dan nyaman,” jelasnya. Sekolah ini menerima anggaran lebih dari Rp1 miliar untuk perbaikan delapan ruang kelas dan pembangunan fasilitas sanitasi.
Sementara itu, SMK Muhammadiyah 1 Purwokerto mendapatkan bantuan hampir Rp2 miliar untuk pembangunan ruang kelas, perpustakaan, laboratorium, dan rehabilitasi toilet. Kepala sekolah Dyan Aristi Utami menyebut fasilitas baru ini meningkatkan semangat belajar siswa.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu'ti, mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat dalam program ini. “Revitalisasi ini bukan hanya membangun fisik sekolah, tapi juga masa depan pendidikan,” ujarnya.
Program ini diharapkan terus berlanjut agar lebih banyak sekolah di Indonesia merasakan manfaat serupa.
(BKHM Setjen Kemendikdasmen)


Posting Komentar untuk "Revitalisasi Sekolah di Banyumas Ubah Wajah Pendidikan, Kelas Nyaman hingga Toilet Layak"