Editor: Endro Yuwanto
GEBRAK.ID; MAGELANG – Program revitalisasi satuan pendidikan yang digulirkan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mulai menunjukkan dampak konkret di lapangan. Di Kabupaten dan Kota Magelang, Jawa Tengah, pembaruan ruang kelas hingga fasilitas penunjang pembelajaran terbukti mendorong peningkatan kenyamanan sekaligus prestasi belajar murid.
Salah satu perubahan signifikan dirasakan di SLB Negeri Kota Magelang. Selama bertahun-tahun, keterbatasan ruang kelas menjadi tantangan serius dalam proses belajar-mengajar, terutama karena kebutuhan siswa yang beragam.
Kepala SLB Negeri Kota Magelang, Ina Sulanti, mengungkapkan sebelum revitalisasi, satu ruang kelas kerap dipakai untuk beberapa rombongan belajar dengan karakteristik dan kebutuhan berbeda. Kondisi itu tentu tidak ideal bagi anak-anak berkebutuhan khusus.
“Sekarang dengan tambahan dua ruang kelas baru, anak-anak tidak perlu lagi digabung dengan siswa yang berbeda kebutuhan. Mereka bisa belajar lebih fokus, lebih nyaman, dan lebih aman. Dampaknya terlihat pada peningkatan prestasi belajar,” ujar Ina, Sabtu (19/4/2026).
Dari Bangunan Rapuh Jadi Ruang Belajar Representatif
Perubahan serupa terjadi di SD Negeri Borobudur 2. Kepala sekolah, Sri Widati, menceritakan bahwa sebelum revitalisasi, kondisi bangunan sekolahnya cukup memprihatinkan. Atap bocor, plafon rusak, hingga dinding retak sempat mengkhawatirkan keselamatan siswa.
Melalui bantuan anggaran sebesar Rp665 juta, sekolah tersebut kini memiliki lima ruang kelas yang telah direhabilitasi serta satu paket toilet baru yang lebih layak dan higienis.
“Anak-anak sekarang belajar di ruang kelas yang bersih, rapi, dan aman. Kami sebagai pihak sekolah tentu merasa bangga dan senang karena suasana belajar menjadi jauh lebih baik,” kata Sri Widati.
Sementara itu, di SMP Negeri 3 Salam, revitalisasi tidak hanya menyentuh ruang belajar, tetapi juga fasilitas administrasi dan laboratorium. Kepala sekolah Murtini menjelaskan, bangunan yang berdiri sejak 1997 itu memang membutuhkan pembaruan menyeluruh.
Kini, selain perbaikan ruang administrasi, sekolah juga memiliki laboratorium komputer baru yang langsung dimanfaatkan dalam proses pembelajaran.
“Pembangunan dilakukan secara swakelola, sehingga sekolah bisa memastikan kualitasnya sesuai kebutuhan. Laboratorium komputer yang baru ini membuat siswa semakin antusias belajar. Guru pun lebih mudah mengembangkan metode pembelajaran berbasis teknologi,” jelas Murtini.
Rp54,4 Miliar untuk 60 Sekolah di Kabupaten Magelang
Bupati Magelang, Grengseng Pamuji, menilai program revitalisasi sebagai langkah strategis untuk memperkuat mutu pendidikan daerah. Ia menegaskan bahwa manfaat program ini tidak hanya tampak dari sisi fisik bangunan, tetapi juga dari pemenuhan standar nasional pendidikan.
“Sekolah-sekolah kini memiliki toilet yang layak dan sehat, ruang kelas yang aman, ruang kesehatan, laboratorium praktik, hingga perpustakaan yang lebih tertata. Ini adalah fondasi penting untuk meningkatkan kualitas pembelajaran,” ujarnya.
Kabupaten Magelang mendapatkan alokasi dana revitalisasi sebesar Rp54,4 miliar yang menjangkau 60 satuan pendidikan.
Dalam kesempatan yang sama, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu'ti, meresmikan langsung hasil revitalisasi tersebut. Ia menegaskan bahwa program Revitalisasi Satuan Pendidikan merupakan komitmen pemerintah dalam memperluas akses dan meningkatkan mutu pendidikan secara merata di seluruh Indonesia.
Menurut Abdul Mu’ti, pada 2025 program revitalisasi telah menyentuh 16.167 satuan pendidikan secara nasional. Untuk 2026, sebanyak 11.400 satuan pendidikan sudah mendapatkan alokasi anggaran, dengan rencana ekspansi lebih luas hingga 60.000 sekolah.
“Secara keseluruhan, insyaAllah bisa mencapai 71 ribu satuan pendidikan,” kata Abdul Mu'ti.
Dorong Mutu Pendidikan Berkelanjutan
Program revitalisasi bukan sekadar proyek pembangunan fisik. Lebih dari itu, pembaruan sarana dan prasarana menjadi pijakan untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman, sehat, dan mendukung inovasi pembelajaran.
Kasus di Magelang menunjukkan bahwa ketika ruang belajar dibenahi, dampaknya langsung terasa pada motivasi, kenyamanan, hingga capaian akademik siswa. Revitalisasi pun menjadi investasi jangka panjang dalam membangun kualitas sumber daya manusia Indonesia.
(BKHM Setjen Kemendikdasmen)

Posting Komentar untuk "Revitalisasi Sekolah di Magelang Berbuah Prestasi: Ruang Kelas Baru, Semangat Belajar Melesat"