Tes Kemampuan Akademik Jadi Alat Ukur Mutu Sekolah Internasional Sesuai Standar Nasional

Implementasi TKA 2026 juga mendapat respons positif dari sekolah yang menggunakan kurikulum internasional. (Foto: BKHM Setjen Kemendikdasmen)
Editor: Endro Yuwanto

GEBRAK.ID; SURABAYA — Upaya meningkatkan kualitas pendidikan terus diperkuat pemerintah dengan menghadirkan instrumen evaluasi yang relevan bagi semua jenis satuan pendidikan. Salah satunya melalui Tes Kemampuan Akademik (TKA) yang kini dinilai mampu menjembatani standar nasional dengan kurikulum internasional.

Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Atip Latipulhayat, menyatakan bahwa TKA bukan sekadar alat ukur capaian siswa, melainkan bagian dari strategi besar untuk meningkatkan mutu pendidikan secara menyeluruh.

“Orientasi utama kita adalah kualitas pembelajaran dan hasil pendidikan. TKA menjadi instrumen evaluasi untuk mengetahui apa saja yang perlu diperbaiki,” ujar Wamen Atip dalam kunjungannya di Surabaya, Jawa Timur, Rabu (22/4/2026).

Menurut Wamen Atip, evaluasi melalui TKA mencakup berbagai aspek, mulai dari kompetensi tenaga pengajar, metode pembelajaran, hingga kesiapan fasilitas pendidikan. Tanpa evaluasi yang terukur, peningkatan kualitas pendidikan akan sulit dicapai secara berkelanjutan.

Sekolah Internasional Butuh Standar Nasional

Implementasi TKA juga mendapat respons positif dari sekolah yang menggunakan kurikulum internasional. Kepala SD Intan Permata Hati Surabaya, Dewa Made, menyebut TKA sangat membantu dalam mengukur kemampuan siswa berdasarkan standar nasional, meski sekolahnya mengadopsi kurikulum Cambridge.

“Dengan TKA, kami bisa melihat sejauh mana capaian murid jika diukur dengan standar kurikulum pemerintah. Ini penting sebagai tolok ukur,” kata Dewa.

Dewa menambahkan, antusiasme orang tua siswa cukup tinggi terhadap pelaksanaan TKA. Mereka melihat hasil tes sebagai indikator objektif kemampuan anak dibandingkan dengan standar nasional.

Sarana Evaluasi Guru dan Pembelajaran

Selain untuk siswa, TKA juga menjadi bahan refleksi bagi para pendidik. Perwakilan bagian kurikulum SD Intan Permata Hati, Fani, mengatakan hasil TKA membantu guru dalam mengevaluasi proses pembelajaran.

“TKA bukan hanya untuk murid, tetapi juga untuk kami sebagai guru. Dari hasilnya, kami bisa melihat bagian mana yang perlu ditingkatkan,” ujar Fani.

Dengan demikian, tindak lanjut pembelajaran bisa lebih tepat sasaran, termasuk memberikan pendampingan tambahan bagi siswa yang membutuhkan.

Lingkungan Sekolah Jadi Sorotan

Dalam kesempatan yang sama, Wamen Atip juga menekankan pentingnya lingkungan sekolah dalam menunjang kualitas pendidikan. Ia memperkenalkan konsep lingkungan ASRI—Aman, Sehat, Resik, dan Indah—sebagai standar ideal yang perlu diwujudkan di setiap sekolah.

“Lingkungan belajar sangat berpengaruh terhadap kualitas pendidikan. Sekolah yang nyaman akan mendukung proses belajar yang optimal,” tegas Wamen Atip.

Melalui integrasi evaluasi akademik dan perbaikan lingkungan belajar, pemerintah berharap seluruh satuan pendidikan, baik nasional maupun internasional, dapat mencapai standar mutu yang merata.

Langkah ini sejalan dengan visi Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah dalam mewujudkan pendidikan berkualitas untuk semua.

(BKHM Setjen Kemendikdasmen)

Artikel Terkait: Wamendikdasmen Fajar Turun Tangan Jelang TKA SD 2026: “Jangan Panik, Ini Bukan Penentu Kelulusan!” 
 

Posting Komentar untuk "Tes Kemampuan Akademik Jadi Alat Ukur Mutu Sekolah Internasional Sesuai Standar Nasional"