
Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) jenjang SD/MI/sederajat tahun 2026 mencatat capaian menggembirakan. (Foto: BKHM Setjen Kemendikdasmen)
Editor: Endro Yuwanto
GEBRAK.ID; JAKARTA – Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) jenjang SD/MI/sederajat tahun 2026 mencatat capaian menggembirakan. Di berbagai daerah, tingkat partisipasi siswa tergolong tinggi, bahkan mendekati 100 persen di sejumlah wilayah. Kondisi ini dinilai mencerminkan kesiapan sekolah sekaligus semangat belajar murid yang semakin kuat.
Berdasarkan pemantauan Unit Pelaksana Teknis Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), pelaksanaan TKA berlangsung lancar, tertib, dan minim kendala berarti.
Yogyakarta hingga Riau Tunjukkan Kesiapan Digital
Di Daerah Istimewa Yogyakarta, TKA diikuti oleh 48.675 siswa dari 2.014 sekolah. Mayoritas sekolah melaksanakan ujian secara mandiri dengan moda daring, menandakan kesiapan infrastruktur digital yang semakin matang.
Sementara itu, di Riau, tingkat partisipasi hampir menyentuh angka sempurna. Pelaksanaan berlangsung kondusif dengan dukungan penuh dari pihak sekolah dan pengawas.
Kepala SD Negeri 009 Kayu Kapur Kota Dumai, Susilawati Lestari, mengungkapkan bahwa proses ujian berjalan tanpa hambatan berarti.
“Peserta didik mengikuti tes dengan penuh semangat dan percaya diri. Dukungan panitia dan pengawas membuat suasana ujian terasa nyaman,” ujar Susilawati.
Pengalaman serupa dirasakan oleh siswa. Qonita Annisa, salah satu peserta, mengaku sempat tegang di awal, namun mampu beradaptasi dengan cepat.
“Awalnya saya gugup, tapi setelah mulai mengerjakan soal jadi lebih santai. Soalnya cukup menantang, jadi saya ingin belajar lebih giat lagi,” tutur Qonita.
NTB dan Bengkulu Catat Antusiasme Tinggi
Di Nusa Tenggara Barat, TKA diikuti oleh 100.060 siswa dari 4.117 satuan pendidikan. Pada gelombang awal saja, lebih dari 77 ribu siswa telah mengikuti ujian, termasuk peserta dari sekolah luar biasa (SDLB).
Sementara di Bengkulu, sebanyak 34.694 siswa dari 1.526 sekolah turut ambil bagian. Guru SD Islam Al Azhar 51 Bengkulu, Abdul Azis, melihat adanya perubahan sikap murid yang lebih positif.
“Awalnya mungkin ada rasa jenuh, tapi saat ujian berlangsung, mereka terlihat lebih tenang. Bahkan banyak yang keluar ruangan dengan wajah tersenyum,” kata Abdul Azis.
TKA tak Lagi Menegangkan, Jadi Bagian dari Proses Belajar
Gambaran di berbagai daerah menunjukkan adanya pergeseran persepsi terhadap TKA. Ujian ini tidak lagi dianggap sebagai momok menakutkan, melainkan bagian dari proses pembelajaran yang wajar dan bermakna.
Lingkungan yang kondusif, kesiapan sekolah, serta dukungan berbagai pihak dinilai menjadi faktor penting dalam menciptakan suasana ujian yang lebih ramah bagi siswa.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu'ti, mengapresiasi capaian tersebut.
“Alhamdulillah laporan yang kami terima menunjukkan pelaksanaan berjalan lancar. Hanya beberapa daerah yang menunda karena faktor bencana, dan akan dijadwalkan ulang,” ujar Mu'ti.
Indikator Positif untuk Evaluasi Pendidikan
Tingginya partisipasi dalam TKA 2026 menjadi sinyal positif bagi dunia pendidikan nasional. Selain menunjukkan kesiapan teknis, hal ini juga memperlihatkan penerimaan yang semakin luas terhadap sistem evaluasi berbasis kompetensi.
Ke depan, TKA diharapkan dapat terus menjadi instrumen yang konsisten dalam memetakan capaian belajar siswa secara menyeluruh, sekaligus mendorong peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia.
(BKHM Setjen Kemendikdasmen)
Posting Komentar untuk "TKA SD 2026 Diserbu Peserta! Partisipasi Nyaris 100 Persen, Sekolah dan Murid Dinilai Makin Siap"