Editor: Endro Yuwanto
Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) jenjang SMP 2026 gelombang
pertama di berbagai daerah Indonesia menunjukkan hasil menggembirakan. (Foto: BKHM Setjen Kemendikdasmen)
GEBRAK.ID; JAKARTA – Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) jenjang SMP 2026 gelombang pertama di berbagai daerah Indonesia menunjukkan hasil menggembirakan. Tingkat kehadiran peserta didik tercatat sangat tinggi, bahkan di sejumlah wilayah yang tengah menghadapi dampak bencana.
Berdasarkan pemantauan Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) bersama dinas pendidikan setempat, pelaksanaan TKA berjalan tertib dan relatif tanpa hambatan berarti. Di sejumlah daerah, partisipasi siswa mencapai hampir 100 persen.
Aceh: Ujian Digelar di Tenda Darurat
Di Provinsi Aceh, semangat satuan pendidikan menghadapi keterbatasan menjadi sorotan. Kepala BPMP Aceh, Syafran, menyampaikan bahwa hari kedua pelaksanaan TKA berlangsung lancar.
“Secara umum berjalan baik. Tingkat partisipasi sangat tinggi, bahkan di banyak sekolah mendekati 100 persen,” ujar Syafran.
Di Kabupaten Pidie Jaya, misalnya, TKA di SMP Negeri 1 Meurah Dua tetap digelar meski gedung sekolah terdampak lumpur. Ujian dilaksanakan di tenda darurat, sementara perangkat penunjang dipinjam dari guru maupun sekolah lain.
Langkah tersebut mencerminkan komitmen kuat sekolah, guru, dan siswa untuk menjaga keberlangsungan proses asesmen meskipun dalam kondisi terbatas.
Situasi serupa juga terjadi di Kabupaten Aceh Tamiang. Kepala SMP Negeri 1 Kuala Simpang, Abdul Jalil, mengakui sempat muncul kendala teknis akibat dampak bencana. Namun, koordinasi cepat antara sekolah, Dinas Pendidikan, dan UPT Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) membuat hambatan tersebut segera teratasi.
Sumatera Selatan: Sarana Siap, Ujian Lancar
Di Provinsi Sumatera Selatan, pelaksanaan TKA SMP juga berlangsung optimal. Pemantauan di sejumlah kabupaten/kota menunjukkan kesiapan sarana dan prasarana yang matang.
Beberapa sekolah yang terpantau antara lain SMP Negeri 1 dan SMP Negeri 6 Indralaya Utara (Ogan Ilir), SMP Negeri 19 dan SMP Negeri 47 Palembang, serta SMP Negeri 6 Kayuagung dan SMP IT Madani Kayuagung (Ogan Komering Ilir).
Kepala SMP Negeri 6 Kayuagung, Evi Febriastuti, menyampaikan bahwa pelaksanaan ujian di sekolahnya berlangsung tanpa gangguan teknis.
“Alhamdulillah berjalan lancar. Soal tampil dengan baik tanpa hambatan. TKA ini penting untuk mengukur capaian individu siswa secara objektif,” ujar Evi.
Bangka Belitung: TKA Dikaitkan dengan IPM
Dukungan terhadap TKA juga mengalir dari pemerintah daerah. Bupati Bangka Tengah, Algafry Rahman, menilai TKA sebagai instrumen strategis untuk memotret kualitas pendidikan daerah.
Menurut Algafry, hasil TKA dapat menjadi referensi nasional dalam mengukur kemampuan akademik siswa sekaligus bahan evaluasi bagi sekolah dan guru. Ia bahkan mengaitkan hasil asesmen dengan Indeks Pembangunan Manusia (IPM), yang salah satu indikatornya adalah pendidikan.
“Mutu pendidikan yang baik akan berbanding lurus dengan kualitas sumber daya manusia,” tegas Algafry.
Senada dengan itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bangka Selatan, Anshori, memastikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan TKA, mulai dari regulasi teknis, penyediaan logistik, hingga sosialisasi kepada masyarakat.
Denpasar Catat 11 Ribu Lebih Peserta
Di Kota Denpasar, Bali, pelaksanaan perdana TKA SMP diikuti 11.071 murid dari sekolah negeri dan swasta. Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kota Denpasar, Anak Agung Gede Wiratama, menegaskan bahwa kelancaran ujian tidak terlepas dari persiapan panjang dan sosialisasi yang masif.
“Kami sudah melakukan sosialisasi jauh hari kepada murid dan orang tua agar pelaksanaan berjalan baik dan lancar,” kata Wiratama.
Bagian dari Reformasi Asesmen Nasional
TKA merupakan bagian dari kebijakan pemetaan capaian akademik peserta didik yang dikembangkan Kemendikdasmen sebagai upaya memperkuat evaluasi berbasis kompetensi. Sejumlah pakar pendidikan menilai asesmen terstandar yang dirancang secara objektif dapat membantu pemerintah dan sekolah membaca peta mutu pendidikan secara lebih presisi.
Mengacu pada berbagai praktik internasional seperti Programme for International Student Assessment (PISA) yang dirilis oleh Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD), asesmen berbasis kompetensi dinilai penting untuk memotret kemampuan literasi, numerasi, dan penalaran siswa secara komprehensif.
Keberhasilan pelaksanaan TKA gelombang pertama ini menjadi indikator positif bahwa kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan satuan pendidikan berjalan efektif. Ke depan, Kemendikdasmen memastikan akan terus melakukan evaluasi dan pemantauan agar pelaksanaan gelombang berikutnya semakin optimal dan berdampak nyata pada peningkatan mutu pendidikan nasional.
(BKHM Setjen Kemendikdasmen)
Posting Komentar untuk "TKA SMP 2026 Gelombang Pertama Sukses Digelar, Partisipasi Nyaris 100 Persen meski di Daerah Terdampak Bencana"