| Mobil Toyota Veloz. |
GEBRAK.ID; JAKARTA -- Perkembangan terbaru industri otomotif nasional mengindikasikan perubahan besar pada lini Toyota Veloz. Varian bermesin bensin (non-hybrid) disebut-sebut mulai “disuntik mati” seiring pergeseran strategi pabrikan ke teknologi ramah lingkungan.
Kabar ini mencuat setelah sejumlah dealer pada sepanjang 2025 menyatakan stok Veloz non-hybrid kian menipis dan tidak lagi mendapat suplai baru. Bahkan, fokus penjualan kini diarahkan sepenuhnya ke varian hybrid.
Fokus Beralih ke Hybrid
Sinyal penghentian Veloz bensin terlihat sejak peluncuran versi hybrid dalam ajang otomotif nasional pada 2025. Pihak dealer mengungkapkan bahwa unit non-hybrid di beberapa wilayah, terutama Jakarta, sudah hampir habis dan tidak akan diproduksi kembali.
Langkah ini sejalan dengan tren elektrifikasi kendaraan yang terus didorong pemerintah dan produsen otomotif global. Varian hybrid dinilai lebih efisien bahan bakar dan ramah lingkungan, sehingga menjadi fokus utama ke depan.
Harga Baru dan Dampaknya
Sebelum kabar penghentian ini mencuat, harga baru Veloz bensin berada di kisaran Rp297 juta hingga Rp344 jutaan tergantung varian.
Dengan berkurangnya pasokan unit baru, kondisi ini berpotensi memengaruhi harga di pasar mobil bekas.
Berdasarkan penelusuran di berbagai platform jual beli mobil, harga bekas Veloz cukup bervariasi tergantung tahun dan kondisi kendaraan. Berikut kisaran terbarunya:
- Veloz 2013–2015: mulai Rp115 juta – Rp145 juta
- Veloz 2017–2019: sekitar Rp150 juta – Rp200 juta
- Veloz 2020–2022: di kisaran Rp200 juta – Rp230 juta
- Veloz 2023–2024: bisa mencapai Rp220 juta – Rp240 jutaan
Sementara itu, untuk unit yang lebih baru atau varian hybrid, harga bekas bahkan masih berada di kisaran Rp260 juta hingga Rp299 juta tergantung kondisi dan lokasi penjualan.
Peluang Harga Naik?
Sejumlah pengamat otomotif menilai, penghentian produksi varian bensin bisa membuat harga bekas Veloz konvensional cenderung stabil, bahkan berpotensi naik dalam jangka pendek.
Hal ini terjadi karena suplai terbatas sementara permintaan masih tinggi, terutama dari konsumen yang belum siap beralih ke mobil hybrid.
Namun, dalam jangka panjang, tren elektrifikasi kemungkinan akan menekan nilai jual mobil bermesin konvensional.
Kabar “disuntik mati”-nya Veloz bensin memang belum diumumkan secara resmi sebagai penghentian total. Namun, indikasi kuat sudah terlihat dari habisnya stok dan fokus penuh ke varian hybrid.
Bagi konsumen, kondisi ini bisa menjadi momentum tepat untuk berburu unit bekas, terutama jika menginginkan MPV andal dengan harga yang masih relatif terjangkau.
(Berbagai Sumber)
Posting Komentar untuk "Toyota Veloz Bensin Disuntik Mati? Ini Fakta Terbaru dan Harga Bekasnya di Pasaran"