10 Provinsi dengan Tingkat Pengangguran Tertinggi di Indonesia, Jawa Barat dan DKI Jakarta Masuk Daftar

Ilustrasi para pencari kerja. (Foto: ist) 
Editor: Dinar Kencana

GEBRAK.ID -- Tingkat pengangguran di Indonesia masih menjadi tantangan besar di tengah pertumbuhan ekonomi nasional yang terus berjalan. Data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan sejumlah provinsi masih mencatat Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) cukup tinggi, termasuk Jawa Barat dan DKI Jakarta yang selama ini dikenal sebagai pusat industri dan ekonomi nasional.

Berdasarkan data BPS terbaru, angka pengangguran nasional pada Februari 2026 tercatat sebesar 4,68 persen atau sekitar 7,24 juta orang. Meski mengalami penurunan dibanding tahun sebelumnya, distribusi pengangguran antarprovinsi masih timpang. 

Jawa Barat menjadi salah satu wilayah dengan jumlah pengangguran terbesar di Indonesia. Tingginya jumlah penduduk usia kerja serta ketatnya persaingan pasar tenaga kerja menjadi faktor utama tingginya angka pengangguran di provinsi tersebut. 

Sementara itu, DKI Jakarta juga masih masuk dalam daftar provinsi dengan tingkat pengangguran tinggi meskipun menjadi pusat bisnis dan pemerintahan nasional. Persaingan kerja yang sangat ketat serta tingginya urbanisasi disebut ikut memengaruhi kondisi tersebut. 

Daftar 10 Provinsi dengan Tingkat Pengangguran Tertinggi

Mengacu pada data BPS dan publikasi statistik terbaru per Agustus 2025, berikut daftar provinsi dengan Tingkat Pengangguran Terbuka tertinggi di Indonesia:

- Papua — 6,96 persen

- Papua Barat Daya — 6,85 persen

- Jawa Barat — 6,77 persen

- Banten — 6,69 persen

- Kepulauan Riau — 6,45 persen

- Maluku — 6,27 persen

- DKI Jakarta — 6,05 persen

- Aceh — sekitar 5 persen lebih

- Sulawesi Utara — sekitar 5 persen lebih

- Kalimantan Timur — sekitar 5 persen lebih  

Jawa Barat Jadi Sorotan

BPS Jawa Barat mencatat Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di provinsi tersebut mencapai 6,77 persen pada Agustus 2025. Angka ini menempatkan Jawa Barat sebagai salah satu provinsi dengan pengangguran tertinggi di Indonesia. 

Jumlah pengangguran di Jawa Barat bahkan mencapai sekitar 1,79 juta orang pada awal 2026. Meski terjadi penurunan tipis dibanding tahun sebelumnya, angka tersebut masih tergolong tinggi secara nasional. 

Wilayah dengan aktivitas industri padat seperti Bekasi, Bogor, dan Karawang menjadi daerah dengan tekanan pasar kerja cukup besar. Banyaknya pencari kerja baru setiap tahun belum sepenuhnya mampu diimbangi pembukaan lapangan kerja baru.

Mengapa Pengangguran Masih Tinggi?

Ekonom menilai ada beberapa faktor yang membuat angka pengangguran di sejumlah provinsi tetap tinggi, di antaranya:

• Pertumbuhan angkatan kerja lebih cepat dibanding penciptaan lapangan kerja

• Ketidaksesuaian keterampilan tenaga kerja dengan kebutuhan industri

• Gelombang urbanisasi ke kota-kota besar

• Perlambatan sektor manufaktur di beberapa daerah

• Persaingan kerja yang semakin ketat akibat otomatisasi industri

Selain itu, lulusan sekolah menengah kejuruan (SMK) masih menjadi kelompok dengan tingkat pengangguran tertinggi secara nasional. 

Pemerintah Dorong Penciptaan Lapangan Kerja

Pemerintah pusat dan daerah saat ini terus mendorong berbagai program untuk menekan angka pengangguran, mulai dari pelatihan vokasi, pengembangan industri padat karya, hingga perluasan investasi.

Pemerintah Provinsi Jawa Barat misalnya mengklaim terus memperkuat pertumbuhan ekonomi daerah dan mendorong penciptaan lapangan kerja baru. Pada triwulan I 2026, ekonomi Jawa Barat tumbuh 5,79 persen atau lebih tinggi dibanding pertumbuhan ekonomi nasional. 

Meski demikian, tantangan penyediaan pekerjaan bagi jutaan angkatan kerja baru diperkirakan masih akan menjadi pekerjaan rumah besar bagi pemerintah dalam beberapa tahun ke depan.

(berbagai sumber) 

Posting Komentar untuk "10 Provinsi dengan Tingkat Pengangguran Tertinggi di Indonesia, Jawa Barat dan DKI Jakarta Masuk Daftar"