Waspada! Modus Pembobolan Akun Gaya Baru Menyebar ke 26 Negara, Begini Cara Kerjanya

Ilustrasi kejahatan digital. (Foto: Gebrak.id)/AI) 

Editor: Dinar Kencana

GEBRAK.ID; JAKARTA -- Gelombang serangan siber dengan modus baru dilaporkan menyebar ke sedikitnya 26 negara dan menargetkan ribuan institusi hingga pengguna internet biasa. Serangan ini disebut semakin berbahaya karena menggunakan teknik phishing modern yang sulit dikenali oleh korban.

Laporan terbaru dari Microsoft⁠ mengungkap adanya kampanye pencurian identitas digital yang menyerang lebih dari 13 ribu institusi di berbagai negara. Modus yang digunakan memanfaatkan email palsu dan rekayasa sosial untuk mencuri akun, data pribadi, hingga akses perbankan digital. 

Pakar keamanan siber menyebut metode ini berbeda dari penipuan lama karena tampilannya dibuat sangat meyakinkan. Pelaku bahkan memanfaatkan halaman login palsu yang mirip situs resmi perusahaan, bank, maupun layanan digital populer.

Modus Pembobolan Akun Gaya Baru

Dalam laporan tersebut, pelaku menggunakan teknik phishing canggih bernama “ClickFix”. Modus ini bekerja dengan cara mengarahkan korban untuk mengklik tautan atau menjalankan perintah tertentu yang tampak seperti proses verifikasi keamanan biasa. Setelah korban mengikuti instruksi, malware akan diam-diam masuk ke perangkat. 

Setelah malware aktif, pelaku bisa:

• Mencuri username dan password

• Mengambil kode OTP

• Membobol akun email dan media sosial

• Mengakses mobile banking

• Mengambil data penting di perangkat korban

Serangan ini disebut berbahaya karena banyak korban tidak sadar perangkatnya sudah terinfeksi.

Menargetkan Pengguna Biasa hingga Institusi

Tidak hanya perusahaan besar, serangan siber ini juga menyasar pengguna internet biasa. Pelaku biasanya mengirim email atau pesan dengan isi:

• Notifikasi akun bermasalah

• Informasi paket pengiriman

• Peringatan keamanan bank

• Tawaran verifikasi akun

• Link undangan kerja atau dokumen palsu

Korban yang panik atau terburu-buru cenderung langsung mengklik tautan tersebut tanpa memeriksa keasliannya.

Menurut laporan keamanan siber global, serangan phishing dan malware memang terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Banyak kasus pembobolan akun terjadi akibat password lemah, penggunaan kata sandi yang sama di banyak akun, serta kurangnya verifikasi dua langkah. 

Kenapa Modus Ini Sulit Dideteksi?

Berbeda dengan penipuan lama yang mudah dikenali, modus baru ini menggunakan tampilan profesional dan bahasa yang menyerupai komunikasi resmi perusahaan.

Pelaku juga memanfaatkan teknologi AI untuk membuat email lebih meyakinkan. Bahkan dalam beberapa kasus, halaman palsu dibuat hampir identik dengan situs asli sehingga korban sulit membedakannya.

Selain itu, malware modern dapat berjalan diam-diam di latar belakang tanpa memunculkan tanda mencurigakan.

Cara Mencegah Akun Dibobol

Agar tidak menjadi korban pembobolan akun, masyarakat disarankan melakukan beberapa langkah berikut:

1. Jangan Asal Klik Link

Hindari membuka tautan dari email, SMS, atau pesan WhatsApp yang mencurigakan, terutama jika meminta login akun atau data pribadi.

2. Aktifkan Verifikasi Dua Langkah

Gunakan fitur autentikasi dua faktor (2FA) pada email, media sosial, dan aplikasi perbankan.

3. Gunakan Password Berbeda

Jangan memakai password yang sama untuk semua akun. Gunakan kombinasi huruf, angka, dan simbol yang kuat.

4. Hindari Instal Aplikasi Sembarangan

Unduh aplikasi hanya dari toko resmi seperti Google Play Store atau App Store.

5. Perbarui Sistem dan Antivirus

Update sistem operasi dan aplikasi keamanan secara rutin untuk menutup celah serangan malware.

6. Waspada WiFi Publik

Hindari login mobile banking atau akun penting saat menggunakan jaringan WiFi umum.

Ancaman Siber Makin Besar

Serangan pembobolan akun diperkirakan akan terus meningkat seiring berkembangnya teknologi digital dan kecerdasan buatan. Karena itu, literasi keamanan digital menjadi hal penting agar masyarakat tidak mudah menjadi korban kejahatan siber.

Pakar keamanan mengingatkan bahwa perlindungan terbaik saat ini bukan hanya teknologi, tetapi juga kewaspadaan pengguna saat menerima pesan atau tautan mencurigakan di internet. 

(berbagai sumber) 

Posting Komentar untuk "Waspada! Modus Pembobolan Akun Gaya Baru Menyebar ke 26 Negara, Begini Cara Kerjanya"