![]() |
| Melalui aplikasi palsu, para scammer bisa melakukan aksinya meretas data pribadi hingga m- banking. (Foto: Gebrak.id/AI) |
Editor: Dinar Kencana
GEBRAK.ID; JAKARTA--Maraknya transaksi digital ternyata juga membuka celah kejahatan siber yang makin berbahaya. Laporan terbaru firma keamanan siber McAfee mengungkap sedikitnya 15 aplikasi berbahaya yang menjadi pintu masuk pembobolan akun mobile banking (m-banking). Aplikasi tersebut bahkan telah diunduh jutaan kali dan diduga menyerang sekitar 2 juta pengguna di Indonesia.
Aplikasi-aplikasi ini umumnya menyamar sebagai layanan pinjaman online (pinjol), aplikasi dana cepat, hingga layanan kredit instan. Tampilannya dibuat meyakinkan lengkap dengan logo profesional, janji pencairan cepat, hingga bunga rendah agar korban percaya. Namun di balik itu, aplikasi ternyata mencuri data pribadi pengguna.
Menurut laporan tersebut, setelah diinstal aplikasi akan meminta izin akses berlebihan seperti kontak, SMS, galeri foto, hingga data perangkat. Dari sinilah pelaku bisa mengambil informasi penting untuk membobol akun perbankan digital korban.
Daftar 15 Aplikasi Berbahaya yang Harus Diwaspadai
Berikut aplikasi yang disebut berbahaya dan diminta segera dihapus jika masih ada di ponsel:
1. Préstamo Seguro-Rápido, Seguro
2. Préstamo Rápido-Credit Easy
3.Get Baht Easily – Quick Loan
4. RupiahKilat-Dana Cair
5. Borrow Happil – Loan
6. Happy Money
7. Kreditku – Uang Online
8. Dana Kilat – Pinjaman Kecil
9. Cash Loan-Vay Tiền
10. Huayna Money – Préstamo Rápido
11. IPréstamos: Rápido Crédito
12. ConseguirSol-Dinero Rápido
13. ÉcoPrêt Prêt En Ligne
14. Money Loan-Online Loan
15. Cash Pocket-Loan Wallet
Sebagian aplikasi tersebut diketahui sempat tersedia di Google Play Store sebelum akhirnya dilaporkan berbahaya.
Modus yang Dipakai Pelaku
Pakar keamanan siber menjelaskan aplikasi semacam ini menggunakan modus “spy loan” atau pinjaman mata-mata. Korban dibuat tertarik mengajukan pinjaman, lalu tanpa sadar memberikan akses penuh ke perangkat.
Setelah data berhasil dicuri, pelaku dapat:
• Membaca SMS kode OTP
• Mengakses daftar kontak
• Mengambil foto dan dokumen pribadi
• Menguras rekening m-banking
• Melakukan penipuan atas nama korban
• Meneror korban menggunakan data pribadi
Indonesia menjadi salah satu target utama karena tingginya penggunaan aplikasi keuangan digital namun masih rendahnya literasi keamanan siber masyarakat.
Apa yang Harus Dilakukan Jika Terlanjur Mengunduh?
Jika merasa pernah menginstal aplikasi mencurigakan, pengguna disarankan segera melakukan beberapa langkah berikut:
1. Hapus aplikasi secepatnya
Segera uninstall aplikasi yang mencurigakan agar akses pelaku ke perangkat terputus.
2. Ganti seluruh password penting
Ubah password m-banking, email, media sosial, dan akun digital lainnya.
3. Aktifkan verifikasi dua langkah
Gunakan fitur two-factor authentication (2FA) untuk menambah perlindungan akun.
4. Periksa izin aplikasi
Cek menu pengaturan HP lalu cabut akses SMS, kontak, mikrofon, kamera, dan lokasi dari aplikasi tidak dikenal.
5. Hubungi bank
Segera laporkan ke pihak bank bila menemukan transaksi mencurigakan atau rekening tiba-tiba berkurang.
6. Scan perangkat dengan antivirus
Gunakan aplikasi keamanan terpercaya untuk memastikan tidak ada malware tersisa di ponsel.
Tips Aman agar M-Banking tidak Dibobol
Agar terhindar dari kejahatan digital, pengguna disarankan:
• Hanya mengunduh aplikasi dari pengembang terpercaya
• Membaca ulasan pengguna sebelum instal aplikasi
• Tidak mudah tergiur pinjaman cepat
• Tidak memberikan izin akses berlebihan
• Rutin memperbarui sistem Android dan aplikasi keamanan
• Menghindari klik link mencurigakan dari SMS atau WhatsApp
Kejahatan siber kini tidak lagi dilakukan dengan cara rumit. Cukup lewat satu aplikasi palsu, data pribadi dan rekening korban bisa dikuras tanpa disadari. Karena itu masyarakat diminta lebih waspada sebelum menginstal aplikasi apa pun di ponsel mereka.
(berbagai sumber)

Posting Komentar untuk "2 Juta Warga RI Jadi Korban, Ini 15 Aplikasi Berbahaya yang Bisa Bobol M-Banking"