![]() |
| Negara dengan utang terbesar di dunia. (Foto ilustrasi: freepik) |
GEBRAK.ID; JAKARTA -- Lonjakan utang global kembali menjadi perhatian dunia. Dana Moneter Internasional atau International Monetary Fund mencatat rasio utang dunia masih berada di level sangat tinggi, bahkan melampaui 235 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) global.
Kondisi tersebut dipicu kombinasi defisit anggaran, perlambatan ekonomi, biaya bunga tinggi, hingga peningkatan belanja negara pasca pandemi.
Sejumlah negara bahkan memiliki rasio utang terhadap PDB di atas 100 persen. Menariknya, tiga negara tetangga Indonesia ikut masuk daftar negara dengan beban utang tertinggi di dunia. Singapura, Malaysia, dan Thailand berada dalam sejumlah pemantauan utang global dan swasta.
Namun untuk kategori utang pemerintah terhadap PDB, Singapura menjadi negara Asia Tenggara dengan posisi paling tinggi. Karena Malaysia dan Thailand didominasi oleh utang rumah tangga seperti kredit perumahan, kredit kendaraan, dan kredit konsumsi.
Data berikut merujuk pada laporan terbaru IMF World Economic Outlook 2025, Visual Capitalist, serta pemantauan Institute of International Finance (IIF).
Daftar 20 Negara dengan Rasio Utang Tertinggi terhadap PDB
Peringkat Negara dengan Rasio Utang terhadap PDB
1. Jepang sekitar 230%
2. Sudan sekitar 222%
3. Singapura sekitar 176%
4. Venezuela sekitar 164%
5. Lebanon sekitar 164%
6. Yunani sekitar 147%
7. Bahrain sekitar 143%
8. Italia sekitar 137%
9. Maldives sekitar 132%
10. Mozambique sekitar 131%
11. Amerika Serikat sekitar 125%
12. Senegal sekitar 123%
13. Prancis sekitar 117%
14. Zambia sekitar 115%
15. Kanada sekitar 114%
16. Belgia sekitar 106%
17. Inggris sekitar 104%
18. Spanyol sekitar 101%
19. Brasil sekitar 98%
20. China mendekati 97%
Kenapa Utang Negara-Negara Ini Sangat Tinggi?
- Jepang: Beban Lansia dan Stimulus Bertahun-tahun
Jepang sudah lama menjadi negara dengan rasio utang tertinggi di dunia. Penyebab utamanya adalah populasi menua, pertumbuhan ekonomi lambat, serta kebijakan stimulus dan belanja pemerintah dalam jangka panjang. Sebagian besar utang Jepang didominasi utang pemerintah domestik.
- Singapura: Tinggi karena Obligasi dan Dana Investasi Negara
Meski rasio utangnya sangat tinggi, kondisi Singapura berbeda dengan negara lain. Sebagian besar utangnya berasal dari penerbitan obligasi pemerintah untuk pengembangan pasar keuangan dan investasi dana pensiun nasional, bukan karena defisit fiskal besar. Utang Singapura didominasi sektor pemerintah dan korporasi.
- Amerika Serikat: Defisit Anggaran dan Belanja Besar
Utang Amerika Serikat (AS) meningkat tajam akibat belanja besar saat pandemi, subsidi ekonomi, belanja militer, serta pembayaran bunga utang yang terus membengkak. Pemerintah AS menjadi penyumbang utama kenaikan utang global dalam laporan IIF.
- Yunani dan Italia: Krisis Fiskal Berkepanjangan
Yunani dan Italia masih dibayangi dampak krisis utang Eropa. Pertumbuhan ekonomi rendah dan tingginya pembayaran bunga membuat rasio utang sulit turun. Utang kedua negara didominasi sektor pemerintah.
- Lebanon dan Sudan: Konflik serta Krisis Ekonomi
Lebanon dan Sudan menghadapi tekanan akibat konflik politik, perang saudara, inflasi tinggi, dan lemahnya pendapatan negara. Kondisi tersebut memicu lonjakan utang pemerintah secara ekstrem.
Utang Pemerintah Masih Jadi Penyumbang Terbesar
Laporan IIF menyebut utang global pada 2025 mencapai sekitar US$348 triliun. Dari jumlah tersebut, utang pemerintah menjadi komponen terbesar dengan nilai lebih dari US$106 triliun. Sementara utang korporasi mencapai sekitar US$100 triliun dan utang rumah tangga sekitar US$64 triliun.
IMF juga memperingatkan bahwa kenaikan suku bunga global membuat biaya pembayaran bunga utang semakin mahal. Jika tidak dikendalikan, banyak negara berisiko mengalami tekanan fiskal lebih berat dalam beberapa tahun ke depan.
(berbagai sumber)

Posting Komentar untuk "20 Negara dengan Utang Tertinggi di Dunia 2026, Ada Singapura hingga Jepang"