CIA Bantah Klaim Trump, Iran Disebut Masih Punya 75 Persen Rudal untuk Lawan AS Berbulan-bulan

Rudal-rudal Iran. (Foto: Anadolu)
Editor: Dinar Kencana

GEBRAK.ID; JAKARTA--Badan intelijen Amerika Serikat (AS), CIA, dilaporkan memiliki penilaian berbeda dengan pernyataan Presiden AS Donald Trump terkait kekuatan militer Iran. Jika Trump sebelumnya menyebut sebagian besar persenjataan Iran telah hancur akibat serangan gabungan AS dan Israel, laporan intelijen terbaru justru menyatakan Tehran masih menyimpan sebagian besar stok rudalnya.

Laporan rahasia CIA yang bocor ke media menyebut Iran masih memiliki sekitar 70 hingga 75 persen persediaan rudal balistik dan peluncur mobilnya sebelum perang pecah. Kemampuan itu dinilai cukup untuk mempertahankan serangan terhadap kepentingan AS dalam jangka waktu berbulan-bulan. 

Informasi tersebut pertama kali diungkap The Washington Post dan kemudian dikutip sejumlah media internasional lain, Jumat (8/5/2026). Dalam analisis intelijen itu, Iran disebut mampu bertahan menghadapi blokade laut AS di Selat Hormuz selama 90 hingga 120 hari, bahkan bisa lebih lama apabila jalur penyelundupan minyak dan dukungan logistik tetap berjalan. 

Penilaian CIA ini bertolak belakang dengan klaim Trump yang beberapa kali mengatakan operasi militer AS telah “melumpuhkan” kemampuan militer Iran. Trump sebelumnya juga menyebut radar, peluncur rudal, dan sejumlah fasilitas strategis Iran sudah “hancur total”. 

Namun menurut laporan intelijen terbaru, Iran masih mampu memproduksi rudal baru dan kembali mengoperasikan sejumlah fasilitas penyimpanan bawah tanah yang sebelumnya sempat diserang. Bahkan, sebagian besar peluncur rudal bergerak disebut masih aktif dan belum berhasil dihancurkan sepenuhnya. 

CIA juga menilai tekanan ekonomi dan blokade laut memang memukul Iran cukup keras. Kerugian ekonomi Tehran diperkirakan mencapai ratusan juta dolar per hari. Meski demikian, pemerintah Iran disebut masih memiliki cadangan strategi untuk mempertahankan operasi militernya, termasuk menyimpan minyak di kapal tanker dan mengurangi produksi untuk menjaga fasilitas energi tetap aman.

Situasi ini membuat konflik di Timur Tengah diperkirakan belum akan mereda dalam waktu dekat. Ketegangan di Selat Hormuz juga terus meningkat setelah beberapa kali terjadi bentrokan antara armada AS dan Iran dalam beberapa pekan terakhir. 

Sejumlah analis keamanan menilai laporan CIA tersebut memperlihatkan bahwa Iran masih memiliki kemampuan tempur yang signifikan meski digempur operasi militer besar-besaran. Hal itu sekaligus memunculkan pertanyaan baru mengenai efektivitas strategi tekanan maksimum yang selama ini diklaim berhasil oleh pemerintahan Trump. 

(berbagai sumber) 

Posting Komentar untuk "CIA Bantah Klaim Trump, Iran Disebut Masih Punya 75 Persen Rudal untuk Lawan AS Berbulan-bulan"