Diskon Tiket Pesawat 30 Persen Saat Libur Sekolah, Pemerintah Beri Stimulus untuk Jaga Daya Beli Masyarakat
| Pemerintah memberikan diskon tiket pesawat domestik kelas ekonomi hingga 30 persen selama periode libur sekolah 2026. (Foto: Freepik) |
Editor: Devona R
GEBRAK.ID; JAKARTA — Pemerintah kembali menyiapkan stimulus ekonomi bagi masyarakat dengan memberikan diskon tiket pesawat domestik kelas ekonomi hingga 30 persen selama periode libur sekolah 2026. Kebijakan ini disiapkan untuk menjaga daya beli masyarakat sekaligus meningkatkan mobilitas dan sektor pariwisata nasional.
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan diskon transportasi tersebut menjadi bagian dari paket stimulus ekonomi semester II 2026 yang diputuskan pemerintah.
“Diskon transportasi dan penerbangan disiapkan untuk mendukung mobilitas masyarakat selama musim liburan,” kata Airlangga dalam keterangan pers di Jakarta, Selasa (26/5/2026).
Pemerintah memberikan fasilitas potongan harga tiket pesawat melalui skema Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) untuk penerbangan domestik kelas ekonomi. Program ini berlaku pada periode libur sekolah mulai 24 Juni hingga 5 Juli 2026.
Untuk mendukung program tersebut, pemerintah mengalokasikan anggaran sebesar Rp472,7 miliar dengan target sekitar 2,3 juta penumpang pesawat domestik dapat menikmati insentif tersebut. Sementara pada periode Natal dan Tahun Baru (Nataru), pemerintah kembali menyiapkan anggaran Rp722 miliar dengan sasaran 3,7 juta penumpang.
Selain tiket pesawat, pemerintah juga menyiapkan diskon transportasi darat dan laut selama musim liburan sekolah. Anggaran sebesar Rp190 miliar disiapkan untuk program tersebut dengan target penerima manfaat mencapai lebih dari 3 juta orang.
Kebijakan serupa sebelumnya juga diterapkan saat musim mudik Lebaran 2026. Kala itu, pemerintah memberikan diskon hingga 30 persen untuk kereta api ekonomi dan kapal laut, sedangkan tiket pesawat domestik mendapat potongan sekitar 17 hingga 18 persen melalui subsidi PPN dan diskon avtur di sejumlah bandara.
Pemerintah berharap stimulus transportasi mampu menjaga konsumsi rumah tangga tetap kuat di tengah tekanan ekonomi global. Selain mendorong sektor penerbangan dan pariwisata, kebijakan ini juga diyakini dapat menggerakkan ekonomi daerah selama musim liburan sekolah.
Di sisi lain, pemerintah juga menyiapkan stimulus ketenagakerjaan berupa Program Magang Nasional dan Program Vokasi Nasional. Program magang ditargetkan menjangkau 150 ribu peserta, sedangkan program vokasi menyasar ratusan ribu lulusan SMK dan pekerja terdampak PHK.
(berbagai sumber)
