Dramatis! Lens Akhirnya Pecah Telur, Juara Piala Prancis Perdana Usai Bungkam Nice 3-1

Para pemain Lens merayakan keberhasilan menjuarai Piala Prancis seusai mengalahkan Nice pada partai final di Stadion Stade de France, Saint-Denis, Paris, Jumat (22/5/2026) waktu setempat. (Foto: x.com/RCLens)
Editor: Damar Pratama

GEBRAK.ID -- Klub asal Prancis, RC Lens, akhirnya mencatat sejarah baru setelah sukses menjuarai Coupe de France atau Piala Prancis untuk pertama kalinya. Kepastian itu didapat usai Lens menundukkan OGC Nice dengan skor meyakinkan 3-1 pada partai final yang berlangsung di Stade de France, Jumat (22/5/2026).

Kemenangan ini menjadi momen bersejarah bagi Lens. Setelah tiga kali gagal di partai final pada edisi 1948, 1975, dan 1998, klub berjuluk Les Sang et Or akhirnya mampu mengangkat trofi bergengsi sepak bola Prancis tersebut.

Lens tampil agresif sejak awal pertandingan. Tekanan demi tekanan yang mereka bangun akhirnya berbuah hasil pada menit ke-25. Gelandang berpengalaman Florian Thauvin sukses membuka keunggulan setelah memanfaatkan celah di lini pertahanan Nice. Gol tersebut membuat Lens semakin percaya diri mengendalikan jalannya laga.

Menjelang turun minum, Lens kembali mengguncang pertahanan lawan. Kali ini giliran Odsonne Edouard yang mencatatkan namanya di papan skor lewat sundulan tajam pada menit ke-42. Skor berubah menjadi 2-0 dan membuat Nice berada dalam tekanan besar.

Namun, Nice belum menyerah. Pada masa injury time babak pertama, Djibril Coulibaly memperkecil ketertinggalan melalui sundulan keras yang gagal diantisipasi kiper Lens. Gol itu sempat membuka asa kebangkitan bagi Nice dengan skor 2-1 hingga jeda pertandingan.

Memasuki babak kedua, duel berlangsung semakin terbuka. Nice beberapa kali mencoba menyamakan kedudukan, termasuk lewat peluang emas Antoine Mendy yang sayangnya hanya membentur tiang gawang.

Saat Nice sibuk menekan, Lens justru berhasil menambah gol pada menit ke-78. Abdallah Sima dengan sigap menyambar bola liar di dalam kotak penalti dan mengubah skor menjadi 3-1. Gol tersebut praktis mematahkan semangat Nice untuk mengejar ketertinggalan.

Nice sebenarnya masih memiliki peluang melalui sontekan Kail Boudache. Namun lagi-lagi, dewi fortuna belum berpihak karena bola kembali menghantam tiang gawang.

Hingga peluit panjang dibunyikan, skor 3-1 tetap bertahan untuk kemenangan Lens. Gelar ini sekaligus menjadi penebusan sempurna bagi Lens setelah penantian panjang selama puluhan tahun di ajang Piala Prancis.

Sementara bagi Nice, kekalahan ini menjadi kegagalan ketiga mereka di final Piala Prancis setelah sebelumnya juga tumbang pada edisi 1978 dan 2022. Meski begitu, Nice masih tercatat sebagai tiga kali juara turnamen tersebut pada 1952, 1954, dan 1997.

(Sumber: Ligue 1)