Editor: Devona R
Siswa kelas 11 SMK Taruna Bhakti Depok, Rakha Hayya Ilhamsyah dan Balqis Amanda. (Foto: Dok IG @starbhak.official)
GEBRAK.ID; DEPOK -- Prestasi membanggakan kembali datang dari dunia pendidikan Indonesia. Dua siswa SMK Taruna Bhakti Depok, Jawa Barat, berhasil mengharumkan nama bangsa setelah menemukan celah keamanan pada situs milik National Aeronautics and Space Administration (NASA) dan mendapat penghargaan internasional.
Kedua siswa tersebut adalah Rakha Hayya Ilhamsyah dan Balqis Amanda, pelajar kelas 11 jurusan Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ). Temuan mereka bermula dari partisipasi dalam program Vulnerability Disclosure Program (VDP) atau Bug Bounty yang diselenggarakan NASA.
Program ini memungkinkan peneliti keamanan siber dari berbagai negara menguji keamanan sistem digital secara legal guna menemukan potensi kerentanan sebelum dimanfaatkan pihak tidak bertanggung jawab.
Temukan Kerentanan dengan Metode Google Dorking
Rakha menjelaskan, dirinya bersama Balqis menemukan celah keamanan menggunakan metode Google Dorking, yakni teknik pencarian lanjutan untuk menemukan informasi sensitif atau celah tertentu yang terbuka di internet.
“Kita nemuin kerentanan, nama kerentanannya itu broken link checking,” ujar Rakha seperti dikutip dari akun Instagram Diskominfo Depok, Senin (18/5/2026).
Kerentanan yang ditemukan berupa tautan eksternal mati (broken link) yang masih tercantum dalam dokumen resmi situs. Kondisi tersebut dinilai berbahaya karena dapat dimanfaatkan peretas untuk mengambil alih tautan dan mengarahkannya ke situs berbahaya.
“Risikonya bisa diambil alih sama hacker, bisa disalahgunain,” kata Balqis.
Jalani Proses Analisis Sistematis
Dalam proses pengujian keamanan, Rakha dan Balqis melakukan sejumlah tahapan teknis secara sistematis.
Mereka memulai dengan pengumpulan informasi awal atau reconnaissance, kemudian memetakan struktur aplikasi dan endpoint, hingga menguji validasi input yang berpotensi menimbulkan celah keamanan.
Metode tersebut merupakan bagian dari praktik penetration testing yang umum digunakan dalam dunia keamanan siber profesional.
Setelah menemukan indikasi kerentanan, keduanya menyusun laporan teknis sesuai standar responsible disclosure. Laporan itu mencakup detail kerentanan, langkah reproduksi, bukti konsep (proof of concept), analisis dampak, hingga rekomendasi mitigasi keamanan.
Laporan tersebut kemudian diverifikasi oleh tim keamanan NASA. Setelah melalui proses analisis lanjutan, temuan Rakha dan Balqis dinyatakan valid sehingga dapat segera diperbaiki guna meningkatkan ketahanan sistem digital lembaga antariksa Amerika Serikat tersebut.
Diganjar Penghargaan dari NASA
Atas kontribusinya, Rakha dan Balqis menerima Letter of Recognition (LoR) dari NASA. Penghargaan itu menjadi bukti bahwa kemampuan pelajar Indonesia di bidang teknologi dan keamanan siber mampu bersaing di level internasional.
Kepala SMK Taruna Bhakti Depok, Aina Novera, mengaku bangga atas pencapaian kedua siswanya tersebut. “Alhamdulillah kami sangat bangga sekali karena anak-anak kami bisa sampai tembus ke sebuah lembaga internasional,” ujar dia.
Aina mengungkapkan prestasi tersebut lahir dari inisiatif mandiri para siswa yang aktif mengikuti komunitas dan terus mengembangkan kemampuan mereka di bidang teknologi informasi.
Diskominfo Depok Siap Jalin Kerja Sama
Prestasi Rakha dan Balqis juga mendapat perhatian dari Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Depok.
Sekretaris Diskominfo Depok, Muhammad Fahmi, menyampaikan apresiasinya dan membuka peluang kerja sama dengan pihak sekolah untuk pengembangan pendidikan teknologi ke depan.
“Insyaallah akan coba menyambut dengan baik untuk membuka kerja sama,” kata Fahmi.
Sementara itu, Rakha dan Balqis mengaku bangga dapat membawa nama baik sekolah dan Kota Depok di kancah internasional. Pengalaman tersebut menjadi motivasi bagi mereka untuk terus belajar dan berkembang di bidang keamanan siber.
Balqis pun memberikan pesan kepada pelajar lain agar tidak takut mencoba hal baru. “Tetap semangat belajarnya dan jangan takut untuk terus mencoba,” pesannya.
Prestasi dua siswa ini sekaligus menunjukkan bahwa generasi muda Indonesia memiliki potensi besar di bidang teknologi digital, terutama di tengah meningkatnya kebutuhan tenaga ahli keamanan siber di dunia.
(Sumber: Diskominfo Depok)