![]() |
| Kejahatan pembegalan dan pencurian sedang marak di Jakarta Barat. Kepolisian bentuk tim pemburu begal bersenjata lengkap. (Foto: freepik) |
Editor: Dinar Kencana
GEBRAK. ID; JAKARTA--Maraknya aksi begal, pencurian kendaraan bermotor (curanmor), hingga perampasan dengan senjata tajam di wilayah Jakarta Barat membuat masyarakat menjuluki kawasan itu sebagai “Gotham City”. Julukan tersebut ramai di media sosial setelah sederet aksi kriminal terjadi secara terang-terangan, bahkan pada siang hari.
Dalam sebulan terakhir, sedikitnya belasan kasus kejahatan jalanan viral dan memicu keresahan warga.
Modus para pelaku beragam, mulai dari pembegalan pengendara motor, pencurian kendaraan saat parkir, hingga perampasan dengan ancaman senjata tajam dan dugaan senjata api rakitan.
Polda Metro Jaya mengakui kejahatan jalanan masih menjadi perhatian serius aparat kepolisian, khususnya di wilayah Jakarta Barat dan daerah penyangga ibu kota.
Titik-Titik Rawan Begal dan Curanmor di Jakarta Barat
Sejumlah titik di Jakarta Barat disebut warga sebagai kawasan rawan kejahatan jalanan, terutama pada malam hingga dini hari. Beberapa lokasi yang kerap menjadi sorotan antara lain:
• Kawasan Cengkareng
• Jalan Daan Mogot
• Kalideres
• Tambora
• Palmerah
• Kembangan
• Jalan Lingkar Luar Barat
• Permukiman padat di Kebon Jeruk
• Area minim penerangan di perbatasan Jakbar-Tangerang
Warga mengeluhkan aksi pelaku yang semakin nekat. Tidak sedikit korban mengaku dipepet saat berkendara lalu diancam menggunakan celurit, parang, hingga benda menyerupai pistol.
Sejumlah video CCTV dan rekaman warga yang beredar di media sosial memperlihatkan pelaku beraksi secara berkelompok menggunakan sepeda motor. Dalam beberapa kasus, korban dipukul atau ditendang agar terjatuh sebelum kendaraan dibawa kabur.
Fenomena itu memunculkan istilah “Gotham City” untuk menggambarkan tingginya rasa takut masyarakat terhadap kejahatan jalanan di Jakarta Barat.
Polisi Ungkap Ratusan Kasus Kejahatan Jalanan
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto mengatakan pihak kepolisian telah mengungkap ratusan kasus kejahatan jalanan sepanjang 2026.
Dalam konferensi pers di Gedung Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya pada Jumat, 15 Mei 2026, Budi menyebut polisi mengungkap 171 laporan polisi terkait kejahatan jalanan. Kasus tersebut terdiri dari pencurian dengan pemberatan (curat), pencurian dengan kekerasan (curas), dan curanmor.
Polisi juga menyita sejumlah barang bukti, antara lain:
53 unit sepeda motor
4 mobil
65 telepon genggam
5 pucuk senjata api
8 senjata tajam
27 butir peluru
Rekaman CCTV dari berbagai lokasi kejadian
Menurut Budi Hermanto, wilayah Jakarta Barat menjadi salah satu perhatian utama karena tingginya mobilitas pelaku dan banyaknya akses jalan yang memudahkan pelarian.
Upaya Polisi Tekan Kejahatan Jalanan
Untuk menekan angka kriminalitas, Polda Metro Jaya dan Polres Metro Jakarta Barat meningkatkan sejumlah langkah pengamanan, di antaranya:
• Patroli skala besar pada malam dan dini hari
• Penempatan personel di titik rawan begal
• Operasi cipta kondisi
• Razia senjata tajam dan kendaraan tanpa surat
• Penguatan patroli siber untuk memantau kelompok pelaku di media sosial
• Pemanfaatan CCTV dan ETLE untuk pelacakan kendaraan
Polisi juga menggencarkan patroli tim presisi dan patroli perintis guna mempersempit ruang gerak pelaku.
Selain itu, aparat meminta masyarakat segera melapor jika menemukan aktivitas mencurigakan di lingkungan sekitar.
Respons Warga dan Pengamat
Masyarakat Jakarta Barat mengaku khawatir karena aksi kriminal kini tidak hanya terjadi larut malam, tetapi mulai muncul pada pagi hingga siang hari. Beberapa warga meminta pemerintah daerah memperbanyak penerangan jalan umum serta kamera pengawas di titik rawan.
Pengamat keamanan perkotaan menilai meningkatnya kejahatan jalanan dipicu kombinasi faktor ekonomi, lemahnya pengawasan lingkungan, hingga keberanian pelaku yang memanfaatkan kondisi jalan sepi dan minim patroli.
Tips Menghindari dan Menghadapi Begal
Aparat kepolisian mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan saat berkendara. Berikut beberapa tips untuk mengurangi risiko menjadi korban begal atau curanmor:
• Hindari melintas sendirian di jalan sepi, terutama dini hari.
• Gunakan jalur utama yang ramai dan terang.
• Jangan memamerkan barang berharga saat berkendara.
• Pasang kunci ganda dan alarm pada kendaraan.
• Simpan nomor darurat kepolisian di ponsel.
• Jika dibuntuti pengendara mencurigakan, segera menuju pos polisi atau keramaian.
• Jangan melawan jika pelaku membawa senjata dan situasi membahayakan nyawa.
• Aktifkan pelacak GPS pada kendaraan bila memungkinkan.
• Parkir kendaraan di tempat resmi dan terpantau CCTV.
• Segera laporkan kejadian ke polisi agar pelaku cepat terlacak.
Polda Metro Jaya menegaskan pihaknya akan terus memburu pelaku kejahatan jalanan yang meresahkan masyarakat, termasuk kelompok begal bersenjata yang belakangan marak beraksi di wilayah Jakarta Barat dan sekitarnya.
(berbagai sumber)
