Sekolah di Manado Genjot Literasi dan Latihan Soal demi Sukseskan TKA SD 2026

Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Atip Latipulhayat, saat meninjau pelaksanaan TKA di SD Negeri 11 Manado, Sulawesi Utara, Kamis (30/4/2026). (Foto: BKHM Setjen Kemendikdasmen)
Editor: Endro Yuwanto

GEBRAK.ID; MANADO — Sejumlah sekolah dasar (SD) di Kota Manado, Sulawesi Utara, kian mematangkan persiapan menghadapi Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2026 dengan strategi yang tak lagi konvensional. Fokus utama kini diarahkan pada penguatan literasi membaca dan latihan soal intensif, sebagai kunci menghadapi model ujian yang semakin kompleks.

Guru kelas V di SD Negeri 11 Manado, Fonny Jacob, mengungkapkan bahwa pihak sekolah telah menjalankan berbagai program pengayaan untuk meningkatkan kemampuan siswa, terutama dalam literasi dan numerasi.

“Persiapan kami fokus pada pengayaan soal literasi dan numerasi, termasuk membahas soal-soal sulit dari ANBK dan tryout. Kami juga menghadirkan narasumber agar siswa lebih memahami pola soal yang kompleks,” ujar Fonny saat menerima kunjungan Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Atip Latipulhayat, Kamis (30/4/2026).

Menurut Fonny, tantangan terbesar yang dihadapi siswa saat ini adalah beradaptasi dengan tipe soal baru, seperti pilihan ganda kompleks yang menuntut pemahaman lebih dalam. “Banyak siswa masih kesulitan pada soal dengan lebih dari satu jawaban benar. Tapi kami atasi dengan latihan bertahap agar mereka terbiasa dan lebih percaya diri,” jelasnya.

Fonny menekankan, kemampuan membaca menjadi fondasi utama dalam memahami soal. Tanpa literasi yang kuat, siswa akan kesulitan menangkap maksud pertanyaan. “Masih ada siswa yang belum tuntas membaca soal tapi sudah menjawab. Ini yang terus kami perbaiki melalui pendampingan intensif,” tambahnya.

Hal serupa juga diterapkan di SD Negeri 06 Manado. Kepala sekolah Meylani menyebut persiapan TKA telah dimulai sejak awal tahun dengan pendekatan sistematis dan melibatkan seluruh elemen sekolah.

“Sejak Januari kami sudah bentuk panitia, menyusun program, hingga melakukan sosialisasi kepada orang tua siswa kelas VI. Semua dilakukan agar persiapan berjalan terarah,” ujar Meylani.

Untuk memperkuat kesiapan siswa, sekolah menggelar kelas tambahan hingga tiga kali dalam sepekan. Selain itu, tryout rutin juga dilaksanakan, baik secara mandiri maupun di tingkat kecamatan dan kota.

Sebanyak 81 siswa di sekolah tersebut akan mengikuti TKA tahun ini. Mereka juga didorong untuk berlatih secara mandiri melalui berbagai platform digital, termasuk aplikasi tryout daring.

“Awalnya banyak siswa kurang percaya diri. Tapi dengan latihan rutin dan motivasi dari guru, sekarang mereka jauh lebih siap,” kata Meylani.

Sementara itu, Kepala SD Negeri 11 Manado, Femmy Theresia, menyoroti pentingnya dukungan orang tua dalam membangun kesiapan mental siswa.

“Kami selalu tekankan kepada siswa agar menghadapi TKA dengan jujur, gembira, dan tanpa tekanan. Peran orang tua sangat penting untuk menciptakan suasana yang tenang di rumah,” ujar Femmy.

Di sekolahnya, sebanyak 72 siswa akan mengikuti TKA. Berbagai tahapan persiapan telah dilalui, mulai dari tryout berjenjang hingga penguatan pembelajaran tambahan.

“Kami sudah lakukan tryout beberapa kali hingga tingkat kota. Kelas tambahan juga rutin digelar agar siswa bisa mengingat kembali materi,” tambah Femmy.

Dalam kunjungannya ke sejumlah sekolah di Manado, Wamen Atip memberikan apresiasi atas kesiapan yang telah dilakukan. “Alhamdulillah, persiapan berjalan baik dan tertib. Anak-anak tampak siap, mudah-mudahan hasilnya juga maksimal,” ujarnya.

Wamen Atip juga mendorong pemanfaatan teknologi pendidikan, khususnya penggunaan Interactive Flat Panel (IFP) yang telah didistribusikan pemerintah ke sekolah-sekolah.

“Digitalisasi pendidikan terus kami dorong. IFP bisa membuat pembelajaran lebih interaktif dan meningkatkan minat siswa terhadap literasi dan numerasi,” jelas Wamen Atip.

Menurut Wamen Atip, peningkatan mutu pendidikan tidak hanya bergantung pada kurikulum, tetapi juga pada metode pembelajaran yang adaptif terhadap perkembangan zaman.

Dengan berbagai upaya tersebut, sekolah-sekolah di Manado optimistis para siswa dapat menghadapi TKA dengan lebih percaya diri dan hasil yang lebih baik. Penguatan literasi, latihan soal, serta dukungan guru dan orang tua menjadi kombinasi kunci dalam mencetak generasi yang siap menghadapi tantangan akademik ke depan.

(BKHM Setjen Kemendikdasmen)

Posting Komentar untuk "Sekolah di Manado Genjot Literasi dan Latihan Soal demi Sukseskan TKA SD 2026"