Markas Judi Online Internasional di Jantung Jakarta Digerebek, 321 WNA Diciduk dari Gedung Mewah Hayam Wuruk

Satuan Brimob Polda Metro Jaya dikerahkan untuk melakukan pengamanan dalam operasi penegakan hukum terhadap jaringan judi online internasional di kawasan Hayam Wuruk, Jakarta Barat, Sabtu (9/5/2026). (Foto: Humas Polda Metro Jaya)
Editor: M Zuhro AH

GEBRAK.ID; JAKARTA — Aparat kepolisian membongkar aktivitas jaringan judi online internasional yang beroperasi di kawasan Hayam Wuruk, Jakarta Barat, Sabtu (9/5/2026). Dalam operasi besar tersebut, ratusan warga negara asing (WNA) diamankan dari sebuah gedung perkantoran yang diduga menjadi pusat operasional sindikat perjudian daring lintas negara.

Penggerebekan dilakukan Direktorat Tindak Pidana Umum (Dittipidum) Bareskrim Polri dengan dukungan pengamanan dari Satuan Brimob Polda Metro Jaya. Polisi menyebut operasi itu dilakukan untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan mengingat besarnya jaringan yang ditangani.

Jangan Terlewatkan: Bareskrim Polri Gerebek Sarang Judol di Perkantoran Hayam Wuruk, Ratusan WNA Diamankan 

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto membenarkan keterlibatan personel Brimob dalam operasi tersebut.

“Benar, personel Satuan Brimob Polda Metro Jaya diterjunkan ke lokasi untuk memberikan dukungan pengamanan area. Hal ini dilakukan guna menjamin kelancaran rekan-rekan penyidik di lapangan dalam mengumpulkan barang bukti serta mengamankan para terduga pelaku,” ujar Budi dalam keterangannya.

Menurut Budi, kehadiran personel bersenjata lengkap diperlukan karena operasi menyasar sindikat judi online yang diduga memiliki jaringan internasional.

Beroperasi di Gedung Perkantoran

Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, aktivitas perjudian online itu dijalankan dari salah satu gedung di kawasan Hayam Wuruk Plaza Tower, Jakarta Barat.

Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Brigjen Wira Satya Triputra mengatakan, para pelaku diduga telah menjalankan operasi selama sekitar dua bulan.

“Dari hasil pemeriksaan, kurang lebih dua bulan beroperasi. Baru dua bulan,” kata Wira kepada wartawan.

Polisi menemukan bahwa jaringan tersebut menyewa dua lantai ruang kantor di gedung tersebut untuk operasional mereka. Masa sewa disebut berlaku selama satu tahun, meski penyidik masih mendalami identitas pihak penyewa dan legalitas penggunaan gedung.

“Untuk gedung ini disewa selama setahun sementara. Tapi ini akan kami pastikan kembali karena penyewa juga masih akan kami cek identitasnya di manajemen Hayam Wuruk Tower,” ujar Wira.

Selain itu, penyidik juga akan memeriksa pihak pengelola gedung guna mengetahui izin dan aktivitas yang diajukan saat proses penyewaan berlangsung.

Libatkan Ratusan WNA

Dalam operasi tersebut, polisi mengamankan 321 WNA yang berasal dari sejumlah negara di Asia, seperti Vietnam, China, Laos, Myanmar, Thailand, Malaysia, dan Kamboja. Dari jumlah tersebut, sebanyak 275 orang telah ditetapkan sebagai tersangka.

Menurut penyidik, sebagian besar WNA yang direkrut memang sudah mengetahui bahwa mereka akan bekerja di bidang judi online saat datang ke Indonesia.

“Sebagian besar mereka memang sudah tahu kalau ke sini tujuannya untuk bekerja di judi online,” kata Wira.

Para pekerja disebut tinggal tidak jauh dari lokasi operasional sehingga aktivitas mereka berjalan tertutup dan terorganisasi.

Polisi Dalami Dugaan Sindikat Internasional

Hingga kini, aparat masih mendalami pola kerja jaringan tersebut, termasuk kemungkinan adanya keterlibatan pihak lain di Indonesia maupun luar negeri.

Polisi juga tengah menelusuri aliran dana, perangkat digital, serta server yang digunakan dalam operasional perjudian online tersebut. Pengungkapan ini menjadi salah satu operasi terbesar yang dilakukan aparat dalam penindakan judi online sepanjang 2026. 

Pemerintah dan kepolisian sebelumnya memang menyatakan komitmen memperketat pemberantasan judi daring yang dinilai meresahkan masyarakat serta berpotensi memicu tindak pidana lain, termasuk pencucian uang dan kejahatan siber.

Penyidik memastikan proses hukum terhadap para tersangka akan terus dikembangkan untuk mengungkap aktor utama di balik jaringan internasional tersebut.

(Berbagai Sumber)

Posting Komentar untuk "Markas Judi Online Internasional di Jantung Jakarta Digerebek, 321 WNA Diciduk dari Gedung Mewah Hayam Wuruk"