![]() |
| Buruh mulai berdatangan di sekitar area monas ( Foto: Istimewa) |
Editor: Dinar Kencana
GEBRAK.ID; JAKARTA – Ribuan hingga ratusan ribu massa buruh mulai memadati kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, dalam rangka memperingati Hari Buruh Internasional atau May Day 2026. Kedatangan massa sejak pagi hari berdampak signifikan terhadap arus lalu lintas di sejumlah ruas jalan utama ibu kota yang mengarah ke lokasi kegiatan.
Berdasarkan pantauan di lapangan, kepadatan kendaraan mulai terlihat sejak pukul 06.00 WIB. Antrean panjang kendaraan terjadi di ruas Jalan MH Thamrin menuju kawasan Monas. Laju kendaraan bahkan hanya berkisar 5–10 km per jam dan beberapa kali mengalami kondisi berhenti total akibat penumpukan arus.
Kemacetan dipicu oleh kedatangan massa buruh yang datang secara berkelompok menggunakan berbagai moda transportasi, termasuk bus rombongan dan kendaraan pribadi. Banyak bus yang berhenti di sekitar pintu masuk Monas untuk menurunkan peserta aksi, sehingga memperlambat arus kendaraan di sekitarnya.
Selain itu, sejumlah massa buruh dan pengemudi ojek online (ojol) juga terlihat melakukan konvoi menggunakan sepeda motor menuju lokasi aksi. Rombongan ini melintas dari berbagai titik di Jakarta, termasuk kawasan Semanggi, sehingga turut menambah kepadatan lalu lintas di jalur protokol.
Potensi Kepadatan di Seluruh Akses Menuju Monas
Pihak kepolisian sebelumnya telah mengingatkan bahwa seluruh ruas jalan menuju Monas berpotensi mengalami kepadatan tinggi selama peringatan May Day berlangsung. Hal ini disebabkan oleh mobilisasi massa dalam jumlah besar yang diperkirakan mencapai ratusan ribu orang.
Bahkan, estimasi jumlah peserta aksi mencapai lebih dari 200 ribu hingga 400 ribu orang, yang terdiri dari unsur buruh, serikat pekerja, hingga komunitas pengemudi ojek online.
Kegiatan May Day 2026 sendiri dijadwalkan berlangsung sejak pagi hingga sore hari. Aparat gabungan dari kepolisian, TNI, dan Dinas Perhubungan disiagakan di sejumlah titik untuk mengatur arus lalu lintas dan memastikan kegiatan berjalan aman serta kondusif.
Rekayasa Lalu Lintas Bersifat Situasional
Meski terjadi kepadatan signifikan, aparat belum memberlakukan penutupan jalan secara menyeluruh. Rekayasa lalu lintas dilakukan secara situasional, tergantung pada kondisi di lapangan. Selama arus kendaraan masih dapat bergerak, meskipun melambat, pengalihan arus belum diterapkan secara penuh.
Petugas di lapangan terus melakukan pengaturan untuk mengurai kemacetan, termasuk mengarahkan kendaraan ke jalur alternatif jika diperlukan. Masyarakat yang tidak memiliki kepentingan mendesak diimbau untuk menghindari kawasan Monas dan sekitarnya selama kegiatan berlangsung.
Imbauan dan Rute Alternatif
Untuk menghindari kemacetan, pengendara disarankan menggunakan jalur alternatif seperti kawasan Kuningan, Tebet, atau jalur barat melalui Kebon Jeruk dan Permata Hijau. Sementara itu, pengendara dari arah utara dapat mengalihkan perjalanan melalui Gunung Sahari atau Sunter guna menghindari pusat kota.
Momentum Hari Buruh yang bertepatan dengan hari libur nasional turut meningkatkan mobilitas warga Jakarta, sehingga memperparah kepadatan lalu lintas di sejumlah titik.
Presiden Dijadwalkan Hadir
Peringatan May Day 2026 di Monas juga direncanakan dihadiri oleh Presiden RI yang akan menyampaikan pidato serta sejumlah kebijakan strategis terkait ketenagakerjaan. Kehadiran kepala negara diperkirakan akan menjadi salah satu agenda utama dalam rangkaian kegiatan hari ini.
Dengan tingginya antusiasme massa dan skala kegiatan yang besar, masyarakat diimbau untuk terus memantau informasi lalu lintas terkini serta mengikuti arahan petugas demi menjaga kelancaran dan keselamatan bersama.
( berbagai sumber)

Posting Komentar untuk "Massa Buruh Padati Monas Saat May Day 2026, Lalu Lintas Jakarta Pusat Tersendat Sejak Pagi"