Editor: Devona R
Mendikdasmen Abdul Mu'ti meresmikan hasil Program Revitalisasi Satuan Pendidikan di Kota Sorong dan Kabupaten Sorong, Papua Barat Daya, Selasa (26/5/2026). (Foto: Humas Kemendikdasmen)
GEBRAK.ID; SORONG — Komitmen pemerintah pusat dalam mempercepat pembangunan pendidikan di wilayah timur Indonesia kembali ditegaskan melalui kunjungan kerja Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti ke Papua Barat Daya. Dalam momentum peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026, kunjungan tersebut menjadi sinyal kuat bahwa pemerataan pendidikan hingga Tanah Papua terus menjadi prioritas nasional.
Kehadiran Mendikdasmen di Kota Sorong dan Kabupaten Sorong dilakukan untuk meresmikan hasil Program Revitalisasi Satuan Pendidikan yang telah dijalankan pemerintah. Program tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas fasilitas belajar sekaligus memperluas akses pendidikan bagi masyarakat Papua.
Pemerintah daerah menyambut positif langkah tersebut. Wali Kota Sorong, Septinus Lobat, menyebut kedatangan Mendikdasmen menjadi suntikan semangat baru bagi masyarakat dan pemerintah daerah dalam memperkuat sektor pendidikan.
“Pendidikan adalah fondasi utama untuk membangun sumber daya manusia Papua yang unggul, berdaya saing, dan memiliki karakter kuat,” ujar Septinus dalam sambutannya di Sorong, Selasa (26/5/2026).
Septinus menegaskan, Pemerintah Kota Sorong saat ini terus memperkuat komitmen pendidikan inklusif melalui program sekolah gratis bagi puluhan ribu siswa. Tercatat sebanyak 50.369 siswa dari 274 sekolah di berbagai jenjang pendidikan telah mendapatkan manfaat program tersebut.
Tak hanya membebaskan biaya sekolah, Pemkot Sorong juga memberikan bantuan seragam gratis bagi seluruh murid sebagai bentuk dukungan terhadap pemerataan pendidikan.
Menurut Septinus, sinergi antara pemerintah pusat dan daerah menjadi faktor penting dalam mempercepat pembangunan kualitas pendidikan, terutama di kawasan timur Indonesia yang masih menghadapi tantangan infrastruktur dan akses layanan pendidikan. “Kami berharap program-program strategis ini menjadi jalan percepatan pembangunan generasi muda Papua di masa depan,” katanya.
Senada dengan itu, Gubernur Papua Barat Daya Elisa Kambu juga mengapresiasi perhatian pemerintah pusat terhadap dunia pendidikan di Papua. Ia menilai kehadiran Mendikdasmen secara langsung menunjukkan kepedulian nyata terhadap kondisi pendidikan di daerah.
“Kehadiran Bapak Menteri di sini adalah bagian dari komitmen, kepedulian, dan cintanya untuk Indonesia, cintanya bagi Papua,” ujar Elisa.
Sementara itu, Mendikdasmen Abdul Mu’ti menekankan bahwa kemajuan pendidikan nasional tidak dapat berjalan hanya melalui kebijakan pemerintah pusat semata. Menurutnya, diperlukan kolaborasi kuat antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, sekolah, dan masyarakat.
Ia menilai pendidikan memiliki peran penting dalam membentuk generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki karakter, keterampilan, dan rasa bangga sebagai bagian dari bangsa Indonesia.
“Kita didik anak-anak kita supaya bangga menjadi anak-anak Indonesia, dan kita dekatkan mereka dengan alam di mana mereka berada. Karena itu, komitmen dan kerja sama ini mari terus kita tingkatkan,” ujar Abdul Mu’ti.
Program revitalisasi satuan pendidikan sendiri menjadi salah satu strategi pemerintah untuk meningkatkan kualitas sarana dan prasarana sekolah, khususnya di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar. Revitalisasi mencakup pembangunan ruang kelas, perbaikan fasilitas penunjang pembelajaran, hingga peningkatan lingkungan sekolah yang lebih aman dan nyaman.
Selain pembangunan fisik, pemerintah juga terus mendorong peningkatan kualitas guru, penguatan literasi dan numerasi, serta pemanfaatan teknologi pendidikan di wilayah Papua.
Perhatian pemerintah terhadap Papua menjadi langkah penting untuk memperkecil kesenjangan pendidikan antarwilayah di Indonesia. Dengan fasilitas yang semakin baik dan dukungan pembelajaran yang merata, anak-anak Papua diharapkan memiliki peluang lebih besar untuk bersaing di tingkat nasional maupun global.
Kunjungan kerja Mendikdasmen ke Papua Barat Daya pun diharapkan tidak hanya menjadi seremoni semata, melainkan membawa dampak nyata bagi masa depan pendidikan di Tanah Papua.
(Sumber: Humas Kemendikdasmen)