Pemerintah Perkuat Pendidikan Kedokteran dan Riset Kesehatan di Indonesia dengan Gandeng Harvard Medical School

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Brian Yuliarto. (Foto: Kemendiktisaintek)


Editor: Devona R

GEBRAK.ID; JAKARTA – Pemerintah Indonesia terus memperluas jejaring internasional untuk meningkatkan kualitas pendidikan kedokteran dan layanan kesehatan nasional. Kali ini, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) menggandeng Harvard Medical School, Amerika Serikat (AS), guna memperkuat kolaborasi di bidang pendidikan dokter, riset kesehatan, hingga pengembangan layanan kesehatan primer berbasis komunitas.

Kerja sama tersebut dinilai menjadi langkah strategis untuk mempercepat peningkatan kualitas sumber daya manusia kesehatan di Indonesia, terutama dalam menghadapi tantangan penyakit tropis dan kebutuhan layanan kesehatan masyarakat yang semakin kompleks.

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto menyampaikan apresiasinya atas komitmen Harvard Medical School dalam membuka peluang kemitraan dengan perguruan tinggi dan lembaga riset di Indonesia.

“Kami menyambut baik kolaborasi ini dan berharap kerja sama dapat berkembang melalui berbagai program konkret, mulai dari pertukaran akademik, peningkatan kapasitas SDM, hingga riset bersama yang memberikan dampak langsung bagi masyarakat,” ujar Brian dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (8/5/2026).

Menurut Brian, Indonesia memiliki potensi besar dalam pengembangan penelitian kesehatan, khususnya yang berkaitan dengan penyakit tropis, kesehatan masyarakat, serta penguatan layanan kesehatan primer. Karena itu, keterlibatan institusi pendidikan kelas dunia seperti Harvard dianggap penting untuk memperkuat ekosistem pendidikan tinggi dan inovasi kesehatan nasional.

Brian menegaskan, kolaborasi global bukan sekadar simbol kerja sama internasional, melainkan bagian dari strategi membangun pendidikan tinggi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.

“Kolaborasi antara perguruan tinggi Indonesia dan institusi global diharapkan dapat melahirkan inovasi baru serta memperkuat kualitas pendidikan kedokteran di Tanah Air,” kata Brian.

Dalam pertemuan tersebut, Dean for Research Initiatives and Global Programs Harvard Medical School, David Golan, juga menegaskan komitmen pihaknya untuk memperluas kerja sama di bidang pendidikan, penelitian, dan pengembangan layanan kesehatan primer berbasis komunitas.

Menurut David, model layanan kesehatan berbasis komunitas penting dikembangkan agar akses kesehatan tidak hanya terpusat di kota besar maupun rumah sakit utama.

“Harvard Medical School terbuka bagi mahasiswa, akademisi, dan peneliti dari Indonesia untuk mengikuti pelatihan, pendidikan, serta riset kolaboratif. Kami percaya kerja sama ini akan memberikan manfaat besar bagi kedua pihak,” ujar David Golan.

Selain membahas program joint research dan pertukaran akademik, kedua pihak juga mendiskusikan penguatan kapasitas peneliti Indonesia, pengembangan publikasi ilmiah internasional, workshop akademik, hingga penguatan pendidikan dokter dan tenaga kesehatan primer yang lebih adaptif terhadap kebutuhan masyarakat.

Kerja sama ini juga menyoroti pentingnya riset berbasis data untuk mendukung kebijakan kesehatan nasional yang lebih efektif dan berkelanjutan.

Langkah Kemdiktisaintek menggandeng Harvard Medical School sejalan dengan program “Diktisaintek Berdampak” yang mendorong pendidikan tinggi dan riset agar memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan nasional serta peningkatan kesejahteraan masyarakat.

(Sumber: Kemdiktisaintek)



Posting Komentar untuk "Pemerintah Perkuat Pendidikan Kedokteran dan Riset Kesehatan di Indonesia dengan Gandeng Harvard Medical School"