GEBRAK.ID; TASIKMALAYA -- Upaya pemerintah meningkatkan kualitas pendidikan nasional terus digenjot. Salah satunya melalui program revitalisasi sekolah yang kini mulai dirasakan dampaknya di berbagai daerah, termasuk di Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat.
Wamendikdasmen Atip Latipulhayat meninjau langsung hasil program Revitalisasi Satuan Pendidikan di Kober Al-Fatih dan SMP IT Al-Ittihad Persis Jamanis pada Kamis (22/5/2026). Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan program revitalisasi benar-benar berdampak pada kualitas pembelajaran dan kenyamanan peserta didik.
Dalam kunjungannya, Wamen Atip menegaskan bahwa pendidikan bermutu tidak hanya bergantung pada kualitas guru dan kurikulum, tetapi juga harus ditopang fasilitas belajar yang memadai.
“Pendidikan yang bermutu tidak bisa dipisahkan dari sarana belajar yang layak. Karena itu revitalisasi sekolah menjadi langkah penting untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman bagi anak-anak Indonesia,” ujar Wamen Atip.
Program revitalisasi sekolah sendiri merupakan bagian dari Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Presiden RI Prabowo Subianto di sektor pendidikan. Pemerintah saat ini fokus memperbaiki ribuan sekolah yang masih mengalami kerusakan di berbagai wilayah Indonesia.
Menurut Wamen Atip, dari sekitar 400 ribu satuan pendidikan di Indonesia, masih banyak sekolah yang membutuhkan perhatian serius. Karena itu, pemerintah memprioritaskan revitalisasi bagi sekolah yang rusak berat, terdampak bencana, serta sekolah yang membutuhkan penanganan cepat berdasarkan laporan masyarakat.
Di SMP IT Al-Ittihad Persis Jamanis, bantuan revitalisasi sebesar Rp319,5 juta dimanfaatkan untuk membangun fasilitas perpustakaan baru. Sebelumnya, sekolah tersebut belum memiliki ruang literasi yang memadai untuk mendukung kegiatan belajar siswa.
Kepala sekolah, Rifqy Yuhana, mengatakan keberadaan perpustakaan baru menjadi angin segar bagi peningkatan budaya membaca di lingkungan sekolah. “Dengan adanya perpustakaan ini, kemampuan literasi murid dapat lebih dioptimalkan dan proses pembelajaran menjadi lebih baik,” katanya.
Sementara itu, Kober Al-Fatih menerima bantuan revitalisasi sebesar Rp198,25 juta. Dana tersebut digunakan untuk memperbaiki ruang administrasi dan membangun area bermain anak yang lebih aman dan nyaman.
Kepala Kober Al-Fatih 450, Yusi Alawiyah, mengaku revitalisasi tersebut membawa perubahan besar terhadap suasana belajar anak-anak usia dini. “Sekolah kami kini jauh lebih layak. Anak-anak menjadi lebih nyaman dan bahagia saat belajar maupun bermain,” ujarnya.
Tak hanya meninjau bangunan sekolah, Wamendikdasmen juga mengunjungi SMP Negeri 2 Singaparna untuk melihat penerapan teknologi pembelajaran berbasis Papan Interaktif Digital (PID).
Di hadapan siswa kelas VII, Wamen Atip berdialog langsung menggunakan Bahasa Inggris dan mengajak siswa berdiskusi mengenai teknologi antariksa hingga komunikasi digital. Momen tersebut sekaligus menjadi contoh penerapan metode pembelajaran mendalam atau deep learning yang kini mulai didorong pemerintah.
Menurut Wamen Atip, teknologi di dunia pendidikan seharusnya hanya menjadi alat bantu, bukan menggantikan kemampuan berpikir peserta didik.
“Teknologi hanyalah tools atau alat bantu. Yang paling penting tetap kemampuan berpikir manusia. Karena itu pembelajaran harus mampu mendorong siswa berpikir kritis, mendalam, dan memahami makna dari apa yang dipelajari,” tegas Wamen Atip.
Program revitalisasi sekolah dan pendekatan deep learning dinilai menjadi kombinasi penting dalam membangun pendidikan Indonesia yang lebih adaptif, modern, sekaligus tetap berorientasi pada pengembangan karakter dan kemampuan berpikir siswa.
Dengan langkah tersebut, pemerintah berharap kesenjangan kualitas pendidikan antarwilayah dapat terus diperkecil, termasuk di daerah-daerah yang selama ini masih minim fasilitas pendidikan.
(Sumber: Humas Kemendikdasmen)
