Sempurna di Italia! Inter Milan Gasak Lazio 2-0, Pesta Double Winner di Bawah Tangan Dingin Chivu

Marcus Thuram (kanan) dan Federico Dimarco berselebrasi setelah setelah Inter Milan mencetak gol pertama pada final Coppa Italia (Piala Italia) 2025/2026 kontra Lazio di Stadion Olimpico, Roma, Rabu (13/5/2026) waktu setempat. (Foto: Inter.it)
Editor: Damar Pratama

GEBRAK.ID; JAKARTA – Inter Milan menutup musim 2025/2026 dengan cerita yang nyaris sempurna di ranah domestik. Pasukan Cristian Chivu sukses menggandakan gelar juara setelah menaklukkan Lazio dengan skor meyakinkan 2-0 pada partai puncak Coppa Italia di Stadion Olimpico, Roma, Kamis (14/5/2026) dini hari WIB. 

Kemenangan ini memastikan gelar double winner kedua bagi Nerazzurri dalam satu dekade terakhir, sebuah pencapaian yang terasa manis setelah musim lalu Inter pulang dengan tangan hampa.

Babak Pertama yang Brutal

Laga baru berjalan 14 menit, namun malapetaka langsung menghampiri Lazio. Berawal dari sepak pojok akurat Federico Dimarco, bola yang mengarah ke tiang dekat berusaha disapu oleh Marcus Thuram. Sayangnya bagi kubu tuan rumah, bola justru membentur Adam Marusic dan berbelok liar ke gawang sendiri. Gol bunuh diri ini langsung memecah konsentrasi pasukan Maurizio Sarri. 

Belum sempat pulih dari pukulan pertama, Lazio kembali terhenyak di menit ke-35. Adalah aksi heroik Denzel Dumfries yang menjadi pembeda. 

Bek sayap asal Belanda itu dengan agresif merebut bola dari kaki Nuno Tavares di wilayah berbahaya sebelum mengirimkan umpan tarik mendatar ke mulut gawang. Lautaro Martinez yang berdiri bebas tanpa pengawalan berarti cukup menceploskan bola untuk menggandakan keunggulan. 

"Saya senang bisa kembali membantu tim setelah masa sulit, dan akhirnya bisa memberikan assist untuk Lauti. Meskipun tadi dia sempat bercanda marah karena saya kurang sering memberinya assist musim ini," kelakar Dumfries merendah usai pertandingan. 

Tangan Dingin Chivu dan Kebangkitan dari Abu

Keberhasilan ini menjadi pembuktian bagi pelatih Cristian Chivu yang sempat diragukan di awal musim. Juru taktik asal Rumania itu hanya bermodalkan pengalaman segelintir laga di level senior saat menangani Parma sebelum akhirnya ditunjuk menggantikan arsitek besar Simone Inzaghi yang hijrah ke Al Hilal. Namun, tangan dinginnya mampu mengembalikan harmoni ruang ganti dan identitas agresif Inter.

Publik mengenang betapa pahitnya akhir musim lalu saat Inter gagal total: kalah di final Liga Champions dengan skor memalukan dari PSG, tersingkir di semifinal Coppa Italia, dan kehilangan gelar Serie A ke Napoli. 

Musim ini, di bawah komando Chivu, Nerazzurri bangkit mendominasi. Gelar Serie A ke-21 sudah dikunci sejak awal Mei 2026 lalu dengan keunggulan 12 poin dan tiga laga tersisa. 

Sang kapten, Lautaro Martinez, memberikan kredit penuh pada pelatihnya. "Kami memberinya nilai 10 dari 10. Dia sangat membantu kami. Musim ini tidak mudah, tetapi kami berhasil bangkit dan menunjukkan performa, hasil, serta intensitas luar biasa," ujar Lautaro usai mengangkat trofi.

Dominasi Statistik yang tak Terbantahkan

Secara permainan, Inter benar-benar memperlihatkan superioritasnya sebagai raksasa Italia. Hingga turun minum, anak asuh Chivu memegang kendali penuh dengan 71% penguasaan bola dan mencatatkan expected goals (xG) sebesar 1,26, sementara Lazio hanya mampu mencatatkan xG 0,15 yang sangat minim. 

Di babak kedua, Lazio sempat memberi tekanan berarti. Peluang emas datang dari Boulaye Dia yang melepas tembakan keras dari dalam kotak penalti pada menit ke-75, sayangnya bagi Biancocelesti, aksi tersebut digagalkan oleh refleks brilian kiper Josep Martinez. Hingga peluit panjang dibunyikan, skor 2-0 untuk kemenangan Inter tetap bertahan.

Mengoleksi Bintang Perak, Mengincar Keabadian

Presiden Inter, Beppe Marotta, tak bisa menyembunyikan rasa bangganya. Trofi Coppa Italia ini adalah yang ke-10 sepanjang sejarah klub. "Kami berharap bisa mengamankan gelar ke-10, yang secara metaforis memberi kami bintang perak lainnya," ujar Marotta penuh semangat. 

Koleksi 10 trofi ini menempatkan Inter di posisi kedua sebagai tim tersukses di ajang Piala Italia, hanya kalah dari Juventus yang mengoleksi 15 gelar. 

Dengan fondasi skuad yang masih solid dan kontrak Chivu yang baru diperpanjang hingga 2028, dominasi domestik La Beneamata agaknya masih akan berlanjut. Satu-satunya noda yang tersisa di musim ini hanyalah kegagalan di Liga Champions, di mana mereka secara mengejutkan terdepak di babak play-off oleh tim kuda hitam asal Norwegia, Bodo/Glimt. 

Susunan Pemain:

Lazio: 
E. Motta; Tavares, Romagnoli, Gila, Marusic (Lazzari 72′); Taylor, Patric (Rovella 46′), Basic (Pedro 78′); Zaccagni (Dia 72′), Noslin, Isaksen (Cancellieri 66′).

Inter Milan: 
J. Martinez; Bastoni (Augusto 77′), Akanji, Bisseck; Dimarco, Sucic (Mkhitaryan 68′), Zielinski, Barella, Dumfries (Henrique 68′); L. Martinez (Bonny 77′), Thuram (Diouf 82′).

(Sumber: Football Italia)

Posting Komentar untuk "Sempurna di Italia! Inter Milan Gasak Lazio 2-0, Pesta Double Winner di Bawah Tangan Dingin Chivu"