Situasi Selat Hormuz Kembali Normal Usai Ketegangan AS-Iran, Trump Klaim Gencatan Senjata Tetap Berlaku

Sebuah kapal menunggu untuk melewati Selat Hormuz setelah gencatan senjata sementara selama dua pekan antara AS dan Iran, yang bergantung pada pembukaan selat tersebut, di Oman pada 8 April 2026. (Foto: Shady Alassar /Anadolu Agency)
Editor: A Rayyan K 

GEBRAK.ID; MOSKOW — Ketegangan militer antara Iran dan Amerika Serikat (AS) di kawasan Selat Hormuz dilaporkan mulai mereda. Media pemerintah Iran, Press TV, menyebut situasi di wilayah perairan strategis tersebut dan sejumlah kota pesisir Iran kini telah kembali normal setelah sempat terjadi baku tembak kedua negara.

Ketegangan pecah setelah Iran menuding Amerika Serikat melanggar kesepakatan gencatan senjata dengan melancarkan serangan ke beberapa wilayah pesisir Iran pada Kamis (7/5/2026) malam waktu setempat.

Juru bicara Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya, Ebrahim Zolfaghari, mengatakan serangan AS menyasar sejumlah titik strategis, termasuk kawasan pelabuhan Khamir, Kota Sirik, Pulau Qeshm, hingga dua kapal milik Iran.

“Iran segera merespons serangan tersebut dengan menargetkan kapal perang Amerika di sebelah timur Selat Hormuz dan wilayah selatan pelabuhan Chabahar,” ujar Zolfaghari seperti dikutip media pemerintah Iran.

Menurut pihak Iran, serangan balasan tersebut menyebabkan kerusakan signifikan pada aset militer Amerika Serikat di kawasan itu. Namun hingga kini belum ada laporan independen yang dapat memverifikasi tingkat kerusakan maupun jumlah korban dari kedua pihak.

Sementara itu, Komando Pusat Amerika Serikat atau CENTCOM membenarkan adanya operasi militer sebagai respons terhadap ancaman yang disebut mengarah pada pasukan AS.

Dalam keterangannya, militer AS menyebut pihaknya telah menghilangkan ancaman yang masuk serta menyerang fasilitas militer Iran yang disebut menjadi sumber serangan terhadap pasukan Amerika.

Meski demikian, Washington menegaskan tidak menginginkan eskalasi konflik lebih lanjut di kawasan Timur Tengah. Pemerintah AS mengaku tetap membuka ruang stabilitas dan mempertahankan gencatan senjata yang sebelumnya disepakati.

Presiden AS Donald Trump bahkan menegaskan bahwa kesepakatan gencatan senjata dengan Iran masih berlaku meskipun sempat terjadi bentrokan bersenjata.

Selat Hormuz menjadi salah satu jalur pelayaran minyak paling penting di dunia. Kawasan ini dilalui sekitar seperlima distribusi minyak global sehingga setiap ketegangan di wilayah tersebut langsung memengaruhi pasar energi internasional dan keamanan maritim dunia.

Meredanya situasi di Selat Hormuz menjadi sinyal positif bagi stabilitas kawasan, meski potensi konflik antara Iran dan AS masih tetap tinggi.

Dalam beberapa tahun terakhir, kawasan Teluk memang menjadi titik rawan ketegangan geopolitik akibat rivalitas politik dan militer antara kedua negara.

(Sumber: Sputnik/RIA Novosti)


Posting Komentar untuk "Situasi Selat Hormuz Kembali Normal Usai Ketegangan AS-Iran, Trump Klaim Gencatan Senjata Tetap Berlaku"