Soal Panjang, Mental Diuji! TKA SD di Medan Latih Literasi dan Integritas Siswa Sejak Dini

Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Fajar Riza Ul Haq melakukan kunjungan ke beberapa sekolah di Medan, Sumatra Utara, Kamis (30/4/2026). Ia juga meninjau pelaksanaan TKA siswa kelas 6 di UPT SD Negeri 060864 Medan. (Foto: BKHM Setjen Kemendikdasmen)
Editor: Endro Yuwanto

GEBRAK.ID; MEDAN — Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) di sejumlah sekolah dasar (SD) di Kota Medan, Sumatra Utara, tak sekadar mengukur capaian belajar siswa. Lebih dari itu, ujian ini menjadi sarana melatih literasi sekaligus menanamkan nilai integritas sejak dini.

Hal tersebut terungkap dalam kunjungan Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Fajar Riza Ul Haq ke beberapa sekolah di Medan, Kamis (30/4/2026). Dalam dialog langsung dengan siswa kelas 6 di UPT SD Negeri 060864 Medan, Fajar menangkap antusiasme peserta meski dihadapkan pada format soal yang berbeda dari ujian sebelumnya.

Menurut Wamen Fajar, desain soal TKA yang didominasi teks panjang mendorong siswa untuk membaca lebih cermat dan memahami konteks secara utuh. “Anak-anak merasakan perbedaan karena soal berbasis cerita cukup panjang. Ini menunjukkan kita sedang melatih kemampuan literasi mereka,” ujarnya.

Pengalaman serupa dirasakan Hafiz Al-Hafzi dan Rizki Akila Pangaribuan. Keduanya mengaku sempat tegang saat menghadapi ujian, terutama karena bentuk soal yang tidak sepenuhnya sesuai prediksi. Namun, rasa cemas itu perlahan berubah menjadi lega setelah berhasil menyelesaikan seluruh rangkaian tes.

“Soalnya agak berbeda, ada yang cukup sulit. Sekarang lega, tapi masih deg-degan menunggu hasilnya,” ujar Kila. 

Kila berharap dapat diterima di sekolah menengah pertama yang diimpikan. Sementara Hafiz mengaku terbantu pesan orang tua untuk tetap teliti saat mengerjakan soal. Keduanya pun menutup dengan semangat, “TKA, jujur dan gembira!”

Wamen Fajar menilai, kemampuan literasi menjadi kunci dalam menjawab soal-soal berbasis narasi tersebut. Siswa yang terbiasa membaca dinilai lebih siap menghadapi soal kompleks, sementara yang kurang terbiasa cenderung kesulitan. Karena itu, ia mendorong kebiasaan membaca sejak dini.

“Saya ajak anak-anak mulai membaca, bahkan satu halaman per hari. Kalau konsisten, itu akan membentuk kebiasaan literasi yang kuat,” jelas Wamen Fajar.

Selain literasi, aspek integritas juga menjadi sorotan dalam pelaksanaan TKA. Wamen Fajar mengapresiasi peran sekolah dalam menjaga kejujuran, termasuk melalui keterlibatan proktor dan pengawas selama ujian berlangsung. Menurutnya, nilai integritas perlu ditanamkan sejak usia sekolah dasar.

Di sisi lain, kesiapan sekolah juga menjadi faktor penting keberhasilan pelaksanaan TKA. Guru kelas 6 sekaligus teknisi TKA, Siska Hutapea, menyebut pihaknya telah melakukan berbagai persiapan, mulai dari les tambahan gratis hingga 12 kali try out sejak Februari lalu.

“Kami ingin siswa terbiasa dengan pola soal TKA yang memang lebih panjang dan menuntut pemahaman lebih dalam,” jelas Siska. 

Siska menambahkan, meski sempat terjadi gangguan jaringan di hari pertama, pelaksanaan hari berikutnya berjalan lancar dengan 31 siswa yang dibagi dalam dua sesi.

Kendala teknis juga dihadapi UPT SD Negeri 060862 Medan. Kepala sekolah Budiarti mengungkapkan keterbatasan perangkat sempat menjadi tantangan. Dari kebutuhan 15 laptop, sekolah hanya memiliki empat unit. Namun, masalah tersebut diatasi dengan gotong royong guru yang meminjamkan perangkat pribadi maupun dari sekolah lain.

“Meski ada kendala teknis seperti aplikasi error, semuanya bisa diatasi. Yang penting siswa tetap bisa mengikuti ujian dengan aman,” ujar Budiarti.

Kunjungan ini menunjukkan bahwa TKA bukan sekadar ujian akademik, melainkan juga proses pembentukan karakter. Literasi dan integritas menjadi dua fondasi penting yang diharapkan mampu membekali siswa menghadapi jenjang pendidikan berikutnya.

(BKHM Setjen Kemendikdasmen)


Posting Komentar untuk "Soal Panjang, Mental Diuji! TKA SD di Medan Latih Literasi dan Integritas Siswa Sejak Dini"