Tarif Transjabodetabek Blok M–Bandara Soetta Bakal Naik, Ini Alasan Pramono Anung

Tarif Transjakarta rute Blok M-Soetta direncanakan naik dampak biaya operasional yang lebih tinggi dibandingkan koridor lainnya. (Foto ilustrasi: Gebrak.id) 
Editor: Dinar Kencana

GEBRAK.ID; JAKARTA--Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memastikan tarif layanan Transjabodetabek rute Blok M–Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) bakal mengalami kenaikan setelah masa tarif promo berakhir. Saat ini, tarif perjalanan masih dipatok Rp3.500, namun Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengungkapkan besaran tarif baru kemungkinan berada di kisaran Rp10.000 hingga Rp15.000.

Rencana penyesuaian tarif tersebut disampaikan Pramono setelah masa uji coba operasional rute SH2 Blok M–Bandara Soetta mendekati akhir. Menurut dia, tarif promo Rp3.500 memang hanya berlaku selama tiga bulan pertama sejak layanan diresmikan pada Maret 2026. 

Pramono menjelaskan, ada sejumlah faktor yang membuat tarif rute Bandara Soekarno-Hatta tidak bisa disamakan dengan layanan Transjakarta atau Transjabodetabek lainnya. Salah satu alasan utama adalah jarak tempuh yang jauh dengan banyak titik pemberhentian.

“Karena jauh, perhentiannya banyak, parkir di sananya juga cost-nya lebih tinggi dibanding tempat lain,” kata Pramono seperti dikutip dari sejumlah laporan media. 

Selain itu, biaya operasional di kawasan Bandara Soekarno-Hatta disebut jauh lebih tinggi dibanding koridor biasa. Pemprov DKI juga ingin mengurangi beban subsidi agar operasional layanan tetap berjalan sehat secara finansial. 

Meski tarif akan naik, Pemprov DKI menilai rute ini tetap menjadi alternatif transportasi publik yang lebih murah dibanding moda lain menuju bandara. Rute Blok M–Soetta memiliki panjang sekitar 65 kilometer dengan waktu perjalanan sekitar 121 menit dan dilayani 14 armada bus setiap hari mulai pukul 05.00 hingga 22.00 WIB. 

Saat ini, tarif reguler Transjakarta dan Transjabodetabek lainnya masih tetap berlaku, yakni Rp2.000 pada pukul 05.00–07.00 WIB dan Rp3.500 setelah pukul 07.00 WIB. Namun khusus rute bandara, Pemprov DKI membuka kemungkinan penerapan tarif khusus karena karakter operasionalnya berbeda. 

Pramono mengatakan keputusan final mengenai tarif baru akan diumumkan dalam waktu dekat setelah kajian selesai dilakukan. Pemerintah juga mempertimbangkan keseimbangan antara keterjangkauan tarif bagi masyarakat dan kebutuhan subsidi transportasi publik. 

(berbagai sumber) 

Posting Komentar untuk "Tarif Transjabodetabek Blok M–Bandara Soetta Bakal Naik, Ini Alasan Pramono Anung"