Tegaskan Mbappe Tetap Pilar Utama, Arbeloa: "Mana Mungkin Saya Anggap Dia Striker Keempat"

Striker Real Madrid asal Prancis, Kylian Mbappe. (Foto: Real Madrid)

Editor: Damar Pratama

GEBRAK.ID – Sebuah kalimat singkat dari Kylian Mbappe usai laga kontra Real Oviedo berhasil memicu gelombang spekulasi di tubuh Real Madrid. Sang bintang asal Prancis itu menyebut dirinya hanyalah striker pilihan keempat di bawah arahan pelatih Alvaro Arbeloa. Namun, Arbeloa dengan tegas membantah keras narasi tersebut.

Pernyataan Mbappe terlontar di mixed zone Stadion Santiago Bernabeu pada Jumat (15/5/2026) dinihari WIB, beberapa saat setelah Los Blancos menaklukkan Real Oviedo. Dalam laga tersebut, penyerang berusia 27 tahun itu masuk dari bangku cadangan pada menit ke-69 menggantikan Gonzalo Garcia yang menjadi pencetak gol kemenangan.

Momen masuknya Mbappe ke lapangan justru diwarnai cemoohan dan siulan dari sebagian pendukung Madrid yang memadati Bernabeu. Situasi inilah yang diduga memicu kekecewaan sang pemain hingga melontarkan komentar kontroversial bahwa dirinya kini berada di bawah Vinicius Junior, Gonzalo Garcia, dan Franco Mastantuono dalam hierarki penyerang tim.

"Dia Pasti Salah Paham"

Mendengar pernyataan anak asuhnya itu, Arbeloa langsung memberikan klarifikasi. Dengan nada terkejut, pelatih berusia 43 tahun itu menegaskan bahwa tidak ada skenario di mana Mbappe ditempatkan sebagai pilihan keempat di lini depan.

"Dia pasti salah paham. Sejujurnya, saya tidak tahu harus berkata apa karena saya tidak mungkin mengatakan kepadanya bahwa dia adalah penyerang keempat," ujar Arbeloa, dikutip dari laman resmi Real Madrid, Jumat (15/5/2026).

Arbeloa menjelaskan bahwa keputusannya tidak memainkan Mbappe sebagai starter murni karena pertimbangan teknis dan kondisi fisik. Mbappe sendiri baru saja pulih dari cedera yang membuatnya absen dalam dua laga sebelumnya, termasuk duel penting melawan Barcelona.

"Saya berbicara dengannya sebelum pertandingan. Saya tidak tahu bagaimana dia mungkin menafsirkannya. Jika saya tidak memainkannya, dia tidak bisa bermain. Itu jelas karena saya adalah pelatih, dan saya yang memutuskan siapa yang bermain dan siapa yang tidak," tegas Arbeloa.

Produktivitas yang tak Terbantahkan

Terlepas dari friksi kecil ini, statistik membuktikan bahwa Mbappe tetap menjadi mesin gol utama Madrid musim ini. 

Dari 42 pertandingan di semua kompetisi, eks penyerang Paris Saint-Germain itu telah mengemas 41 gol. Sebuah angka yang hanya terpaut tiga gol dari total torehan musim perdananya bersama El Real pada 2024/2025, di mana ia mencetak 44 gol dari 59 laga.

Ketajaman Mbappe inilah yang membuat komentarnya tentang "striker keempat" terasa janggal. Bagaimana mungkin seorang pemain dengan rasio hampir satu gol per pertandingan dianggap sebagai pilihan kesekian?

Di sisi lain, kemenangan atas Oviedo membawa Real Madrid kokoh di posisi kedua klasemen La Liga Spanyol dengan koleksi 80 poin. Meski selisih 11 poin dari Barcelona yang telah memastikan gelar juara, fokus Arbeloa kini adalah menjaga konsistensi tim hingga akhir musim—dan memastikan tidak ada keretakan hubungan dengan pemain bintangnya.

Mampukah Arbeloa meredakan gejolak ini dan mengembalikan fokus Mbappe ke lapangan? Satu hal yang pasti, publik Bernabeu akan terus mengawasi.

(Sumber: Real Madrid)

Posting Komentar untuk "Tegaskan Mbappe Tetap Pilar Utama, Arbeloa: "Mana Mungkin Saya Anggap Dia Striker Keempat""