TPG Bikin Guru Lebih Sejahtera dan Kreatif, Kisah Pendidik di Yogyakarta Jadi Sorotan

Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Dirjen GTK) Kemendikdasmen, Nunuk Suryani, menegaskan pemerintah terus berkomitmen memperbaiki kesejahteraan guru melalui berbagai kebijakan strategis, termasuk penyaluran TPG bagi guru yang memenuhi persyaratan. (Foto: Humas Kemendikdasmen)
Editor: Endro Yuwanto

GEBRAK.ID; YOGYAKARTA — Program Tunjangan Profesi Guru (TPG) kembali mendapat sorotan positif setelah dinilai mampu meningkatkan kesejahteraan sekaligus profesionalisme tenaga pendidik di berbagai daerah. Di Yogyakarta, sejumlah guru mengaku tunjangan tersebut tidak hanya membantu kebutuhan ekonomi keluarga, tetapi juga mendorong lahirnya inovasi pembelajaran yang lebih kreatif di sekolah.

Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terus memperkuat kebijakan penyaluran TPG sebagai bentuk penghargaan terhadap profesi guru yang menjadi garda terdepan pembangunan sumber daya manusia Indonesia.

Cerita mengenai dampak nyata TPG muncul dari SD Negeri Lempuyangan 1 dan SMP Negeri 15 Yogyakarta. Para guru di dua sekolah tersebut merasakan langsung perubahan setelah memperoleh sertifikasi pendidik dan menerima tunjangan profesi.

Guru SD Negeri Lempuyangan 1, Shinta Puspitasari, mengatakan perjalanan mendapatkan sertifikat pendidik bukan proses yang mudah. Ia harus membagi waktu antara mengajar, mengikuti Pendidikan Profesi Guru (PPG), hingga menjalani uji kompetensi.

Namun perjuangan panjang itu terbayar ketika dirinya mulai menerima TPG sejak Mei 2025.

“Sertifikat pendidik bukan hanya syarat administrasi, tetapi bukti bahwa guru harus terus belajar agar bisa memberikan pembelajaran terbaik bagi murid,” ujar Shinta di Yogyakarta, Minggu (10/5/2026).

Menurut Shinta, TPG memberi dampak besar terhadap kualitas pembelajaran di kelas. Dengan tambahan penghasilan tersebut, ia dapat membeli alat peraga pendidikan, buku latihan membaca, hingga mengembangkan metode belajar yang lebih interaktif untuk siswa sekolah dasar.

“Guru jadi lebih leluasa berinovasi. Kami bisa menghadirkan suasana belajar yang lebih menyenangkan bagi anak-anak,” kata Shinta.

Di SD Negeri Lempuyangan 1 sendiri, tercatat sebanyak 17 guru telah tersertifikasi dan menerima manfaat TPG. Program itu dinilai menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga motivasi dan kualitas tenaga pendidik.

Dampak serupa juga dirasakan di SMP Negeri 15 Yogyakarta. Kepala sekolah Siswanto menyebut sekitar 85 persen guru di sekolahnya telah memiliki sertifikat pendidik dan menerima TPG secara rutin.

Menurut Siswanto, kesejahteraan guru sangat berpengaruh terhadap kualitas pendidikan di sekolah.

“Ketika kesejahteraan guru lebih baik, mereka bisa lebih fokus mendampingi murid, meningkatkan kreativitas mengajar, dan menghadirkan inovasi di kelas,” ujar Siswanto.

Guru Bahasa Inggris SMP Negeri 15 Yogyakarta, Mega Ayu Wulandari, mengungkapkan tunjangan profesi yang diterimanya mencapai sekitar Rp2,9 juta atau setara satu kali gaji pokok sesuai golongan.

Ia menilai TPG menjadi bentuk nyata penghargaan negara terhadap dedikasi para guru.

“Tunjangan ini bukan hanya membantu kebutuhan sehari-hari, tetapi juga mendukung pengembangan kompetensi guru, seperti mengikuti seminar, pelatihan, membeli perangkat pembelajaran, hingga melanjutkan pendidikan,” kata Mega Ayu.

Menurutnya, guru yang terus berkembang akan lebih siap menghadapi perubahan dunia pendidikan yang kini semakin dinamis dan berbasis teknologi.

Hal senada disampaikan Guru Bimbingan dan Konseling SMP Negeri 15 Yogyakarta, Aulia Diah Pratiwi. Ia mengatakan proses memperoleh sertifikasi membutuhkan komitmen dan konsistensi tinggi.

“TPG memberi rasa bangga sekaligus pengakuan atas profesi guru. Dengan kesejahteraan yang lebih baik, kami bisa lebih fokus membimbing murid dan meningkatkan kualitas diri,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Dirjen GTK) Kemendikdasmen, Nunuk Suryani, menegaskan pemerintah terus berkomitmen memperbaiki kesejahteraan guru melalui berbagai kebijakan strategis, termasuk penyaluran TPG bagi guru yang memenuhi persyaratan.

“Pemerintah memahami masih ada tantangan yang dihadapi guru di berbagai daerah. Namun negara terus hadir untuk meningkatkan kesejahteraan dan kualitas guru secara bertahap,” kata Nunuk.

Nunuk menilai guru profesional yang sejahtera akan menjadi fondasi penting dalam menciptakan pendidikan bermutu dan melahirkan generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045.

Selain meningkatkan taraf hidup guru, TPG juga dinilai menjadi instrumen penting dalam membangun budaya belajar yang lebih modern, adaptif, dan inovatif di sekolah.

Dengan dukungan kesejahteraan yang semakin baik, para guru diharapkan dapat terus menjadi inspirasi dan motor penggerak kemajuan pendidikan nasional.

(Sumber: Kemendikdasmen)


Posting Komentar untuk "TPG Bikin Guru Lebih Sejahtera dan Kreatif, Kisah Pendidik di Yogyakarta Jadi Sorotan"