![]() |
| Mi basah adalah salah satu bahan makanan yang sering ditambahkan formalin agar lebih awet. (Foto: Gebrak.id) |
Editor: Dinar Kencana
GEBRAK.ID; JAKARTA -- Penyalahgunaan formalin pada bahan pangan masih menjadi ancaman serius bagi kesehatan masyarakat. Bahan kimia yang seharusnya digunakan untuk keperluan industri dan pengawetan mayat ini kerap dicampurkan ke makanan oleh oknum pedagang agar dagangan lebih awet, terlihat segar, dan tidak cepat busuk.
Padahal, penggunaan formalin pada makanan dilarang keras karena dapat memicu gangguan kesehatan hingga risiko kanker jika dikonsumsi terus-menerus dalam jangka panjang.
Apa Itu Formalin dan Kenapa Dicampurkan ke Makanan?
Formalin merupakan larutan kimia yang mengandung formaldehida. Dalam dunia industri, formalin digunakan sebagai pengawet mayat, bahan pembersih, disinfektan, hingga campuran industri kayu dan tekstil.
Namun oleh pedagang nakal, formalin sering ditambahkan ke bahan pangan karena mampu membunuh bakteri dan memperlambat pembusukan. Akibatnya, makanan menjadi lebih tahan lama meski disimpan tanpa pendingin.
BPOM menyebut sejumlah pangan yang rawan dicampur formalin antara lain tahu, mi basah, ikan asin, ayam potong, bakso hingga seafood.
Ciri-ciri Tahu Mengandung Formalin
Tahu menjadi salah satu bahan pangan yang paling sering ditemukan mengandung formalin. Secara kasat mata, tahu berformalin biasanya memiliki tekstur lebih keras dan sangat kenyal.
Berikut ciri-cirinya:
• Tidak mudah hancur meski ditekan
• Tekstur sangat kenyal dan padat
• Berbau menyengat seperti bahan kimia
• Tidak mudah basi meski disimpan lebih dari dua hari pada suhu ruang
• Permukaan tahu terlihat mengilap dan terlalu putih
• Tahu normal umumnya mudah hancur dan hanya bertahan sekitar satu hari tanpa pendingin.
Ciri-ciri Mi Basah Berformalin
Mi basah juga sering dicampur formalin agar tidak cepat basi saat dijual di pasar.
Ciri mi mengandung formalin antara lain:
• Sangat kenyal dan tidak mudah putus
• Tidak lengket meski disimpan lama
• Mengilap berlebihan
• Bertahan lebih dari dua hari pada suhu ruang
• Tercium aroma kimia menyengat
• Mi normal biasanya lebih mudah putus dan cepat berlendir jika disimpan terlalu lama.
Ciri-ciri Ayam Berformalin
Ayam potong berformalin umumnya terlihat sangat segar meski sudah disimpan cukup lama.
Berikut tanda-tandanya:
• Daging ayam tampak pucat dan mengilap
• Tekstur sangat kencang dan keras
• Tidak dihinggapi lalat
• Tidak berbau amis seperti ayam segar normal
• Bisa bertahan lama tanpa pendingin
• Ayam segar asli biasanya memiliki aroma khas daging ayam dan lebih cepat mengalami perubahan warna jika disimpan di suhu ruang.
Ciri-ciri Bakso Mengandung Formalin
Bakso juga termasuk makanan yang rawan diberi formalin agar lebih awet dan tidak cepat berlendir.
Ciri bakso berformalin yaitu:
• Tekstur terlalu kenyal dan keras
• Tidak mudah hancur saat ditekan
• Bisa memantul berlebihan
• Aroma daging kurang terasa
• Tahan lama di suhu ruang tanpa basi
• Bakso normal umumnya hanya bertahan sekitar satu hari di suhu ruang dan teksturnya tidak terlalu elastis.
Ciri-ciri Ikan dan Seafood Berformalin
Selain tahu dan bakso, ikan segar maupun ikan asin juga kerap ditemukan mengandung formalin.
Tandanya meliputi:
• Insang berwarna merah tua tidak alami
• Daging sangat kenyal
• Tidak berbau amis
• Tidak dihinggapi lalat
Awet terlalu lama
• Pada ikan asin, tekstur biasanya lebih keras dan tidak mudah rusak.
Dampak Formalin bagi Kesehatan
Paparan formalin dalam tubuh dapat menyebabkan berbagai gangguan kesehatan. Dalam jangka pendek, formalin dapat memicu:
• Mual dan muntah
• Sakit perut
• Diare
• Pusing
• Iritasi tenggorokan dan saluran napas
Sedangkan dalam jangka panjang, formalin berisiko menyebabkan kerusakan hati, ginjal, gangguan saraf, hingga kanker. Organisasi kesehatan dunia WHO bahkan mengategorikan formaldehida sebagai zat karsinogenik atau pemicu kanker pada manusia.
Cara Menghindari Makanan Berformalin
Masyarakat diimbau lebih teliti saat membeli bahan pangan. Hindari makanan yang:
• Terlalu awet di suhu ruang
• Teksturnya sangat kenyal atau keras
• Berbau kimia menyengat
• Tampak terlalu segar secara tidak alami
Jika menemukan makanan yang dicurigai mengandung formalin, masyarakat dapat melaporkannya ke BPOM atau dinas kesehatan setempat agar segera ditindaklanjuti.
(berbagai sumber)

Posting Komentar untuk "Waspada Makanan Berformalin! Kenali Ciri Tahu, Mi, Ayam, dan Bakso yang Mengandung Formalin"