Yamaha Belum Ngebut Jual Motor Listrik di Indonesia, Ada Apa? Ini Strategi yang Sedang Disiapkan

Tampilan motor listrik Yamaha Neo's. (Foto: Yamaha Eropa)
Editor: Damar Pratama

GEBRAK.ID -- Persaingan motor listrik di Indonesia semakin ramai, tetapi Yamaha Indonesia Motor Manufacturing ternyata belum mau terburu-buru terjun penuh ke pasar kendaraan listrik nasional. Di tengah gencarnya produsen otomotif lain meluncurkan motor listrik baru, Yamaha memilih mengambil langkah hati-hati sambil memantau perkembangan pasar.

Sikap tersebut diungkapkan langsung oleh Manajer Humas PT YIMM, Rifki Maulana, yang menyebut Yamaha saat ini masih dalam tahap “watch and learn” terhadap pasar motor listrik di Tanah Air.

“Concern-nya Yamaha sama EV yang pasti, kita masih watch and learn. Kita masih lihat kondisi market-nya,” ujar Rifki di Jakarta, Selasa (12/5/2026).

Keputusan Yamaha untuk belum agresif memasarkan motor listrik bukan tanpa alasan. Menurut Rifki, investasi kendaraan listrik membutuhkan biaya besar, mulai dari pengembangan produk hingga pembangunan ekosistem pendukung.

Karena itu, Yamaha memilih tidak gegabah mengambil keputusan bisnis di tengah pasar kendaraan listrik Indonesia yang masih berkembang. “Karena kita tahu investasi itu bukan hal yang sedikit,” kata Rifki.

Saat ini, Yamaha memang sudah memiliki motor listrik bernama Yamaha Neo's. Namun motor tersebut belum dijual secara luas untuk konsumen umum di Indonesia.

Yamaha justru menggunakan pendekatan business to business (B2B) dengan menggandeng Grab Indonesia. Melalui kerja sama itu, Yamaha Neo’s digunakan oleh mitra pengemudi ojek online di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi.

Kolaborasi tersebut bukan sekadar penyediaan armada kendaraan listrik. Yamaha juga menjadikannya sebagai sarana riset untuk memahami perilaku konsumen, efisiensi kendaraan listrik, hingga kesiapan ekosistem EV di Indonesia.

Langkah ini dinilai cukup realistis mengingat industri kendaraan listrik nasional masih menghadapi berbagai tantangan. Mulai dari infrastruktur stasiun pengisian daya, harga kendaraan yang relatif tinggi, hingga kebiasaan masyarakat yang masih bergantung pada motor berbahan bakar bensin.

Di sisi lain, Yamaha tampaknya masih percaya bahwa mesin konvensional irit bahan bakar tetap memiliki pasar besar di Indonesia.

Rifki mengatakan perusahaan saat ini masih fokus mengembangkan teknologi mesin yang lebih hemat dan efisien melalui teknologi Blue Core.

Teknologi tersebut sudah diterapkan di berbagai lini produk Yamaha dan diklaim mampu meningkatkan efisiensi bahan bakar dibanding generasi sebelumnya.

Selain itu, Yamaha juga mulai memperkenalkan teknologi elektrifikasi secara bertahap lewat motor hybrid seperti Yamaha Fazzio Hybrid-Connected dan Yamaha Grand Filano Hybrid-Connected.

Strategi hybrid ini dianggap menjadi jalan tengah sebelum Yamaha benar-benar serius masuk ke pasar motor listrik murni.

Pengamat otomotif menilai langkah Yamaha cukup masuk akal. Sebab hingga saat ini, penetrasi motor listrik di Indonesia masih belum sebesar yang diperkirakan pemerintah maupun industri.

Meski pemerintah terus mendorong percepatan elektrifikasi kendaraan lewat berbagai insentif, penjualan motor listrik nasional masih menghadapi tantangan dari sisi harga dan infrastruktur.

Namun demikian, Yamaha diyakini tidak akan tinggal diam terlalu lama. Sebagai salah satu pemain besar otomotif roda dua di Indonesia, Yamaha diprediksi tetap akan menyiapkan strategi jangka panjang agar tidak tertinggal dalam era kendaraan listrik.

Kini publik tinggal menunggu, kapan Yamaha benar-benar tancap gas menghadirkan motor listrik untuk pasar massal Indonesia.

(Sumber: Yamaha)

Posting Komentar untuk "Yamaha Belum Ngebut Jual Motor Listrik di Indonesia, Ada Apa? Ini Strategi yang Sedang Disiapkan"