Editor: Devona R
Seorang siswa bersama orang tua saat melakukan pengambilan PIN SPMB Jawa Timur 2026 di salah satu sekolah beberapa waktu lalu. (Foto: Dinas Pendidikan Jatim)
GEBRAK.ID; SURABAYA -- Sebanyak 54.056 calon murid resmi diterima melalui jalur domisili pada tahap pertama Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Jawa Timur 2026. Dari jumlah tersebut, terdiri atas 40.786 siswa yang lolos ke SMA Negeri dan 13.270 siswa ke SMK Negeri dari total 213.066 pendaftar.
Pengumuman ini menjadi bagian dari proses seleksi pendidikan tingkat menengah di Jawa Timur yang semakin kompetitif, dengan sistem penilaian yang tidak lagi hanya mengandalkan jarak tempat tinggal.
Persaingan Ketat dari Ratusan Ribu Pendaftar
Dinas Pendidikan (Dindik) Jawa Timur mencatat, pada tahap pertama jalur domisili terdapat 111.144 pendaftar SMA dan 101.922 pendaftar SMK. Dari total tersebut, hanya sekitar seperempat yang berhasil mengamankan kursi pada tahap awal seleksi.
Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur, Aries Agung Paewai, menyampaikan apresiasi kepada para siswa yang berhasil lolos.
“Selamat kepada calon murid SMA dan SMK yang diterima di tahap 1. Terus tingkatkan prestasi terbaik kalian,” ujar Aries di Surabaya, Minggu (14/6/2026).
Sistem Seleksi tak Lagi Hanya Berdasarkan Jarak
Berbeda dari sistem sebelumnya, jalur domisili SPMB Jatim 2026 kini tidak hanya mengutamakan kedekatan tempat tinggal dengan sekolah. Seleksi dilakukan dengan mempertimbangkan nilai akhir yang merupakan gabungan dari nilai rapor dan Tes Kemampuan Akademik (TKA).
Selain nilai, faktor lain seperti jarak domisili, usia, dan waktu pendaftaran juga tetap menjadi pertimbangan dalam proses pemeringkatan.
Dari hasil seleksi tahap pertama, sebanyak 31.443 calon murid SMA dan 10.506 calon murid SMK diterima pada pilihan sekolah pertama yang mereka ajukan, menunjukkan tingginya persaingan antar peserta.
Peluang Masih Terbuka di Tahap Berikutnya
Aries menegaskan bahwa calon murid yang belum berhasil lolos pada tahap pertama masih memiliki peluang pada tahapan berikutnya. Pemerintah provinsi telah menyiapkan beberapa jalur lanjutan untuk mengakomodasi peserta yang belum diterima.
“Masih ada tahap 2 melalui jalur afirmasi, prestasi hasil lomba, dan mutasi. Selain itu juga terdapat tahap 3 dan tahap 4 melalui jalur prestasi nilai akademik untuk SMA maupun SMK,” jelasnya.
Dengan sistem berlapis ini, pemerintah berharap tidak ada calon murid yang kehilangan kesempatan melanjutkan pendidikan di jenjang SMA maupun SMK negeri.
Masih Ada Ratusan Sekolah Kekurangan Kuota
Dinas Pendidikan Jawa Timur juga mengungkapkan masih terdapat kekurangan pagu di 284 SMA Negeri dan 47 SMK Negeri. Kekurangan tersebut akan diisi melalui mekanisme pemenuhan kuota pada tahap lanjutan seleksi.
Proses pemenuhan kuota ini akan dilakukan berdasarkan peringkat nilai akademik, dengan mempertimbangkan beberapa faktor seperti nilai TKA, nilai rapor, jarak domisili, serta waktu pendaftaran.
Calon murid dalam tahap ini diperbolehkan memilih hingga tiga sekolah untuk SMA atau tiga kompetensi keahlian untuk SMK.
Jadwal Tahap Lanjutan SPMB Jatim 2026
Dinas Pendidikan Jawa Timur memastikan bahwa proses seleksi masih berlanjut dengan pembukaan tahap kedua pada 17–18 Juni 2026. Jalur ini mencakup afirmasi, prestasi hasil lomba, serta mutasi.
Untuk SMA, kuota afirmasi dibagi menjadi:
* Keluarga tidak mampu: 13 persen
* Anak buruh dari keluarga tidak mampu: 5 persen
* Penyandang disabilitas: 5 persen
* Afirmasi nilai akademik keluarga tidak mampu: 7 persen
Sementara untuk SMK:
* Keluarga tidak mampu: 7 persen
* Anak buruh dari keluarga tidak mampu: 5 persen
* Penyandang disabilitas: 3 persen
Adapun jalur mutasi terdiri dari:
* Mutasi anak guru dan tenaga kependidikan: 2 persen
* Mutasi tugas orang tua/wali: 3 persen
Sedangkan jalur prestasi meliputi:
* Prestasi nonakademik: 3 persen
* Prestasi akademik: 2 persen
Seleksi Makin Kompetitif, Siswa Diminta Tetap Siapkan Peluang
Dengan sistem seleksi yang semakin kompleks dan berbasis kombinasi nilai serta pemerataan akses, persaingan masuk SMA dan SMK negeri di Jawa Timur tahun ini menjadi salah satu yang paling ketat dalam beberapa tahun terakhir.
Meski demikian, pemerintah memastikan seluruh mekanisme dirancang untuk memberi kesempatan yang adil bagi seluruh calon murid dari berbagai latar belakang.
(Sumber: Dindik Jatim)