![]() |
| AirAsia menghentikan lima rute internasional dari Indonesia sepanjang 2026 akibat biaya operasional naik dan penyesuaian jaringan ( Foto: AirAsia) |
Editor: Devona R
GEBRAK.ID,JAKARTA – Indonesia AirAsia melakukan penyesuaian besar terhadap jaringan penerbangan internasionalnya sepanjang 2026. Hingga akhir Juni, maskapai berbiaya hemat tersebut telah menghentikan sedikitnya lima rute dari Indonesia sebagai bagian dari strategi optimalisasi jaringan di tengah meningkatnya biaya operasional dan perubahan permintaan pasar.
Langkah tersebut berdampak pada sejumlah rute populer menuju Singapura dan Australia. AirAsia menyebut keputusan ini diambil setelah mengevaluasi kelayakan operasional setiap rute di tengah lonjakan harga avtur global serta dinamika industri penerbangan.
Kepala Eksekutif Grup AirAsia X, Bo Lingam, mengatakan perusahaan mengalihkan kapasitas pesawat ke rute-rute yang memberikan kinerja lebih baik.
"AirAsia sedang mengoptimalisasi jaringannya dengan mengalokasikan kembali kapasitasnya ke rute-rute yang berkinerja lebih baik," ujar Bo Lingam dalam konferensi pers, dikutip dari The Straits Times.
Ia juga mengungkapkan bahwa kenaikan harga bahan bakar jet akibat ketidakpastian geopolitik di kawasan Timur Tengah menjadi salah satu faktor utama yang membebani operasional maskapai.
Daftar 5 rute AirAsia yang dihentikan
1. Jakarta–Singapura
AirAsia akan menghentikan penerbangan langsung rute Jakarta-Singapura mulai 1 Juli 2026.
Dengan penutupan rute ini, penumpang yang ingin terbang menggunakan jaringan AirAsia menuju Singapura harus transit terlebih dahulu di Kuala Lumpur, Malaysia. Waktu perjalanan yang sebelumnya kurang dari dua jam kini dapat mencapai lebih dari 10 jam, bergantung pada durasi transit.
2. Denpasar–Melbourne
Rute Denpasar-Melbourne resmi dihentikan efektif mulai 19 Juni 2026.
Pelaksana Tugas Direktur Utama Indonesia AirAsia, Achmad Sadikin Abdurachman, mengatakan keputusan tersebut diambil setelah mempertimbangkan kondisi operasional global yang semakin menantang.
Menurutnya, lonjakan harga avtur akibat ketegangan geopolitik membuat maskapai harus memfokuskan armada pada rute yang masih layak secara bisnis.
3. Denpasar–Adelaide
Pada tanggal yang sama, AirAsia juga menghentikan layanan Denpasar-Adelaide.
Maskapai menyampaikan permohonan maaf kepada pelanggan yang terdampak dan menawarkan sejumlah opsi penanganan, mulai dari perubahan jadwal penerbangan, pengalihan melalui hub Kuala Lumpur, hingga pengembalian dana atau kredit perjalanan.
4. Denpasar–Darwin
Penerbangan Denpasar-Darwin lebih dahulu dihentikan sejak 28 April 2026.
AirAsia menjelaskan bahwa permintaan penumpang pada rute tersebut belum cukup kuat untuk menopang keberlangsungan operasional. Meski demikian, maskapai menyatakan terbuka untuk mengoperasikan kembali rute tersebut apabila kondisi pasar membaik di masa mendatang.
5. Kuala Lumpur–Darwin
Selain rute dari Indonesia, AirAsia Group juga menghentikan layanan Kuala Lumpur-Darwin pada 28 April 2026. Penutupan ini dilakukan bersamaan dengan penghentian rute Denpasar-Darwin sebagai bagian dari realokasi kapasitas ke pasar yang dinilai memiliki permintaan lebih tinggi.
Fokus pada rute yang lebih menguntungkan
AirAsia menegaskan penghentian sejumlah rute bukan berarti mengurangi komitmen terhadap pasar Indonesia maupun Australia. Perusahaan menyatakan kapasitas penerbangan akan dialihkan ke rute-rute yang memiliki tingkat keterisian dan prospek keuntungan lebih baik.
Maskapai juga memastikan seluruh penumpang yang terdampak telah dihubungi untuk memperoleh pilihan perubahan jadwal, penerbangan alternatif melalui Kuala Lumpur, ataupun proses pengembalian dana sesuai ketentuan yang berlaku.
Sejumlah analis industri penerbangan menilai kenaikan harga avtur menjadi tantangan besar bagi maskapai berbiaya rendah yang memiliki margin keuntungan relatif tipis. Kondisi tersebut memaksa banyak maskapai melakukan evaluasi jaringan agar tetap menjaga efisiensi operasional di tengah ketidakpastian ekonomi global.
( berbagai sumber)
