Akhir Penantian Panjang Alexander Zverev, Juara Roland Garros 2026, Raih Gelar Grand Slam Pertama dalam Karier

Petenis Jerman Alexander Zverev mencium trofi setelah memenangi Grand Slam French Open 2026 di Roland Garros, Paris, Prancis, Minggu (7/6/2026). (Foto: Federasi Tenis Prancis)
Editor: Damar Pratama

GEBRAK.ID; PARIS – Setelah bertahun-tahun menjadi salah satu petenis terbaik dunia tanpa gelar Grand Slam, Alexander Zverev akhirnya memecahkan kebuntuan. Petenis Jerman itu sukses menjuarai Roland Garros 2026 dan mengangkat trofi Grand Slam pertama dalam karier profesionalnya.

Kemenangan bersejarah tersebut diraih Zverev setelah menundukkan petenis Italia Flavio Cobolli dalam laga final dramatis yang berlangsung selama empat jam 16 menit di Lapangan Philippe-Chatrier, Paris.

Petenis berusia 29 tahun itu menang dengan skor 6-1, 4-6, 6-4, 6-7(5), 6-1 untuk memastikan dirinya menjadi juara Roland Garros 2026 sekaligus mengakhiri penantian panjang yang telah berlangsung selama bertahun-tahun.

"Pertama-tama, saya tidak percaya bahwa saya menang. Lalu saya melihat tribun penonton dan mereka semua merayakan kemenangan," ujar Zverev seperti dikutip dari ATP, Senin (8/6/2026). "Saat itulah saya menyadari bahwa saya telah menang. Terutama ketika melihat ayah saya mengangkat kedua tangannya. Saat itu saya berkata, 'Oke, saya menang'."

Trofi yang Lama Dinanti

Sebelum mengangkat trofi Roland Garros, Zverev sebenarnya sudah mengoleksi berbagai gelar bergengsi. Ia merupakan juara ATP Finals dua kali, mengoleksi tujuh gelar ATP Masters 1000, serta pernah meraih medali emas Olimpiade. Namun satu hal yang selalu luput dari genggamannya adalah gelar Grand Slam.

Kesempatan emas sempat datang pada US Open 2020. Saat itu Zverev sudah unggul dua set dan satu break atas Dominic Thiem di final. Namun, kemenangan yang sudah di depan mata sirna setelah ia kalah dalam pertandingan lima set.

Setelah itu, dua kekalahan lain di partai final Grand Slam kembali menghantui langkahnya. Situasi tersebut membuat banyak pihak mempertanyakan kapan Zverev akhirnya mampu menembus batas terakhir dalam kariernya.

Jawaban itu akhirnya hadir di Roland Garros 2026.

Roland Garros yang Penuh Kenangan

Bagi Zverev, Paris bukan sekadar tempat meraih gelar terbesar dalam hidupnya. Roland Garros menyimpan banyak kenangan pahit sekaligus manis sepanjang kariernya.

Ia pernah mengalami cedera serius di lapangan yang sama dan sempat diragukan mampu kembali bersaing di level tertinggi tenis dunia.

Selain itu, ia juga pernah gagal meraih gelar Grand Slam di Paris setelah kalah di partai final.

"Ketika saya tergeletak di lapangan setelah pertandingan, semua emosi keluar. Lapangan ini sangat spesial bagi saya, baik secara positif maupun negatif," kata Zverev. "Saya pernah mengalami beberapa momen tersulit dalam karier saya di sini. Saya pernah terbaring di lapangan ini karena cedera dan tidak tahu apakah bisa pulih. Saya juga pernah kalah di final Grand Slam di sini."

Meski kenangan pahit itu tidak pernah hilang, Zverev menegaskan bahwa keberhasilannya kali ini menjadi pencapaian terbesar yang mengalahkan semua kegagalan masa lalu. "Kemenangan ini akan mengalahkan semua kenangan buruk yang pernah saya alami di sini," ujarnya.

Bangkit Setelah Kehilangan Set Keempat

Final Roland Garros 2026 berlangsung penuh tekanan. Zverev tampil dominan pada set pertama sebelum Cobolli berhasil memberikan perlawanan dan merebut set kedua.

Petenis Jerman itu kembali unggul pada set ketiga, tetapi Cobolli memaksakan pertandingan berlanjut ke set kelima setelah memenangkan tie-break dramatis pada set keempat.

Situasi tersebut sempat membuat momentum berpindah ke kubu petenis Italia.

Namun Zverev menunjukkan mental juara yang selama ini menjadi tanda tanya dalam kariernya. Ia bangkit dengan luar biasa pada set penentuan dan mendominasi permainan untuk menang telak 6-1.

Kemenangan itu sekaligus memastikan dirinya resmi masuk daftar juara Grand Slam dunia.

"Apapun yang terjadi setelah ini, saya akan selalu menjadi juara Grand Slam dan tidak ada seorang pun yang bisa mengambilnya dari saya," kata Zverev.

Dedikasikan Gelar untuk Keluarga dan Tim

Usai pertandingan, Zverev memberikan penghormatan khusus kepada keluarga dan tim yang selama ini mendampinginya.

Ia menyebut keberhasilan tersebut merupakan hasil kerja bersama selama lebih dari satu dekade.

Ayahnya, Alexander Zverev Sr., masih menjadi pelatih utama yang membimbing kariernya sejak kecil. Sementara sang kakak, Mischa Zverev, juga memainkan peran penting dalam tim pendukungnya.

"Dalam kasus saya, ini benar-benar hasil kerja keluarga dan tim. Saya memiliki tim yang sama selama lebih dari 12 tahun," ujar Zverev. "Saya rasa semua orang pantas mendapatkan trofi ini sama besarnya dengan saya."

Tonggak Baru Karier Zverev

Gelar Roland Garros 2026 menjadi pencapaian terbesar sepanjang karier Alexander Zverev. Selain mengakhiri penantian panjang, kemenangan ini juga mempertegas statusnya sebagai salah satu petenis terbaik generasinya.

Keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa ketekunan dan kesabaran pada akhirnya mampu membuahkan hasil, bahkan setelah berkali-kali mengalami kegagalan di panggung terbesar tenis dunia.

Bagi Zverev, trofi Roland Garros bukan sekadar gelar juara. Ini adalah simbol perjuangan, kebangkitan dari cedera, serta pembuktian bahwa dirinya akhirnya mampu menaklukkan tantangan terbesar dalam karier profesionalnya.

(Berbagai Sumber)

JANGAN TERLEWATKAN Alexander Zverev Melaju ke Final French Open 2026, Mimpi Gelar Grand Slam Perdana Kian Dekat