GEBRAK.ID; PARIS – Alexander Zverev semakin dekat dengan impian terbesar dalam karier profesionalnya. Petenis asal Jerman itu berhasil memastikan tempat di partai final French Open 2026 setelah menyingkirkan wakil Republik Ceko, Jakub Mensik, dalam laga semifinal yang berlangsung sengit di Roland Garros, Jumat (5/6/2026).
Unggulan kedua turnamen tersebut harus bekerja keras selama empat set sebelum akhirnya mengamankan kemenangan dengan skor 7-5, 6-2, 3-6, dan 6-3 dalam pertandingan yang berlangsung selama tiga jam satu menit.
Kemenangan ini membawa Zverev ke final Grand Slam keempat sepanjang kariernya sekaligus final keduanya di French Open. Yang lebih penting, kesempatan untuk meraih gelar Grand Slam pertama kini berada tepat di depan mata.
"Dia mulai bermain luar biasa pada set ketiga. Dia benar-benar naik ke level yang lebih tinggi. Tapi ini Grand Slam, pertandingannya lima set. Lawan pasti akan bermain lebih baik dan Anda harus siap menghadapinya," kata Zverev seperti dikutip ATP usai pertandingan.
Semakin Dekat Akhiri Penantian Gelar Grand Slam
Meski sudah lama menjadi penghuni papan atas tenis dunia, Zverev masih belum berhasil mengangkat trofi Grand Slam. Beberapa kali peluang itu datang, namun selalu berakhir dengan kekecewaan.
Pada US Open 2020, ia harus puas menjadi runner-up. Nasib serupa kembali dialami saat mencapai final Australian Open 2025. Sementara di Roland Garros tahun lalu, Zverev juga gagal mengangkat trofi setelah terhenti di partai puncak.
Kini, kesempatan baru terbuka lebar.
Perjalanan petenis berusia 29 tahun tersebut menuju final tahun ini terbilang impresif. Dari enam pertandingan yang dijalani di Paris, Zverev hanya kehilangan dua set. Konsistensi itu membuatnya tetap bertahan ketika sejumlah unggulan utama justru berguguran lebih awal.
Tersingkirnya unggulan pertama Jannik Sinner serta Novak Djokovic dari jalur persaingan membuat peluang Zverev semakin terbuka untuk merebut gelar mayor pertamanya.
Mensik Sempat Beri Perlawanan Sengit
Meski menang cukup meyakinkan, Zverev tidak mendapatkan jalan mudah saat menghadapi Jakub Mensik yang sedang menikmati musim terbaiknya.
Awal pertandingan berlangsung ketat. Kedua pemain saling menjaga servis hingga memasuki fase krusial set pertama.
Momentum pertandingan mulai berubah pada gim kedelapan ketika Mensik melepaskan pukulan backhand spektakuler yang menghasilkan poin kemenangan dan memberinya peluang break pertama dalam pertandingan.
Namun pengalaman Zverev berbicara. Petenis peringkat tiga dunia itu mampu merespons tekanan dengan mematahkan servis lawannya pada kedudukan 5-5 sebelum mengunci set pertama dengan skor 7-5.
Keberhasilan merebut set pembuka membuat kepercayaan diri Zverev meningkat drastis. Ia tampil dominan pada set kedua dan hanya memberi kesempatan minim kepada Mensik untuk mengembangkan permainan.
Set kedua pun berakhir dengan kemenangan nyaman 6-2 untuk petenis Jerman tersebut.
Bangkit Setelah Kehilangan Set Ketiga
Mensik belum menyerah begitu saja. Petenis muda Republik Ceko itu menunjukkan kualitasnya pada set ketiga dengan bermain lebih agresif dan berani mengambil risiko.
Strategi tersebut berhasil membuahkan hasil setelah Mensik merebut set ketiga dengan skor 6-3 dan memaksa pertandingan berlanjut.
Namun ketenangan Zverev kembali menjadi pembeda. Alih-alih panik setelah kehilangan satu set, ia justru tampil lebih disiplin pada set keempat.
Permainan solid dari baseline serta servis yang konsisten membuat Mensik kesulitan mengejar ketertinggalan. Zverev akhirnya mengakhiri perlawanan lawannya dengan kemenangan 6-3 pada set keempat.
Hasil tersebut sekaligus memperpanjang dominasi Zverev atas Mensik. Hingga kini, petenis Jerman itu unggul 2-0 dalam catatan pertemuan kedua pemain.
Catatan Bersejarah di Roland Garros
Keberhasilan melangkah ke final juga membuat Zverev menyamai pencapaian mantan juara Grand Slam Stan Wawrinka dengan empat kali tampil di final turnamen major.
Catatan tersebut semakin mempertegas status Zverev sebagai salah satu petenis paling konsisten dalam satu dekade terakhir, meski trofi Grand Slam masih belum berhasil diraih.
Kini seluruh perhatian tertuju pada partai final yang akan berlangsung Minggu (7/6/2026). Zverev masih menunggu lawan dari pemenang duel sesama petenis Italia antara Flavio Cobolli dan Matteo Arnaldi.
Siapa pun lawannya nanti, satu hal yang pasti: Zverev hanya berjarak satu kemenangan lagi untuk mengakhiri penantian panjang dan menorehkan sejarah sebagai juara Grand Slam untuk pertama kalinya dalam kariernya.
Roland Garros 2026 pun bisa menjadi panggung yang mengubah perjalanan karier petenis Jerman tersebut untuk selamanya.
(Sumber: Roland Garros)
